Anda Suka Minuman Bersoda? Hati-hati, Obesitas Mengintai Anda

dc1e76a559442f5da57200e48652399b

Sensasi menyegarkan dari minuman bersoda memang sangat sulit untuk ditolak, namun terlalu sering mengkonsumsi minuman ini bisa berdampak buruk terhadap kesehatan, salah satunya dapat menyebabkan obesitas. Obesitas merupakan faktor risiko dari penyakit diabetes melitus dan penyakit-penyakit kardiovaskuler. Penelitian kesehatan terkini menyatakan mengonsumsi minuman bersoda meningkatkan risiko terkena stroke dan serangan jantung hingga 48%. Disamping menyebabkan obesitas, minuman bersoda juga bisa menjadi penyebab terjadinya kerusakan ginjal, osteoporosis, kerusakan pada gigi dan berbagai jenis kanker serta meningkatkan tekanan darah.  Inilah fakta mengapa Anda sebaiknya menjauhi minuman bersoda.

Membuat Mudah Lapar

Minuman bersoda terasa manis lantaran telah ditambahkan gula buatan. Rasa manis buatan yang terkandung dalam soda membuat Anda jadi mudah lapar dan ingin dipuaskan dengan mengonsumsi kalori lagi melebih batas normal. Inilah yang mengakibatkan obesitas. Pasalnya, tubuh manusia tidak sanggup mengenali kalori yang diperoleh dari minuman bersoda, sehingga akhirnya kalori yang dituntut oleh tubuh tetap diperoleh dari tambahan asupan makanan lain, sehingga kalori di dalam tubuh pun menumpuk.

Meningkatkan Kadar Gula Darah

Bahaya lain dari minuman bersoda terletak pada kondisi organ dalam tubuh dan reaksi yang ditimbulkannya. Setelah tubuh menerima soda, pankreas mulai bekerja dan secara cepat memproduksi insulin sebagai respons terhadap gula. Hormon insulin yang memang dibutuhkan oleh tubuh ini, bertugas untuk memindahkan gula dari makanan dan minuman ke dalam aliran darah untuk disebarkan ke seluruh tubuh agar gula menjadi asupan energi. Hanya dalam waktu 20 menit saja setelah konsumsi soda, level gula darah akan meningkat dan liver akan merespons insulin dengan mengubah gula menjadi simpanan lemak.

Meningkatkan Tekanan Darah

Di dalam minuman bersoda juga, terdapat kafein yang ketika dikonsumsi dapat langsung meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan melebarnya pupil mata. Lalu, tubuh pun memproduksi dopamine, yang menstimulasi pusat kesenangan yang ada di otak.

Mengalami Sugar Crush

Dengan berjalannya waktu, efek soda terus bekerja semakin buruk. Dalam jangka panjang tubuh  akan mulai mengalami sugar crash, atau mendadak membutuhkan lebih banyak gula. Sehingga ada  kecenderungan untuk mengonsumsi gelas kedua soda, atau mengonsumsi camilan dengan kalori kosong, untuk mengompensasi kebutuhan mendadak ini.

Apa yang dialami tubuh ketika Anda meminum minuman bersoda?

Setelah 10 menit, sepuluh sendok teh gula yang terkandung dalam segelas minuman bersoda mulai melakukan “serangan” yang menghancurkan organisme tubuh dan satu-satunya penyebab alasan kenapa kita tidak muntah karena adanya asam fosfat (phosphoric acid) yang menghambat aksi dari gula tersebut.

Setelah 20 menit, sebuah lompatan kadar insulin yang tinggi dalam aliran darah mulai terjadi. Maka hati akan mengkonversi semua gula menjadi lemak.

Setelah 40 menit, pencernaan terhadap kafein akhirnya selesai. Pupil mata mulai membesar. Tekanan darah naik karena hati membuang lebih banyak gula ke dalam aliran darah. Reseptor adenosin akan diblokir, sehingga mencegah rasa kantuk.

Setelah 45 menit, tubuh meningkatkan produksi hormon dopamin, yang merangsang pusat kesenangan otak. Heroin memiliki prinsip kerja yang sama dalam hal ini.

Setelah 1 jam, asam fosfat (phosphoric acid) mengikat kalsium, magnesium dan seng dalam saluran pencernaan yang memacu dengan cepat (supercharges) metabolisme dalam tubuh. Pelepasan kalsium melalui urine juga meningkat.

Setelah lebih dari 1 jam, efek diuretik dari minuman mulai terjadi dalam proses ini. Kalsium, magnesium dan seng dikeluarkan dari organisme tubuh, yang merupakan bagian dari tulang kita, seperti sodium. Pada saat ini kita telah menjadi mudah marah atau tenang. Seluruh kuantitas air yang terkandung dalam minuman bersoda, dihilangkan melalui urin.

Bahaya minuman bersoda bagi kesehatan tubuh memang sudah dibuktikan dengan penelitian oleh pakar. Namun, efek buruk tersebut akan muncul hanya jika anda mengkonsumsi soda secara teratur dan berlebih. Faktanya, minuman bersoda masih aman dinikmati bila tidak berlebih.

Sumber Bacaan:
Livescience (2015). 5 Experts Answer: Is Diet Soda Bad for You?
Reader’s Digest (2015). Begini Cara Minuman Soda Membuat Anda Obesitas.
Dokita (2015). Bahaya Minuman Bersoda.

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>