Bagaimana Garam dapat Menyebabkan Terjadinya Hipertensi? Inilah Jawabannya

150930120700_Garam-penyebab-hipertensi3_ori

Sebagian besar dari kita mungkin sudah mengetahui bahkan percaya bahwa mengkonsumsi makanan asin atau tinggi garam dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu terjadinya hipertensi. Tapi tahukah Anda bagaimana kelebihan garam bisa memicu hipertensi? ini penjelasannya.

Tidak Hanya Garam, Namun Natrium Pada Makanan yang Mempengaruhi Tekanan Darah

Garam merupakan senyawa yang terdiri dari natrium dan klorida. Meningkatnya tekanan darah ketika mengkonsumsi makanan yang asin sebenarnya dipengaruhi oleh natrium yang terkandung dalam makanan tersebut. Natrium ini tidak hanya terkandung dalam garam saja, namun juga pada penyedap makanan (MSG), dan pengawet makanan (natrium benzoate).

Natrium yang terkandung dalam garam dan sumber lainnya sebenarnya sangat diperlukan tubuh untuk fungsi otot, saraf, serta untuk mengelola tekanan dan volume darah. Akan tetapi kebanyakan dari kita pada umumnya terlalu tinggi mengkonsumsi garam daripada jumlah yang disarankan setiap hari. Kurang garam pada masakan tentu menyebabkan makanan menjadi kurang nikmat. Bahkan pada beberapa orang, tanpa menambahkan garam meja pada masakan seperti soto atau bakso dirasa kurang nikmat. Dan kebanyakan makanan restoran dan makanan kaleng atau olahan seringkali mengandung garam yang sangat tinggi sodium atau natrium.

Proses Natrium Mempengaruhi Tekanan Darah

Natrium bersifat menahan cairan dalam tubuh sebelum akhirnya akan dikeluarkan menjadi air seni. Disamping itu, natrium juga membantu tubuh untuk mengeluaran keringat. Saat kadar garam berlebih, tubuh akan berusaha menetralkannya, yaitu dengan menstimulus otak untuk merasakan haus, sehingga mendorong manusia untuk banyak minum, dengan demikian volume darah akan bertambah karena sifat garam adalah mengikat air.

Pertambahan volume darah akibat banyaknya kandungan air ini seharusnya akan di buang oleh ginjal melalui air seni. Namun karena garam jugalah, air ini akan dipertahankan oleh tubuh akibat sifat garam yang lain yaitu antidiuretik, yang menyebabkan ginjal menyerap kembali sebagian besar air yang telah disaringnya sebelum dikeluarkan menjadi air kemih. Masuknya air dalam jumlah besar ke dalam pembuluh darah menyebabkan volume darah yang ada dalam sistem peredaran darah bertambah. Apabila volume darah meningkat otomatis aliran darah juga akan meningkat. Sedangkan ukuran pembuluh darah akan tetap. Akibatnya akan terjadi tekanan darah yang berlebih di dinding pembuluh darah yang menjadi sebab utama terjadinya hipertensi.

Batasi Asupan Garam untuk Mencegah Hipertensi

Banyak studi yang membuktikan bahwa mengonsumsi garam yang berlebih selain menyebabkan hipertensi juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Tidak hanya itu, ada pula rangkuman dari beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa jika menurunkan asupan garam sebanyak 6 gram per hari atau setara dengan satu sendok teh, akan menurukan risiko terkena stroke hingga 26%. Dengan itulah, bisa kita bayangkan bagaimana manfaat bagi kesehatan tubuh kita jika kita mengurangi asupan garam setiap harinya.

Ada banyak versi dalam menentukan berapa batas yang dibolehkan dalam konsumsi garam setiap hari bagi orang yang menderita tekanan darah tinggi atau yang ingin menghindari penyakit ini. Namun Batas konsumsi garam yang dianjurkan American Heart Association tidak lebih dari 2.300 gr perhari. Itu artinya dalam sehari anda boleh makan garam tidak lebih dari 1 sendok teh.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) yang bekerja sama dengan U.S. National Institutes of Health menyimpulkan bahwa konsumsi garam tidak lebih dari 2.300 gr sehari dengan di barengi makanan yang rendah lemak, kaya kalium dan kalsium pada penderita hipertensi ringan, akan menurunkan tekanan darah sama dengan obat antihipertensi.

Tips Mengurangi Asupan Garam

Berikut beberapa tips untuk mengurangi asupan garam dari makanan sehari-hari yang dikompilasi dari beberapa sumber:

  1. Konsumsi lebih banyak produk segar dan kurangi makanan olahan.
  2. Batasi penggunaan garam pada makanan Anda dengan cara menggantinya dengan rempah-rempah tertentu yang dapat memperkaya rasa atau gunakan bumbu pengganti garam.
  3. Pilih produk makanan yang rendah garam.
  4. Perbanyak konsumsi buah dan sayur.
  5. Bila harus makan produk olahan, cerdaslah dalam membaca label.
  6. Bilas semua makanan kaleng sebelum dimakan.

Sumber Bacaan: dari berbagai sumber

1 komentar

  1. Mantap, sangat berguna buat menambah pengetahuan….

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>