Ini Alasan IUD Sangat Dianjurkan Untuk Metode Kontrasepsi Anda

0820192ThinkstockPhotos-482344087780x390

Pernah mendengar tentang kontrasepsi intrauterine device (IUD)? IUD atau disebut juga alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau di masyarakat umumnya dikenal sebagai spiral adalah alat kontrasepsi kecil yang terdiri dari bahan plastik lentur yang dimasukkan ke dalam rongga rahim untuk mencegah terjadinya kehamilan. Bentuknya bermacam-macam, ada seperti huruf T, S, angka tujuh, seperti jangkar dan sebagainya. Disamping terbuat dari bahan plastik, ada juga beberapa jenis IUD yang dilapisi tembaga dan ada pula yang dilapisi hormon progesteron

CPIUC_figure5

Jenis-jenis IUD

Tidak seperti tindakan kontrasepsi hormonal oral dan suntikan maupun kontasepsi melalui pembedahan, IUD atau AKDR adalah solusi jangka panjang tetapi dapat dihentikan kapan saja. Saat sudah dipasangkan, pasien tidak perlu cemas akan terjadinya kehamilan. Namun, jika pasien memutuskan untuk mempunyai anak, alat tersebut dapat diangkat dengan mudah dari dalam rahim.

Sebagai kontrasepsi jangka panjang, IUD (intrauterine device) memiliki efektivitas yang lebih tinggi dibandingkan kontrasepsi oral. Kontrasepsi ini bekerja dengan cara mencegah sel telur dibuahi sel sperma. Namun, seberapa efektifkah alat ini untuk mencegah kehamilan dan bagaimana keamanannya? Berikut ini sembilan fakta seputar IUD.

1. Sangat aman
IUD generasi baru lebih aman. IUD model lama dari tahun 1970-an memang meningkatkan risiko infeksi panggul dan infertilitas. Namun produk itu telah ditarik dan tak boleh beredar lagi. WHO maupun American Medical Association bahkan menyebut IUD sebagai metode pengontrol kelahiran teraman, paling efektif dan paling tahan lama pada wanita.

2. Lebih efektif ketimbang pil
Bila Anda tidak ingin hamil dalam waktu dekat, IUD adalah solusi yang tepat. Efektivitas kontrasepsi ini mencapai 99 persen dalam mencegah kehamilan atau sama dengan jika suami Anda melakukan vasektomi. Sementara itu efektivitas pil hanya sekitar 92-97 persen jika diminum rutin.

3. Tidak ada efek samping seperti kontrasepsi hormonal
Banyak pengguna kontrasepsi hormonal melalui oral atau suntikan yang mengeluh mengalami kenaikan berat badan, jerawatan, pusing dan sebagainya. Kondisi ini hampir tidak pernah dialami oleh pengguna IUD karena tidak ada perubahan hormon estrogen dan progesteron yang disebabkan oleh IUD terhadap tubuh kita.

4. Tak mengganggu hubungan seks
Kekhawatiran akan benang IUD yang mengganggu hubungan seksual sebenarnya tak terbukti. Beberapa produk IDU memiliki benang yang sangat lembut. Rasa tertusuk yang dirasakan pria bisa terjadi jika dokter memotong benangnya terlalu pendek. Bila ini terjadi, datanglah kembali ke dokter untuk memperbaikinya.

5. Memasangnya tidak selalu menyakitkan
Banyak wanita yang takut membayangkan prosedur pemasangan IUD. Faktanya, prosesnya tak lebih dari 5 menit dan umumnya tak menyakitkan. Pada sebagian wanita, melakukan pemasangan IUD setelah menstruasi adalah waktu yang tepat karena mulut rahim mereka terbuka lebih besar.

6. Membuat haid lebih berat atau justru tidak ada
Ada beberapa merek IUD yang masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Anda bisa memilih produk yang memiliki hormon atau tidak. IUD yang mengandung hormon progesteron akan membuat periode menstruasi lebih singkat, bahkan 20 persen wanita tidak mengalami haid. Sementara itu IUD tanpa hormonal membuat darah haid yang keluar lebih banyak dan periodenya lebih lama.

7. Tak repot
Anda tak perlu mengingat jadwal minum pil harian atau menyuntikkan hormon setiap tiga bulanan. Sekali IUD masuk, kontrasepsi ini dapat bertahan 3 sampai 10 tahun (tergantung model apa yang Anda pilih). Ini merupakan salah satu alasan terbesar mengapa IUD sangat efektif. Kasus IUD terlepas dan keluar sangat jarang dan jika milik Anda keluar, mudah mengetahuinya.

8. Murah
Sebagian orang memang menganggap kontrasepsi ini mahal. Tetapi jika kita membaginya dengan jumlah tahun IUD yang Anda pasang lalu membandingkannya dengan biaya  kontrasepsi lain, IUD masih lebih murah.

9. Tak merusak kesuburan
IUD juga menjadi pilihan yang tepat untuk menunda kehamilan kedua atau seterusnya. Kontrasepsi ini tidak menurunkan tingkat kesuburan. Dalam penelitian sekitar 85 persen wanita dapat hamil dalam periode satu tahun setelah IUD dilepas.

Sumber Bacaan:
1. prevention.com
2. Sumber lain yang relevan

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>