Penilaian Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

IMG-20160602-WA0004

Rengat – Dinkes Inhu. Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan alamnya. Salah satu kekayaan alam yang dimiliki Indonesia adalah berbagai macam keanekaragaman hayati seperti tumbuhan-tumbuhan yang berkhasiat obat yang saat ini sudah dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk kesehatan keluarga oleh masyarakat Indonesia secara turun temurun. Pemanfaatan tanaman obat berkhasiat tersebut dapat dilaksanakan dengan adanya Asuhan Mandiri dari Pemerintah.

Saat ini, Pemerintah sudah memiliki Asuhan Mandiri yang disebut dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Agar pemanfaatan TOGA dapat dilaksanakan dengan baik dan benar, Pemerintah perlu melakukan pembinaan secara berkesinambungan. Pembinaan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara termasuk melalui kompetisi atau lomba.

Pada tahun 2016 ini, Pemerintah melakukan pembinaan dengan mengadakan Penilaian Pemanfaatan TOGA. Penilaian pemanfaatan TOGA ini bertujuan memberikan edukasi dan memotivasi masyarakat untuk memiliki dan memanfaatkan TOGA Asuhan Mandiri secara benar. Penilaian ini akan diadakan setiap tahun yang pelaksanaannya secara berkelanjutan dimulai dari tingkat Desa/ Kelurahan sampai dengan tingkat Pusat/ Nasional.

Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu merupakan Satuan Kerja Pemerintah Daerah yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan penilaian di tingkat Kabupaten. Penilaian dilakukan pada Bulan Mei 2016 di beberapa Desa yang memiliki TOGA dengan Asuhan Mandiri di keluarga-keluarga binaan yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu. Pemenang tingkat Kabupaten akan direkomendasikan ke tingkat Propinsi dan Nasional. Adapun Desa-desa yang mengikuti penilaian tersebut antara lain Desa Kuala Gading Kecamatan Kilan, Desa Seresam Kecamatan Seberida, Desa Tasik Juang Kecamatan Lubuk Batu Jaya, Desa Selunak Kecamatan Batang Peranap, dan Desa Pandan Wangi Kecamatan Peranap.

“Peserta Penilaian Pemanfaatan TOGA dibagi dalam 3 (Tiga) kriteria yaitu Pertama, Keluarga binaan dalam kelompok TOGA yang terpilih di Desa/ Kelurahan dalam Puskesmas Kawasan Perkotaan; Kedua, Keluarga binaan dalam kelompok TOGA yang terpilih di Desa/ Kelurahan dalam Puskesmas Kawasan Perdesaan; Ketiga, Keluarga binaan dalam kelompok TOGA yang terpilih di Desa/ Kelurahan dalam Puskesmas kawasan terpencil dan sangat terpencil” tutur Elis Julinarti, DCN., M.Kes selaku Ketua Tim Penilai dalam Penilaian Pemanfaatan TOGA di Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2016.

Selain itu, “Keluarga binaan dalam kelompok TOGA yang terpilih di Desa/ Kelurahan tersebut harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut: (1) Setiap kelompok TOGA dipimpin oleh 1 (satu) orang kader; (2) Setiap kader membina minimal 5 (lima) keluarga binaan; (3) Setiap keluarga binaan memiliki minimal 5 (lima) jenis tanaman obat yang berbeda; (4) Keluarga binaan sudah memanfaatkan TOGA untuk Asuhan Mandiri sekurang-kurangnya telah berjalan selama 2 (dua) tahun; (5) Setiap kelompok mendapatkan pembinaan lintas sektor” tambahnya.

Galeri Kegiatan Penilaian Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>