Glaukoma, Kenali Gejalanya Sebelum Merampas Penglihatan

108743922_xs

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), Glaukoma merupakan penyebab kebutan kedua terbanyak di dunia setelah katarak. Berbeda dengan katarak, kebutaan karena glaukoma bersifat permanen, atau tidak dapat diperbaiki (irreversible). Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan dan penanganan kasus glaukoma. Kondisi ini menjadi perhatian serius masyarakat global. Untuk memberikan perhatian khusus terhadap penyakit glaukoma ini, masyarakat dunia telah mendeklarasikan Hari Glaukoma Sedunia (World Glaucoma Day) pada tanggal 6 Maret 2008 dan diperingati setiap tanggal 12 Maret diseluruh dunia.

Meskipun jarang diketahui, momen Hari Glaukoma Sedunia ini dapat kita manfaatkan untuk menilik lebih dalam mengenai glaukoma yang merupakan salah satu penyakit yang menyerang mata. Penyakit ini bahkan dapat merenggut terangnya dunia dari penglihatan.

Kenali Glaukoma

e7d681ddc0174087ad0e36dc718519dd_xlGlaukoma adalah penyakit mata dimana terjadi kerusakan saraf optik yang diikuti gangguan pada lapang pandangan yang khas. Kondisi ini utamanya diakibatkan oleh tekanan bola mata yang meninggi yang biasanya disebabkan oleh hambatan pengeluaran cairan bola mata (humour aquous). Penyebab lain kerusakan saraf optik, antara lain gangguan suplai darah ke serat optik dan kelemahan/masalah saraf optiknya sendiri.

Jenis-jenis Glaukoma

Glaukoma dapat diklasifikasikan menjadi glaukoma primer, glaukoma sekunder dan glaukoma kongenital.

Glaukoma primer adalah glaukoma yang tidak diketahui penyebabnya. Glaukoma primer terbagi lagi menjadi glaukoma sudut terbuka dan sudut tertutup. Glaukoma sudut terbuka adalah jenis glaukoma yang paling umum. Jenis ini juga disebut sebagai glaukoma kronis karena muncul dan berkembang secara perlahan-lahan. Glaukoma sudut tertutup jauh lebih jarang terjadi dan dikenal sebagai glaukoma akut karena terjadi secara tiba-tiba. Glaukoma sudut tertutup merupakan kondisi darurat karena dapat menyebabkan kebutaan permanen dengan cepat.

Glaukoma sekonder adalah glaukoma yang timbuk akibat penyakit mata lain, trauma, pembedahan, penggunaan kortikosteroid yang berlebihan atau penyakit sistemik lainnya.

Glaukoma kongenital adalah glaukoma yang ditemukan sejak dilahirkan, dan biasanya disebabkan oleh sistem saluran pembuangan di dalam mata tidak berfungsi dengan baik sehingga menyebabkan pembesaran mata bayi. Di samping itu glaukoma dengan kebutaan total disebut glaukoma absolut.

klasifikasi-glaukoma

Faktor Pemicu Glaukoma

Faktor-faktor yang dapat memicu glaukoma adalah peradangan dan infeksi parah pada mata, penyakit yang mendasari seperti diabetes, serta efek samping dari penggunaan obat-obatan steroid. Selain itu, risiko glaukoma juga meningkat seiring dengan usia seseorang, terutama jika berada di atas 40 tahun.

Gejala Glaukoma

Gejala-gejala glaukoma dapat berupa:

  • Nyeri pada mata
  • Sakit kepala
  • Melihat bayangan lingkaran di sekeliling cahaya lampu
  • Mata memerah
  • Mual atau muntah
  • Pandangan samar
  • Penglihatan yang makin menyempit hingga pada akhirnya tidak dapat melihat obyek sama sekali

Pengobatan Glaukoma

Sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika Anda mengalami penurunan daya lihat yang mungkin saja disebabkan oleh glaukoma. Kerusakan mata yang ditimbulkan oleh glaukoma tidak dapat diobati, namun tujuan pengobatan kondisi ini adalah untuk mengurangi tekanan intraokular pada mata dan mencegah meluasnya kerusakan pada mata. Secara umum, glaukoma bisa ditangani dengan obat tetes, obat-obatan yang diminum, terapi laser, serta prosedur operasi.

Pencegahan Glaukoma

Mengobati memang penting, namun mencegah suatu penyakit adalah salah satu yang paling penting juga. Sama seperti halnya penyakit mata glaukoma, meskipun penyakit ini umumnya menyerang pada orang berusia diatas 40 tahun namun glaukoma bisa menyerang siapa saja dan usia berapapun. Jika glaukoma dicegah sebelum terjadi kerusakan pada retina dan saraf mata, kemungkinan besar anda dapat sembuh dari glaukoma. Namun jika anda sudah menderita glaukoma, maka anda perlu mendapatkan perawatan. Oleh sebab itu akan lebih baik jika anda melakukan pengecekan kesehatan mata, sehingga jika ada gejala glaukoma pengobatan dapat segera dilakukan.

Upaya pencegahan glaukoma dapat dilakukan dengan:

  1. Memeriksakan mata secara teratur

pertama yang harus dilakukan adalah dengan mendapatkan pemeriksaan mata secara teratur. Khusus bagi kamu yang berusia di bawah 40 tahun, kamu bisa melakukan pemeriksaan setiap 2-4 tahun sekali. Jika kamu berada di atas usia tersebut, disarankan untuk melakukan pemeriksaan setiap 1-2 tahun sekali.

  1. Mengonsumsi sayuran hijau

Untuk pencegahan melalui makanan, kamu bisa mengonsumsi sayuran berdaun hijau 1,5 porsi setiap hari. Mengingat obesitas dan diabetes berkontribusi besar dalam memicu glaukoma, maka akan sangat baik jika kamu tetap menjaga berat badan.

  1. Olahraga

Secara umum olahraga dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Dalam hal ini, aerobik memainkan peranan untuk mengurangi tekanan pada mata. Beberapa latihan tertentu seperti angkat berat dan beberapa posisi yoga diyakini dapat mencegah dan mengobati glaukoma.

  1. Menggunakan kacamata hitam penolak UV

Cara lain dan sederhana yang bisa kamu coba adalah dengan menggunakan kacamata hitam yang dapat melindungi mata dari paparan sinar Ultraviolet (UV)

  1. Mengurangi silau layar

Bagi kamu yang sering menatap layar komputer sepanjang hari, maka penting bagi kamu untuk menghindari ketegangan mata. Caranya, gunakan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata dengan menatap sejauh 20 kaki selama 20 detik.

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>