Kenali Penyakit Lupus Lebih Dekat

lupus-awareness-month

Mungkin belum banyak yang tahu tentang penyakit lupus. Lupus atau tepatnya SLE (Systemic Lupus Erythematosus) memang nama penyakit yang belum banyak diketahui kalangan awam. Penyakit Lupus adalah suatu penyakit kronik autoimun, dimana antibodi seseorang menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Berkebalikan dengan HIV-AIDS yang mematikan sistem kekebalan tubuh manusia, penyakit ini justru memproduksi sel-sel kekebalan tubuh secara berlebihan.

Menurut Kemenkes RI, saat ini penderita Lupus di dunia mencapai lima juta orang yang sebagian besar perempuan usia 15-44 tahun. Prevalensi pada berbagai populasi berbeda-beda bervariasi antara 3.400 orang per 100 ribu penduduk. Setiap tahun ditemukan lebih dari 100 ribu penderita baru. Di Amerika Serikat, berdasarkan data Lupus Foundation of Amerika, pada 2009 terdapat satu sampai dua juta Odapus dengan pertumbuhan hampir 16 ribu orang setiap tahun. Di Indonesia jumlah penderita Lupus secara tepat belum diketahui tetapi diperkirakan mencapai jumlah 1,5 juta orang, yang belum semua teridentifikasi menderita Lupus.

Sekalipun jumlah penderita lupus di Indonesia terus meningkat tapi pemahaman masyarakat terhadap penyakit tersebut minim. Masyarakat masih memahami lupus dengan pengetahuan yang terbatas. Dalam rangka bulan kesadaran dan Hari Lupus Sedunia tanggal 10 Mei 2016 mari kita kenali penyakit ini dan bagaimana cara melawannya serta berikan dukungan terus kepada orang yang hidup dengan Lupus (Odapus).

Apa Itu Penyakit Lupus?

Penyakit Lupus adalah suatu penyakit kronik autoimun, dimana antibodi seseorang menyerang jaringan tubuhnya sendiri. Antibodi yang berlebihan yang seharusnya melawan kuman, bakteri, atau zat asing yang masuk ke dalam tubuh, justru menyerang jaringan tubuhnya sendiri.

Arti kata lupus sendiri dalam bahasa Latin berarti “anjing hutan”. Istilah ini mulai dikenal sekitar satu abad lalu. Awalnya, penderita penyakit ini dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi . Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.

Apa Sajakah Tipe-tipe Lupus?

Penyakit ini mempunyai tiga bentuk yaitu:

  1. Cutaneus Lupus (CL) yang mempengaruhi kulit;
  2. Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang menyerang organ tubuh seperti kulit, persendian, paru-paru, darah, pembuluh darah, jantung, ginjal, hati, otak, dan saraf;
  3. Drug Induced Lupus (DIL) yang timbul akibat penggunaan obat-obat tertentu.

Gejala Penyakit Lupus

Gejala lupus sangat beragam. Banyak Odapus yang hanya merasakan beberapa gejala ringan untuk waktu lama lalu tiba-tiba mengalami serangan yang parah. Meski gejala SLE bervariasi, ada tiga gejala utama yang umumnya selalu muncul, antara lain:

1. Rasa lelah yang ekstrem

Inilah gejala paling umum pada lupus yang sering dikeluhkan para penderita. Rasa lelah yang ekstrem sangat mengganggu dan menghambat aktivitas. Banyak penderita yang menyatakan bahwa gejala ini merupakan dampak negatif terbesar dari lupus dalam kehidupan mereka. Melakukan rutinitas sehari-hari yang sederhana, misalnya tugas rumah tangga atau rutinitas kantor, dapat membuat penderita penyakit lupus sangat lelah. Rasa lelah yang ekstrem tetap muncul bahkan setelah penderita cukup beristirahat.

2. Ruam pada kulit

penyakit-lupusYang menjadi ciri khas penyakit lupus adalah ruam yang menyebar pada batang hidung dan kedua pipi. Gejala ini dikenal dengan istilah ruam kupu-kupu (butterfly rash) karena bentuknya yang mirip sayap kupu-kupu. Bagian tubuh lain yang mungkin ditumbuhi ruam adalah tangan dan pergelangan tangan. Ruam pada kulit akibat lupus dapat membekas secara permanen dan bertambah parah jika terpapar sinar matahari akibat reaksi fotosensitivitas.

3. Nyeri pada persendian

Gejala utama lain dari penyakit lupus adalah rasa nyeri. Gejala ini umumnya muncul pada persendian tangan dan kaki penderita. Rasa nyeri juga mungkin dapat berpindah dengan cepat dari sendi satu ke sendi lain. Tetapi penyakit lupus umumnya tidak menyebabkan kerusakan atau cacat permanen pada persendian. Itulah yang membedakan penyakit lupus dengan penyakit lain yang juga menyerang persendian.

4. Gejala-gejala Lain yang Mungkin Menyertai

Tiap Odapus merasakan gejala yang berbeda-beda. Ada yang mengalami gejala ringan dan ada yang berat. Ada beragam gejala lain yang dapat muncul selain yang utama. Tetapi tidak semua gejala tersebut akan dialami penderita. Banyak penderita yang hanya mengalami gejala utama. Berikut adalah gejala-gejala lain yang kemungkinan dialami: sariawan yang terus muncul; demam tinggi (38ºC atau lebih); tekanan darah tinggi; pembengkakan kelenjar getah bening; sakit kepala; rambut rontok; mata kering; sakit dada; hilang ingatan; napas pendek akibat inflamasi paru-paru, dampak ke jantung, atau anemia; tubuh menyimpan cairan berlebihan sehingga terjadi gejala seperti pembengkakan pada pergelangan kaki; Jari-jari tangan dan kaki yang memutih atau membiru jika terpapar hawa dingin atau karena stres (fenomena Raynaud).

Penyebab Penyakit Lupus

Sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk melindungi tubuh dari sumber infeksi (misalnya, bakteri, atau virus) yang masuk. Itulah tujuan tubuh memproduksi antibodi. Tetapi sistem kekebalan tubuh penderita lupus akan berbalik menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh yang sehat. Inilah yang disebut dengan kondisi autoimun. Penyebab kondisi ini pada penyakit lupus belum diketahui secara pasti. Menurut sebagian besar pakar, lupus disebabkan oleh kombinasi dari beberapa penyebab.

1. Pengaruh Genetika

Faktor ini dipercaya sebagai salah satu penyebab penyakit lupus karena ada penelitian yang membuktikan bahwa jika salah satu anak kembar identik menderita penyakit lupus, saudaranya juga memiliki risiko setinggi 25% untuk terkena penyakit yang sama. Bukti lainnya adalah tingkat perkembangan penyakit lupus dengan variasi yang signifikan dalam tiap grup etnis.

Mutasi genetika kemungkinan berperan besar sebagai penyebab penyakit lupus. Menurut para peneliti, ada beberapa mutasi genetika yang kemungkinan menjadi pemicu meningkatnya risiko penyakit lupus. Saat terjadi kekacauan pada perintah normal dari gen tertentu, mutasi genetika akan muncul. Hal ini akan menyebabkan keabnormalan dalam kinerja tubuh.

Gen-gen termutasi umumnya berhubungan dengan fungsi tertentu dari sistem kekebalan tubuh. Mungkin inilah yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh penderita penyakit lupus mengalami kerusakan.

Alasan di balik jumlah penderita lupus wanita yang lebih banyak daripada pria kemungkinan karena sebagian gen termutasi mengandung kromosom X. Kromosom adalah struktur dalam inti sel yang mengandung informasi genetika. Pria memiliki satu kromosom X dan satu kromosom Y, sedangkan wanita memiliki sepasang kromosom X.

2. Pengaruh Lingkungan

Risiko orang-orang yang rentan menderita penyakit lupus bisa saja meningkat jika dipicu oleh beberapa faktor lingkungan. Meski belum terbukti secara luas, faktor-faktor tersebut meliputi:

  • Perubahan hormon yang terjadi pada wanita, misalnya pada saat pubertas atau hamil
  • Paparan terhadap sinar matahari
  • Obat-obatan yang dapat memicu lupus-akibat-obat. Jenis lupus ini biasanya akan hilang saat konsumsi obat yang menjadi penyebabnya dihentikan.

Selain faktor-faktor di atas, virus Epstein-Barr (EBV) juga dianggap berkaitan dengan penyakit lupus. Tetapi yang menjadi masalah adalah infeksi virus ini jarang menunjukkan gejala. Jika ada pun, gejalanya berupa penyakit demam kelenjar.

Pengobatan Penyakit Lupus

Penyakit Lupus tidak bisa disembuhkan. Tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi tingkat gejala serta mencegah kerusakan organ pada penderita penyakit lupus. Beberapa puluh tahun yang lalu, penyakit lupus dipandang sebagai penyakit terminal yang berujung kepada kematian. Ketakutan ini disebabkan oleh banyaknya penderita pada saat itu yang meninggal dunia akibat komplikasi dalam kurun waktu 10 tahun setelah didiagnosis mengidap lupus. Tetapi kondisi pada zaman sekarang sudah jauh lebih baik. Berkat pengobatan penyakit lupus yang terus berkembang, hampir semua penderita penyakit lupus saat ini dapat hidup normal atau setidaknya mendekati tahap normal. Bantuan dan dukungan dari keluarga, teman, serta staf medis juga berperan penting dalam membantu para penderita penyakit lupus dalam menghadapi penyakit mereka.

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>