Penyakit Malaria, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

malaria

Penyakit yang disebabkan oleh protozoa dan ditularkan melalui nyamuk Anopheles ini merupakan penyakit paling mematikan dalam sejarah manusia. Para ahli memperkirakan bahwa lebih dari 50.000 tahun manusia telah berhadapan dengan penyakit malaria. Menurut rekaman sejarah, demam periodik malaria telah ditemukan pada tahun 2700 SM di daerah China dan kekaisaran Romawi, dan rekaman medis pada abad 19 telah mencatat pada perang pasifik diperkirakan lebih dari 500 ribu tentara sekutu terinfeksi malaria dan 60 ribu diantaranya tewas.

Menurut data WHO, sekitar 4,2 miliar orang (hampir separuh populasi dunia) rentan terserang malaria. Pada 2015, ditemukan 214 juta orang terinfeksi malaria dan 438.000 di antaranya meninggal. Angka kematian akibat malaria jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ebola yang memicu kematian 4000 orang di Afrika tahun 2015 lalu.

Malaria juga merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini dapat menyebabkan kematian terutama pada kelompok risiko tinggi yaitu bayi, balita dan ibu hamil. Malaria juga berdampak pada penurunan produktifitas kerja akibat anemia. Saat ini malaria merupakan penyakit endemis di sebagian besar wilayah Indonesia, namun lebih banyak terjadi di daerah pedesaan dan terpencil.

Sebenarnya angka kesembuhan penyakit ini cukup tinggi jika dideteksi sejak dini. Namun seringkali penyakit ini menginfeksi di daerah terpencil sehingga pasien tidak langsung mendapatkan penanganan medis sehingga menimbulkan komplikasi berat bahkan kematian. Oleh karena itu sangat penting mengenali penyakit ini agar dapat mencegah dan menanganinya dengan cepat dan tepat.

Mengenal Penyakit Malaria

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit. Malaria menyebar melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi oleh parasit. Malaria bahkan bisa mematikan jika tidak ditangani dengan benar. Infeksi malaria bisa terjadi cukup dengan satu gigitan nyamuk. Malaria jarang sekali menular secara langsung dari satu orang ke orang lainnya. Contoh kondisi penularan penyakit ini adalah jika terjadi kontak dengan darah penderita atau janin bisa terinfeksi karena tertular dari darah sang ibu.

Parasit selanjutnya menyerang sel darah merah dan mulai memakan hemoglobin, bagian dar oksigen. Pecahnya sel darah merah yang terinfeksi plasmodium ini dapat menyebabkan timbu disertai menggigil. Karena banyak sel darah merah yang pecah, maka menyebabkan anemia.

Penyebab dan Jenis Penyakit Malaria

Penyebab Penyakit Malaria adalah Plasmodium, terdapat 4 jenis plasmodium yaitu plasmodium vivax, plasmodium ovale, plasmodium falciparum dan malaria plasmodium. Khusus untuk plasmodium falciparum sering menjurus ke malaria berat yang sering menyebabkan kemarian. (pada tahun 2010 menurut data WHO terdapat angka kematian hingga 90% akibat malaria plasmodium falciparum didaerah sub sahara), sedangkan 3 jenis plasmodium lain menyebabkan malaria skala ringan dan jarang menjurus ke malaria akut. Selain itu juga terdapat plasmodium knowlesi yang umumnya menyebabkan malaria pada hewan jenis kera dan primata lain dan dapat juga menginfeksi manusia walaupun jarang terjadi.

Gejala Penyakit Malaria

Untuk gejala penyakit malaria, biasanya ditandai dengan terjadinya mengigil, demam, sakit kepala, mual, muntah, penyakit diare, dan juga nyeri sendi serta terasa pegal-pegal pada tubuh. Dan gejala akan terbagi menjadi 3 stadium yakni adalah:

1. Stadium dingin

Untuk stadium dingin, maka penderita baisanya akan merasakan gejala seperti dingin dan juga menggigil yang luar biasa, selain itu denyut nadi yang akan terasa lebih cepat namun akan terjadi dengan lemah. Selain itu, bibir dan jari yang akan terlihat berwarna kebiruan.

2. Stadium demam

Untuk fase stadium ini maka penderita biasanya akan merasakan panas, muka yang kemerahan, kulit yang agak kering, muntah dan juga sakit kepala. Suhu tubuh biasanya bisa mencapai sekitar 40 derajat celcius bahkan lebih. Terkadang para penderita juga akan mengalami kekejangan. Gejala seperti ini biasanya akan berlangsung paling tidak selama 2-4 jam lebih.

3. Stadium berkeringat

Pada stadium berkeringat biasanya penderita penyakit malaria akan merasakan tubuhnya selalu berkeringat. Suhu tubuh yang terjadi biasanya dibawah rata-rata sehingga akan mengakibatkan suhu tubuh berubah menjadi dingin. Karena sering merasakan berkeringat, maka biasanya penderita juga sering merasa haus dan keadaan tubuh mereka yang lemah.

Sedangkan untuk gejala penyakit malaria yang berat, maka biasanya gejala yang muncul adalah:

  • Pingsan atau hilangnya kesadaran
  • Sering mengigau
  • Bicara dengan kata-kata yang salah dan tidak bisa terkontrol dengan baik
  • Mengalami kekejangan
  • Dehidrasi
  • Sesak nafas atau bernapas dengan cepat

Pengobatan Malaria

Pemulihan secara sempurna bisa dilakukan jika malaria diobati dan dirawat dengan benar. Jenis obat-obatan antimalaria dipakai untuk mencegah dan juga mengobati malaria. Obat-obatan yang diberikan tergantung pada beberapa hal. Tingkat keparahan gejala-gejalanya bisa menjadi salah satu pertimbangan. Selain itu akan diperiksa mengenai jenis parasit yang menyebabkan malaria. Khusus terhadap penderita yang sedang hamil, pengobatan malaria akan dibedakan dengan penderita yang sedang tidak hamil.

Komplikasi Penyakit Malaria

Penyakit malaria akan memiliki dampak lebih buruk jika menjangkiti wanita hamil, bayi, anak kecil, dan orang tua. Malaria berpotensi membuat ketahanan tubuh menurun secara drastis dalam waktu yang singkat. Karena itu, penanganannya perlu dilakukan dengan cepat. Dehidrasi, anemia yang parah dan gagalnya organ tubuh adalah beberapa komplikasi malaria yang bisa terjadi jika malaria tidak ditangani sejak awal.

Pencegahan Malaria

Menghindari agar tidak tergigit nyamuk adalah cara pencegahan yang paling utama agar tidak tertular malaria. Anda bisa memakai kelambu untuk menutupi ranjang, memakai losion anti serangga dan menggunakan pakaian atau selimut yang menutupi kulit tubuh. Selain itu, menjaga kebersihan sekitar Anda seperti menyingkirkan genangan air, juga merupakan upaya pencegahan penting agar nyamuk tidak dapat melakukan perkembang biakan. Jika Anda sedang melakukan suatu kunjungan pada daerah yang terkenal sebagai tempat endemis penyakit malaria, maka sebaiknya minumlah obat pence

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>