Informasi Penting! Pengelolaan Kaki Diabetes yang Tepat Untuk Mencegah Amputasi & Komplikasi

pengelolaan-kaki-diabetes

Diabetes Melitus (DM) saat ini telah menjadi persoalan kesehatan masyarakat di Indonesia karena dampak kesakitan, kecacatan dan kematian yang berimplikasi terhadap peningkatan beban pembiayaan kesehatan. Badan Kesehatan Dunia WHO telah memperkirakan akan terjadi kenaikan jumlah penyakdang DM di Indonesia dari 8,4 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Pada tahun 2014 terdapat 4,9 juta penyandang DM meninggal di seluruh dunia atau tiap 7 (tujuh) detik 1 (satu) orang meninggal karena DM (International Diabetes Federation/IDF). Berdasarkan data IDF tahun 2013, Indonesia berada pada peringkat ke-7 negara-negara dengan jumlah penyandang DM terbanyak. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 dan 2013 menunjukkan terjadinya peningkatan prevalensi DM di Indonesia dari sebesar 5,7% menjadi 6,9%.

DM berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi yang umumnya dibagi menjadi dua kelompok yaitu komplikasi makrovaskular (penyakit jantung, stroke dan penyakit pembuluh darah tepi) dan komplikasi mikrovaskular (retinopati, neuropati dan nefropati). Komplikasi DM ini sebenarnya sudah dimulai sejak dini sebelum DM terdiagnosis. Sekitar 50% pasien ketika didiagnosis telah menyandang satu komplikasi kronik. Salah satu komplikasi yang tersering dan perlu mendapatkan perhatian untuk ditangani dengan segera adalah kaki diabetes.

Kaki diabetes merupakan komplikasi kronik DM yang paling ditakuti karena tindakan amputasinya dan tingkat kematiannya yang tinggi. Kasus ulkus dan ganggren diabetes merupakan kasus DM yang paling banyak dirawat di rumah sakit. Sepanjang hidupnya seorang penyandang DM memiliki risiko sebesar 15-25% untuk mengalami ulkus pada kakinya. Sebanyak 15% dari jumlah tersebut akan berlanjut mengalami osteomielitis dan pada akhirnya 15-25% dari penyandang ulkus ini akan menjalani amputasi. Jadi kurang lebih tiap 30 detik seorang penyandang DM kehilangan tungkai bawahnya di suatu tempat di dunia. Diantara penyandang DM yang mengalami ulkus pada kaki, 28-100% akan mengalami luka berulang (reulserasi) dalam waktu 1-4 tahun. Kurang lebih 50% pasien yang mengalami amputasi akan menjalani amputasi pada kaki yang lain dalam waktu 3 tahun dan 5 tahun setelah menjalani amputasi, 60% pasien akan meninggal.

Di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada tahun 2007, angka amputasi mencapai 35% dari 111 penyandang DM. Dari jumlah tersebut 30% merupakan amputasi mayor. Jumlah kematian akibat amputasi mencapai 15%. Data dari tahun 2010-2011 menunjukkan terjadinya peningkatan amputasi menjadi 54%. Sementara itu, beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan angka kematian akibat ulkus atau ganggren berkisar 17-23%, sedangkan angka amputasi berkisar 15-30%. Angka kematian 1 tahun pasca amputasi berkisar 14,8% dan jumlah ini meningkat pada tahun ketiga menjadi 37%. Rerata umur pasien hanya 23,8 bulan pasca amputasi.

Berdasarkan kondisi diatas, terlihat ancaman nyata bahaya komplikasi DM khususnya ancaman terjadinya amputasi dan risiko setelah amputasi. Kondisi ini sebenarnya dapat diminimalisir jika dilakukan upaya pengelolaan kaki diabetes sejak dini. Berikut ini kami paparkan beberapa informasi penting seputar pengelolaan kaki diabetes untuk mencegah komplikasi dan risiko amputasi akibat DM.

Pencegahan Kaki Diabetes

Untuk pencegahan kaki diabetes maka lakukanlah:

  • Periksa kaki setiap hari
  • Cuci kaki setiap hari, gunakan sabun lembut dan segera keringkan terutama di sela-sela jari kaki
  • Jaga kuku tetap pendek
  • Lindungi kaki dari trauma (panas, tajam, dll)
  • Selalu memakai alas kaki
  • Lihat ke dalam sepatu sebelum dipakai
  • Selalu memakai kaos kaki dan ganti setiap hari
  • Jika menggunakan sepatu baru, lepas sepatu bertahap atau setiap 2 jam
  • Jika kulit kering segera gunakan pelembab
  • Jika ada kelainan pada kaki, segera hubungi petugas kesehatan.

Hal-hal yang tidak boleh dilakukan:

  • Jangan merendam kaki terlalu lama
  • Jangan gunakan botol panas atau peralatan listrik untuk memanaskan kaki
  • Jangan berjalan di atas aspal atau panas tanpa alas kaki
  • Jangan gunakan silet untuk mengurangi kapalan
  • Jangan pakai sepatu atau kaos kaki sempit
  • Jangan gunakan sepatu berhak tinggi dan atau ujung kaki lancip
  • Jangan menyilangkan kaki terlalu lama saat duduk
  • Jangan gunakan obat-obatan untuk menghilangkan “mata ikan” tanpa anjuran dokter
  • Jangan gunakan silet atau pisau untuk kaki
  • Jangan membiarkan luka kecil di kaki, sekecil apapun.

Perawatan Kaki Diabetes

  • Bersihkan kaki setiap hari dengan air bersih dan sabun mandi. Bila perlu gosok kaki dengan sikat lembut atau batu apung. Keringkan kaki dengan handuk lembut dan bersih termasuk daerah sela-sela jari kaki
  • Berikan pelembab/lotion (body lotion) pada daerah kaki yang kering agar kulit tidak menjadi retak. Tetapi jangan berikan pelembab pada sela-sela jari kaki karena sela-sela jari akan menjadi sangat lembab dan dapat menimbulkan tumbuhnya jamur
  • Gunting kuku kaki lurus mengikuti bentuk normal jari kaki, tidak terlalu dekat dengan kulit, kemudian kikir agar kuku tidak tajam. Bila penglihatan kurang baik, mintalah pertolongan orang lain untuk memotong kuku atau mengikir kuku setiap dua hari sekali. Bila kuku keras sulit dipotong, rendam kaki dengan air hangat selama sekitar 5 menit, bersihkan dengan sikat kuku, sabun dan air bersih. Bersihkan kuku setiap hari pada waktu mandi dan berikan krem pelembab kuku
  • Pakai alas kaki sepatu atau sendal untuk melindungi kaki agar tidak terjadi luka, juga di dalam rumah. Jangan gunakan sandal jepit karena dapat menyebabkan lecet di sela jari pertama dan kedua
  • Gunakan sepatu atau sandal yang baik yang sesuai dengan ukuran dan enak untuk dipakai, dengan ruang dalam sepatu yang cukup untuk jari-jari
  • Periksa sepatu sebelum dipakai, apakah ada kerikil, benda-benda tajam seperti jarum dan duri. Lepas sepatu setiap 4-6 jam serta gerakkan pergelangan dan jari-jari kaki agar sirkulasi darah tetap baik terutama pada pemakaian sepatu baru, lepaskan sepatu setiap 2 jam kemudian periksa keadaan kaki
  • Bila ada luka kecil, obati luka dan tutup dengan pembalut bersih, periksa apakah ada tanda-tanda radang. Segera ke dokter bila kaki mengalami luka
  • Periksakan kaki ke dokter secara rutin

Tips Memilih Alas Kaki yang Tepat

  • Belilah sepatu yang ukurannya tepat yang dapat diikat dengan tali
  • Carilah sepatu yang mengikuti bentuk kaki
  • Tinggi hak sepatu sebaiknya di bawah 5 cm
  • Jangan menggunakan sandal sepanjang hari

Senam Kaki Diabetes

Senam kaki diabetes adalah suatu upaya pencegahan terjadinya komplikasi pada kaki penderita diabetes. Senam kaki dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot-otot kecil kaki dan mencegah terjadinya kelainan bentuk kaki. Latihan senam kaki diabetes dapat dilakukan setiap hari secara teratur, sambil santai di rumah bersama keluarga, juga waktu kaki terasa dingin.

Dibawah ini terdapat 8 langkah yang harus Anda lakukan pada saat senam:

No Gerakan Senam Kaki Gambar
1 Duduk dengan baik di atas kursi sambil meletakkan kaki ke lantai kaki-1
2 Sambil meletakkan tumit dilantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan ke atas dan dibengkokkan ke bawah sebanyak 10 kali kaki-2
3 Sambil meletakkan tumit di lantai, angkat telapak kaki ke atas. Kemudian jari-jari kaki diletakkan di lantai sambil tumit kaki diangkat ke atas. Langkah ini diulangi sebanyak 10 kali kaki-3
4 Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian depan kaki diangkat ke atas dan putaran 360 derajat dibuat dengan pergerakan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali kaki-4
5 Jari-jari diletakkan di lantai, tumit diangkat dan putaran 360 derajat dibuat dengan pergerakan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali kaki-5
6 Kaki diangkat ke atas dengan meluruskan lutut. Putaran 360 derajat dibuat dengan pergerakan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali kaki-6
7 Lutut diluruskan dan dibengkokkan ke bawah sebanyak 10 kali. Ulangi langkah ini untuk kaki yang sebelah lagi kaki-7
8 Letakkan sehelai kertas koran di lantai. Renyukkan kertas itu menjadi bola dengan kedua kaki. Kemudian, bukakan bola itu menjadi kertas yang lebar menggunakan kedua belah kaki. Langkah ini dilakukan sekali saja kaki-8

Sumber Bacaan:
Kemenkes RI (2015). Petunjuk Teknis Pengelolaan Kaki Diabetes Berbasis Masyarakat

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>