Cegah KLB Sedini Mungkin, Dinkes Inhu Perkuat SKDR Berbasis Website

IMG-20170321-WA0009

Rengat-Dinkes Inhu. Early Warning Alert and Respons System (EWARS) atau disebut juga Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) adalah sebuah sistem yang berfungsi dalam mendeteksi adanya ancaman atau indikasi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular. SKDR merupakan salah satu cara jitu untuk menangkal terjadinya KLB karena sistem ini akan memberikan sinyal “alert” bila jumlah kasus melebihi nilai ambang yang telah ditentukan. Cara ini sangat efektifi untuk menekan morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh penyakit-penyakit yang berpotensi KLB.

Dalam rangka memperkuat SKDR tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu melalui Seksi Surveilans, Imunisasi dan Kesehatan Matra Bidang P2P pada Selasa (21/03) mengadakan Pertemuan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon Berbasis Web yang bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu.

Pertemuan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon Berbasis Web ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pengelola sistem tentang Sistem EWARS, sehingga pengelola dapat memberikan pelaporan tentang penyakit menular yang telah terdeteksi oleh sistem secara cepat dan tepat kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan sebagai stimulasi dalam melakukan pengendalian KLB penyakit menular, meminimalkan kematian yang berhubungan dengan KLB, dan memonitor kecenderungan penyakit menular serta menilai dampak program pengendalian penyakit yang spesifik.

IMG-20170321-WA0006

Keseriusan peserta saat pertemuan

Kegiatan pertemuan ini dibuka langsung oleh Kepala Bidang P2P Evy Irma Junita, SKM, M.Kes mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kab. Inhu. Sebagai Peserta pertemuan adalah seluruh pengelola program SKDR Puskesmas se-Kabupaten Indragiri Hulu. Dalam sambutannya Kepala Bidang P2P menyampaikan tentang pentingnya SKDR ini dan manfaat yang diperoleh jika sitem ini berjalan optimal.

“Dengan adanya Sistem EWARS berbasis web ini akan memudahkan pengelola program surveilans dalam mendeteksi adanya indikasi KLB secara cepat, tepat dan akurat. Untuk itu perlu adanya peningkatan kemampuan pengelola dalam mengoperasikan sistem EWARS tersebut,” ujar Kabid P2P.

Selain itu, Evy Irma juga mengingatkan tentang ancaman penyakit-penyakit berpotensi KLB yang kapan saja dapat menyebar di masyarakat dan perlu direspon sedini mungkin agar tidak menjadi masalah kesehatan.

“Adapun penyakit yang menjadi peringatan dini KLB dalam sistem EWARS hanya dengan satu kasus yaitu tersangka flu burung pada manusia, tersangka campak, tersangka difteri, tersangka pertussis, AFP, kasus gigitan hewan penular rabies, tersangka antrax, tersangka leptospirosis, tersangka kolera, tersangka tetanus neonatum, tersangka tetanus dan tersangka HFMD. Apabila ditemukan ada indikasi KLB dengan satu kasus pada jenis penyakit tersebut, maka Puskesmas harus segera melaporkan kasus tersebut ke Dinas Kesehatan Kab. Indragiri Hulu” ungkapnya.

Sebagai narasumber utama pertemuan ini, hadir langsung Kepala Seksi Surveilans, Imunisasi dan Kesehatan Matra Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dr. Siska Handayani, M.Kes yang didampingi oleh Surveillance Officer (SO) SKDR Provinsi Riau Muhammad Yamin, SKM. Pada kesempatan ini, kedua narasumber tersebut mengupas tuntas tentang SKDR dan memberikan banyak masukan yang sangat bermanfaat dalam memperkuat SKDR di Kabupaten Indragiri Hulu.

IMG-20170321-WA0005

 

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>