WASPADAI KANKER PAYUDARA

KANKER Kanker Payudara adalah Tumor Ganas yang terjadi pada payudara, dan berasal dari sel-sel dan jaringan yang ada pada payudara kita sendiri. Sebagian besar kanker ini berasal dari sel-sel sistem saluran air susu, dan sebagian kecil lainnya berasal dari sel-sel jaringan penunjang yang terdapat dalam payudara. Kanker pada payudara dapat cepat membesar dan menyusup ke jaringan sekitarnya dan menimbulkan kerusakan pada jaringan yang berdekatan dengan payudara, serta dapat menyebar ke tempat yang jauh, dan menimbulkan kerusakan organ lain pada tubuh seperti kelenjar getah bening, tulang, paru-paru, hati dan otak. Hal ini berbeda dengan Tumor Jinak payudara yang membesar dengan lambat serta tidak dapat menyusup ke jaringan sekitarnya. Dari tahun ke tahun angka kejadian kanker payudara terus meningkat di dunia. Di Indonesia, angka kejadian tertinggi kanker pada wanita saat ini adalah kanker payudara, kemudian disusul kanker leher rahim. Angka kejadian kanker payudara di Indonesia 26/100.000, yang berarti ada 26 wanita menderita kanker payudara di setiap 100.000 wanita Indonesia 1.

          Deteksi dini kanker payudara sangat diutamakan, karena harapan kesembuhan dapat dicapai bila kanker masih dalam stadium awal /dini. Pencegahan kanker payudara dengan pola hidup yang sehat juga tidak kalah penting, karena bila telah terjadi kanker, akan dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk pengobatannya.

          Deteksi dini idealnya dilakukan dengan pemeriksaan mamogra rutin setiap tahun pada wanita usia 40 tahun atau lebih, dan usia di atas 35 tahun bagi wanita yang memiliki faktor-faktor resiko yang mempermudah terjadinya kanker payudara 2. Karena keterbatasan dana, di negara kita digalakkan deteksi dini kanker payudara dengan metoda SADARI (pemeriksaan payudara sendiri), disamping skrining dengan menggunakan foto payudara atau biasa disebut mamogra.

TERJADINYA KANKER,…….

            Penyebab kanker yang pasti belum diketahui, tetapi ada beberapa faktor penting yang diperkirakan dapat menginduksi terjadinya kanker, yaitu :

 1) Bahan karsinogen,

 2) Radiasi,

 3) Infeksi virus yang kronis,

 4) Familia / diwariskan dari orang tua.

 Bahan karsinogen merupakan bahan kimia yang dapat menginduksi terjadinya kanker, seperti bahan tar pada rokok, polisiklik aromatic hidrokarbon/bahan pewarna hitam, a atoksin yang diproduksi oleh jamur tempe, bahanbahan industri seperti arsen, polovinil, benzidine, nickel, gas mustard, dan masih banyak lainnya. Prinsipnya, kita harus waspada terhadap pencampuran makanan dengan bahan-bahan yang tidak alami / kimia.

  • Radiasi sebagai bahan penginduksi kanker yang dimaksud di atas adalah penggunaan sinar X / Rontgen / ronsen untuk diagnostik dengan dosis yang berlebihan / terlalu sering, dan penggunaan radiasi eksterna untuk pengobatan kelainan yang bukan kanker. Radiasi jenis lainnya adalah sinar ultra violet jenis ß ( panjang gelombang 280 sampai 320 ). Radiasi sinar ini terdapat pada sinar matahari antara jam 10.00 sampai jam 12.00. Paparan yang berlebihan dan sering, dapat mengginduksi terjadinya kanker kulit.
  • Infeksi virus seperti human papiloma virus ( HPV ) akan menyebabkan terjadinya Kanker Leher Rahim.
  • Faktor familial juga dapat sebagai faktor penginduksi terjadinya kanker. Kelainan gen yang dimaksud adalah penderita mewarisi gen yang mudah rusak dan kurang mampu mereparasi sendiri kerusakan gen tersebut, sehingga mudah terjadi mutasi gen bila terpapar bahan-bahan karsinogen, virus atau radiasi. Mutasi gen akan menghasilkan produk-produk protein yang mendukung terjadinya kanker. Pencegahan dilakukan dengan menghindari faktor luar/karsinogen yang dapat menginduksi terjadinya kanker, banyak makan buah dan sayuran, rutin berolahraga ringan dan teratur, serta waspada/menghindari faktor predisposisi terjadinya kanker (faktor yang memudahkan timbulnya kanker).

DETEKSI DINI,……
Deteksi adanya kanker payudara dapat dilakukan dengan SADARI dan skrining menggunakan alat foto payudara yang disebut mamogra. Pemeriksaan mamogra membutuhkan biaya, sedangkan SADARI tidak membutuhkan biaya. SADARI dilakukan setiap bulan pada wanita usia di atas 35 tahun, dan dilaksanakan pada hari ke tujuh setelah selesai menstruasi. Apabila ada perbedaan atau ada sesuatu yang ganjil antara payudara kiri dan kanan (bukan perbedaan yang dibawa sejak lahir), harus segera diperiksakan pada dokter.

Cara melakukan SADARI adalah sebagai berikut :

 1) Berdiri didepan cermin, perhatikan payudara dengan posisi tolak pinggang dan mengangkat kedua lengan;

 2) Raba payudara pada posisi berdiri;

 3) Raba payudara pada posisi berbaring;

 4) Bila ada yang mencurigakan, segera kunjungi dokter.

Apa saja yang harus diperhatikan pada SADARI :

 1) Bentuk tidak simetris

 2) Ada benjolan ?, Ada pengkerutan di lokasi tertentu ?

3) Ada puting yang tertarik ke dalam pada salah satu payudara ?

4) Adakah cairan yang keluar dari salah satu puting bila dipencet ? Warna cairannya ?

5) Adakah lecet atau koreng pada puting maupun daerah areola /cokelat ?

6) Adakah cekungan yang menetap, atau perubahan kulit payudara seperti kulit jeruk ?

PENGOBATAN KANKER PAYUDARA,……
Pengobatan kanker payudara dilakukan secara multidisiplin ilmu secara bersama-sama, yang meliputi: Operasi, Kemoterapi, Radiasi, Hormonal terapi, Imunoterapi.
Kesemua jenis pengobatan tersebut dapat dilakukan semuanya, sebagian, berurutan atau tidak berurutan, tergantung dari jenis kanker payudara dan stadium kankernya. Makin dini kanker ditemukan, maka makin simpel pengobatannya. Pengobatan dini yang tepat dan adekuat akan menghasilkan kesembuhan, sedangkan pengobatan yang kurang tepat pada awal pengobatan akan membuahkan kesulitan – kesulitan yang terus berlanjut……..

 

Related Posts
Leave a reply