Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Pasca Banjir

Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Pasca Banjir

UPTD Puskesmas Batang Peranap, Banjir melanda Kecamatan Batang Peranap mulai dari bulan September 2018 hingga Desember ini menjadi perhatian UPTD Puskesmas Batang Peranap untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk di wilayah kerja Puskesmas Batang Peranap untuk mencegah terjadinya penyakit demam berdarah.

Upaya pertama yang bisa dilakukan untuk mengendalikan nyamuk penyebab DBD adalah dengan mengendalikan lingkungan terlebih dahulu, Pengendalian secara lingkungan ini dilakukan dengan tujuan membatasi ruang nyamuk untuk berkembang biak, sehingga harapannya nyamuk penyebab DBD ini bisa musnah. Program 3M yang sudah sangat kita kenal, menjadi salah satu cara mengendalikan perkembangbiakan nyamuk secara lingkungan. Secara lengkap, pemberantasan sarang nyamuk secara lingkungan, bisa dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

1.Program 3M (Menguras, Menutup dan Menggunakan Kembali ) Plus

  • Menguras tempat penampungan air secara teratur, setidaknya seminggu sekali. Kenapa harus seminggu sekali ? karena telur nyamuk membutuhkan waktu sekitar 7-10 hari untuk bisa berubah menjadi nyamuk. Jadi sebelum telur itu berubah jadi nyamuk, tempat perkembangbiakannya sudah kita bersihkan.
  • Menutup rapat tempat penampungan air, ini juga dilakukan agar tempat-tempat tersebut tidak bisa dijadikan nyamuk untuk berkembangbiak
  • Menggunakan Kembali barang-barang bekas, seperti botol minuman menjadi pot bunga, dll.

2.  Menggunakan lotion anti nyamuk dan memakai kelambu saat tidur.

3. Mengganti air yang ada pada vas bunga atau tempat minum di sarang burung, setidaknya dilakukan seminggu sekali

4.  Membersihkan saluran air jika tersumbat oleh sampah, karena setiap genangan air bisa dimanfaatkan oleh nyamuk untuk berkembang biak.

5. Melakukan pemasangan kawat kasa di lubang jendela/ventilasi untuk mengurangi akses masuk nyamuk ke dalam rumah

6. Tidak membiasakan menggantung pakaian baik pakaian baru atau bekas di dalam rumah.

Tindakan mencegah lebih baik dari pada mengobati, oleh sebab itu karena banyaknya penyakit yang akan terjadi pasca banjir ini maka masyarakat harus bertindak cepat dalam menaggulangi penyakit tersebut.

PSN perlu ditingkatkan terutama pada musim penghujan dan pancaroba, karena meningkatnya curah hujan dapat meningkatkan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD, sehingga seringkali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) terutama pada saat musim penghujan.

Inilah daftar penyakit pasca banjir ini yang harus dicegah sedini mungkin :

1. Diare

Ketika banjir semua sampah, got, septic tank, serta berbagai kotoran lainnya sudah bercampur baur menjadi satu. Ketika air banjir surut dan kering, kotoran serta kumannya tertinggal pada benda-benda yang terkena banjir, serta dapat terbang terbawa angin.

Cara mengatasinya : cucilah semua perabotan dengan baik menggunakan karbol atau desinfektan. Jangan hanya terfokus pada bidang horisontal (mendatar), tetapi sekalah juga bidang vertikal (tegak) seperti dinding lemari bagian luar maupun dalam.

Selalu cucilah tangan dan peralatan makan baik-baik sebelum digunakan, walaupun tidak terkena banjir. Hindari jajan di tepi jalan atau membeli makanan dari restoran yang Anda tidak ketahui kebersihannya.

2. DBD (Demam Berdarah Dengue)

Nyamuk penyebab demam berdarah berkembang biak di air bersih, tetapi setelah banjir penyakit ini sering mewabah karena kita cenderung menampung air bersih, serta curah hujan yang tinggi membuat banyak wadah terisi air hujan di sekitar rumah kita.

Gejalanya : panas tinggi tak kunjung reda. Demam mungkin turun setelah meminum obat pereda panas, tetapi suhu badan naik kembali setelah efek obat hilang dan berlangsung beberapa hari.

Cara mengatasinya :

Buang semua genangan air yang tidak berguna. Kuras air di bak kamar mandi minimal setiap 3 hari sekali. Jangan tunda ke dokter bila demam tidak sembuh setelah 2-3 hari.

3. Demam tifoid

Penyakit ini disebabkan karena makanan yang tidak bersih.

Demam tifoid merupakan penyakit yang mengancam kesehatan bahkan nyawa, yang disebabkan oleh bakteri Salmonela Typhi yang dapat hidup di dalam tubuh manusia. Bakteri tersebut berkembang biak  dan menyebar melalui aliran darah dalam tubuh manusia dan tubuh bereaksi dengan deman dan gejala lainnya.

Orang yang menderita demam tifoid, walau sudah sembuh tapi masih membawa bakteri tersebut dalam tubuh mereka dapat menyebarkan bakteri tersebut ke orang lain. Hal ini dapat dibuktikan dari kotoran mereka yang mengandung bakteri Salmonella Typhi.

Demam tifoid dapat tersebar bila kita memakan makanan yang telah disiapkan oleh orang yang membawa bakteri Salmonella Typhi tersebut atau meminum minuman yang yang mengandung bakteri Salmonela Typhi atau mencuci makanan dengan air yang mengandung bakteri Salmonella Typhi.

Dan sekali saja bakteri Salmonella Typhi itu masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman, maka bakteri tersebut akan berkembang biak dan menyebar ke aliran darah tubuh kita, sehingga menjadi demam.

4. Leptospirosis

Penyakit ini disebabkan oleh kuman pada air kencing dan kotoran tikus yang masuk ke tubuh kita melalui luka. Gejalanya adalah panas, menggigil, dan sakit kepala.

Cara mengatasinya : hindari terkena air banjir, terutama bila kita sedang mengalami luka. Gunakan sepatu bila terpaksa berjalan di tengah banjir, supaya tidak terkena paku atau benda tajam lainnya yang dapat melukai kita.

5. ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut)

Gejalanya adalah demam dan batuk, serta dapat disertai sesak nafas atau nyeri dada.

Cara mengatasinya : tutuplah mulut bila batuk atau bersin, tidak meludah sembarangan, tingkatkan kekebalan tubuh, banyak istirahat dan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

6. Aneka penyakit kulit

Kotoran pada air dapat menyebabkan penyakit kulit, mulai dari yang ringan seperti gatal-gatal hingga yang berat seperti infeksi.

Cara mengatasi : selalu membersihkan diri setelah terkena air banjir, dan gunakan obat yang sesuai bila sudah terkena penyakit kulit tersebut.

 

 

 

 

 

 

Related Posts
Leave a reply