SOSIALISASI TABURI (TANGGAP IBU HAMIL RESIKO TINGGI) DI UPTD PUSKESMAS SIPAYUNG

SOSIALISASI TABURI (TANGGAP IBU HAMIL RESIKO TINGGI) DI UPTD PUSKESMAS SIPAYUNG

RENGAT, 27 NOVEMBER 2018
FB_IMG_1543405111724 Kehamilan risiko tinggi adalah suatu kondisi kehamilan yang bisa mengancam kesehatan dan keselamatan ibu dan janin. Kondisi ini bisa disebabkan karena komplikasi saat kehamilan, namun bisa juga disebabkan oleh suatu kondisi medis yang sudah ibu miliki sejak sebelum hamil. Ibu hamil yang mengalami kondisi ini harus rajin memeriksakan diri dan membutuhkan pengawasan dan perawatan ekstra dari dokter.

Berikut ini adalah faktor yang mempengaruhi kehamilan berisiko rendah atau berisiko tinggi, antara lain:
– Tinggi badan Ibu kurang dari 140 cm
– Hamil pada usia lebih dari 35 tahun atau kurang dari 16 tahun
– Berat badan kurang dari 45 kg atau kelebihan berat badan
– Riwayat merokok dan konsumsi alkohol berlebih

Kriteria Kehamilan Berisiko

Kehamilan Risiko Rendah (KRR)
Persalinan dengan kehamilan risiko rendah dalam dilakukan secara normal dengan keadaan ibu dan bayi sehat, tidak dirujuk dan dapat ditolong oleh bidan.
Kehamilan Risiko Tinggi (KRT)
masalah pada kehamilan, baik dari pihak ibu maupun bayi dalam kandungan yang memberi dampak kurang menguntungkan baik bagi ibu atau calon bayi. Kategori KRT memiliki risiko kegawatan tetapi tidak darurat.
Kehamilan Risko Sangat Tinggi (KRST)
Ibu hamil dengan dua atau lebih faktor risiko meningkat dan memerlukan ketepatan waktu dalam melakukan tidakan rujukan serta pertolongan persalinan yang memadai di Rumah Sakit ditantangani oleh Dokter spesialis.
FB_IMG_1543405093087Batasan Faktor Risiko 
A. Ada Potensi Gawat Obstetri (APGO) merupakan banyak faktor atau kriteria – kriteria risiko kehamilan. Ibu hamil primi muda, primi tua, primi tua sekunder, anak terkecil ≤ 2 tahun, Tinggi Badan (TB) ≤ 145 cm, riwayat penyakit, kehamilan hidramnion dan riwayat tindakan ini merupakan faktor fisik pertama yang menyebabkan ibu hamil berisiko.
B. Ada Gawat Obstetri tanda bahaya pada saat kehamilan, persalinan, dan nifas. Beberapa penyakit ibu hamil yang dikategorikan sebagai gawat obstetri yaitu: anemia, malaria pada ibu hamil, penyakit TBC, payah jantung, diabetes militus, HIV/AIDS, toksoplasmosis.

Berikut adalah penyebab terjadinya kehamilan risiko tinggi:

Usia Ibu

Salah satu faktor risiko yang paling umum untuk kehamilan berisiko tinggi adalah usia ibu. Wanita yang akan berada di bawah usia 17 atau di atas usia 35 saat melahirkan bayinya berada pada risiko yang lebih besar terhadap adanya komplikasi dibandingkan denganusia remaja akhir dan awal 30-an. Risiko keguguran dan cacat genetik lebih meningkat setelah usia 40

Kondisi medis yang ada sebelum kehamilan

Kondisi seperti tekanan darah tinggi, masalah pernapasan, ginjal, jantung, kencing manis,obesitas, tiroid, penyakit menular seksual (PMS), atau infeksi kronis seperti HIV dapat menimbulkan risiko bagi ibu dan atau bayi yang belum lahir. Adanya riwayat keguguran, masalah dengan kehamilan sebelumnya atau kehamilan dengan adanya riwayat keluarga kelainan genetik juga merupakan faktor risiko kehamilan berisiko tinggi

Persalinan prematur

Persalinan prematur adalah persalinan yang dimulai sebelum 37 minggu kehamilan. Faktor-faktor yang dapat memicu persalinan prematur adalah wanita dengan faktor risiko tinggi, seperti infeksi, leher rahim pendek, dan adanya riwayat kelahiran prematur sebelumnya

 

 

Related Posts
Leave a reply