Cegah Kebutaan & Penyakit Sejak Dini, Pastikan Bayi & Balita Anda Mendapatkan Vitamin A

Cegah Kebutaan & Penyakit Sejak Dini, Pastikan Bayi & Balita Anda Mendapatkan Vitamin A

Menurut data WHO, diperkirakan terdapat 250 juta anak pra-sekolah di seluruh dunia mengalami kekurangan vitamin A. Setiap tahun terdapat sekitar 250.000 – 500.000 anak mengalami kebutaan dan separuh anak ini kemudian meninggal dalam jangka waktu 12 bulan akibat kekurangan vitamin A. Kekurangan vitamin A meningkatkan risiko anak menjadi rentan terkena penyakit infeksi seperti infeksi saluran pernafasan atas, campak dan diare. Oleh sebab itu WHO berserta UNICEF mengkampanyekan pemberian suplementasi vitamin A dosis tinggi 2 kali dalam satu tahun kepada kelompok-kelompok masyarakat yang rentan mengalami kekurangan vitamin A

Menyikapi kebijakan global tersebut, sejak tahun 1970-an Indonesia telah aktif mengkampanyekan penanganan kondisi kekurangan vitamin A, melalui program suplementasi vitamin A dua kali dalam satu tahun, dengan sasaran anak usia 6 – 59 bulan. Hingga saat ini program pemberian suplementasi vitamin A pada kelompok masyarakat yang rentan kekurangan vitamin A masih terus dilakukan.

Kurang Vitamin A pada anak biasanya terjadi pada anak yang menderita Kurang Energi Protein (KEP) atau gizi buruk sebagai akibat asupan zat gizi sangat kurang,termasuk zat gizi mikro dalam hal ini vitamin A. Anak yang menderita kurang vitamin A mudah sekali terserang infeksi seperti infeksi saluran pernafasan akut,campak,cacar air,diare dan infeksi lain karena daya tahan anak menurun. Namun masalah kekurangan vitamin A dapat juga terjadi pada keluarga dengan penghasilan cukup. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan orang tua terutama ibu tentang gizi yang baik. Gangguan penyerapan pada usus juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin A.

Mengapa Balita Perlu Mendapat Vitamin A?

Vitamin A adalah salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati,tidak dapat dibuat oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi dari luar. Mengkonsumsi vitamin A bagi balita sangat banyak manfaatnya, seperti:

  1. Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan infeksi seperti campak dan diare;
  2. Membantu proses penglihatan dalam adaptasi terang ke tempat yang gelap;
  3. Mencegah kelainan pada sel-sel epitel termasuk selaput lender mata;
  4. Mencegah terjadinya proses metaplasi sel-sel epitel sehingga kelenjar tidak memproduksi cairan yang dapat menyebabkan kekeringan mata;
  5. Mencegah terjadinya kerusakan mata hingga kebutaan;
  6. Vitamin A esensial untuk membantu proses pertumbuhan.

Sumber Vitamin A

Sumber vitamin A banyak terdapat pada

  1. Air Susu Ibu (ASI);
  2. Bahan Makanan hewani seperti : hati,kuning telur,ikan,daging,ayamdan bebek;
  3. Buah –buahan warna kuning dan jingga seperti Pepaya,Mangga masak,Alpukat,Jambu Merah
  4. dan Pisang;
  5. Sayuran yang berwarna hijau tua dan berwarna jingga seperti :Bayam,Tomat,Wortel;
  6. Bahan makanan yang difortifikasi/diperkaya dengan vitamin A seperti margarine,susudan mie

    Pemberian Suplementasi Vitamin A

    Suplementasi Vitamin A adalah program intervensi pemberian kapsul Vitamin A bagi anak usia 6-59 bulan dan Ibu nifas yang bertujuan selain untuk mencegah kebutaan juga untuk menanggulangi kekurangan Vitamin A yang masih cukup tinggi.

    Ada 2 jenis kapsul Vitamin A dosis tinggi yang diberikan dalam kegiatan suplementasi Vitamin A yaitu kapsul biru (mengandung Vitamin A 100.000 IU) yang diperuntukkan bagi bayi usia 6-11 bulan dan kapsul merah (mengandung Vitamin A 200.000 IU) yang diperuntukkan bagi Balita usia 12-59 bulan. Jadwal pemberian Vitamin A pada bayi dan Balita adalah 2 kali setahun setiap Bulan Februari dan Agustus. Sedangkan untuk Ibu nifas, diberikan kapsul berwarna merah pada rentang waktu 0-42 hari setelah melahirkan sebanyak 1 kapsul dan 1 kapsul lagi 24 jam setelah pemberian kapsul pertama. Suplementasi Vitamin A dapat diperoleh di sarana pelayanan kesehatan seperti: rumah sakit, Puskesmas, Pustu, Poskesdes dan Posyandu.

    Disamping pada kegiatan rutin, suplementasi Vitamin A juga diberikan pada situasi khusus seperti pada Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak dan penyakit infeksi lainnya, kasus gizi buruk dan apabila ditemukan kasus xerophthalmia. Disamping itu pada kejadian bencana alam, bayi dan Balita di pengungsian juga diberikan kapsul Vitamin A untuk meningkatkan daya tahan dan mencegah terjadinya kondisi yang lebih buruk.

    Cara Pemberian Vitamin A

    Cara pemberian kapsul pada bayi dan anak balita :

    1. Berikan kapsul biru (100.000 SI) untuk bayi dan kapsul merah (200.000 SI) untuk balita
    2. Potong ujung kapsul dengan menggunakan gunting yang bersih
    3. Pencet kapsul dan pastikan anak menelan semua isi kapsul dan tidak membuang sedikitpun isi kapsul.
    4. Untuk anak yang sudah bisa menelan dapat diberikan langsung 1 kapsul untuk diminum

    Tempat Mendapatkan Vitamin A

    Vitamin A  diberikan secara gratis di sarana fasilitas pelayanan kesehatan, seperti : RS, Puskesmas, Pustu, Polindes, praktek dokter/bidan swasta, posyandu, sekolah, TK, dan PAUD.

    Nah, Bulan Februari sudah berjalan, saatnya membawa balita ke posyandu untuk mendapatkan vitamin.

Related Posts
Leave a reply