Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi Pencegahan Filariasis di Kabupaten Indragiri Hulu

FilariasisRengat-Dinkes Inhu. Filariasis atau biasa dikenal masyarakat dengan sebutan penyakit kaki gajah adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh cacing microfilaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Sedikitnya ada 23 jenis nyamuk yang dapat menularkan penyakit ini sehingga siklus penularannya dari penderita yang sakit kepada orang yang sehat sangat cepat. Penyakit ini merupakan momok yang menakutkan di negara-negara tropis termasuk Indonesia karena nyamuk yang menularkan penyakit ini sangat cepat berkembang biak di daerah tropis yang memiliki iklim hangat dan basah.

Walaupun angka kematian akibat Penyakit ganas menahun ini relatif rendah namun bekas yang ditimbulkannya sangat merugikan penderitanya karena dapat menyebabkan cacat seumur hidup sehingga mengganggu aktivitas dan menurunkan produktivitas seseorang. Selain itu, ditemukannya satu penderita di lingkungan masyarakat akan berpotensi menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di sekitarnya karena penyakit ini dapat menular kepada semua orang tanpa memandang usia, jenis kelamin, status sosial, pekerjaan dan sebagainya.

Mengingat besarnya masalah kesehatan dan dampak yang ditimbulkan oleh penyakit kaki gajah ini terhadap kehidupan pribadi, keluarga serta sosial ekonomi masyakat, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu melalui Dinas Kesehatan kembali melakukan pertemuan advokasi dan sosialisasi pencegahan penyakit kaki gajah bagi pemangku kepentingan (stakeholder) dan masyarakat Kabupaten Indragiri Hulu yang dilaksanakan pada Senin (30/06/2015) bertempat di ruang rapat Bupati Indragiri Hulu. Pertemuan ini juga penting dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam upaya pengobatan massal filariasis di Kabupaten Indragiri Hulu yang pada tahun ini telah memasuki Tahap IV dari V tahap yang direncanakan.

Pertemuan ini dibuka dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu H. Suhardi, SE, M.Si, MM, MH. Hadir pada pertemuan tersebut beberapa Kepala SKPD, Direktur RSUD Indrasari, Kepala Rutan Rengat, Kepala Kemenag Indragiri Hulu, seluruh Camat dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Indragiri Hulu serta perwakilan kader. Tujuan pertemuan ini adalah untuk memberikan pengertian, menampilkan hasil data dan angka kejadian filariasis dan memberikan sosialisasi tentang kegiatan Pemberian Obat Massal Filariasis yang tahun ini memasuki tahap IV.

Kadiskes Inhu H. Suhardi, SE, M.Si, MM, MH

H. Suhardi, SE, M.Si, MM, MH

Kepala Dinas Kesehatan Indragiri Hulu H. Suhardi, SE, M.Si, MM, MH dalam sambutannya berharap agar pencapaian upaya pencegahan penyakit kaki gajah di Kabupaten Indragiri Hulu lebih maksimal pada tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Selama ini upaya pemerintah untuk mengurangi dan mengatasi penyakit kaki gajah sudah baik, akan tetapi diharapkan akan semakin berhasil setelah adanya evaluasi dan sosialisasi secara menyeluruh ini,” ujar Kadiskes.

Disamping itu Kadiskes juga berharap kepada semua pihak khususnya petugas kesehatan di Puskesmas agar bekerja optimal meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk minum obat filariasis.

“Pemahaman pentingnya minum obat harus menjadi perhatian semua pihak untuk itu tim dokter harus bekerja optimal dalam meningkatkan pencapaian program,” tambahnya.

Sebagai narasumber pertemuan ini langsung dari pusat yaitu dr. Sri Suryaningsih dan dr. Tyas serta Moreno dari perwakilan LSM Research Triangle Institute (RTI). Berdasarkan data yang dipaparkan oleh narasumber pusat, Kabupaten Indragiri Hulu tergolong dalam kategori peningkatan positif dalam upaya pemberantasan filariasis dibandingkan daerah lainnya karena hingga tahun keempat ini sedikitnya 83% masyarakat di Indragiri Hulu sudah terbebas dari penyakit kaki gajah. Namun demikian sosialisasi pencegahan filariasis melalui program minum obat masal filariasis harus tetap dilaksanakan agar capaian yang telah baik tersebut dapat semakin meningkat.

Untuk itu diharapkan kepada semua pihak terutama kader sebagai ujung tombak dan agen kesehatan di masyarakat agar gencar mengkampanyekan pentingnya minum obat masal filariasis untuk mencegah dan memutus rantai penularan filariasis.

“Kami menghimbau kepada seluruh kader agar dalam sisa waktu dua tahun ini dapat memaksimalkan perannya supaya lebih banyak masyarakat yang terbebas dari penyakit kaki gajah dan nantinya masyarakat di Inhu tidak perlu melakukan gerakan minum obat kembali selama lima tahun.” ujar dr. Sri.

Pada pertemuan ini juga diperkenalkan Program Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) yang akan dilaksanakan pada Bulan Oktober mendatang. Program Belkaga ini digagas dan dikomandoi langsung oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo yang akan dicanangkan di Bogor dan diikuti serentak di seluruh Indonesia. Pada saat pencanangan tersebut seluruh penduduk Indonesia khususnya di daerah (kabupaten) endemis akan minum obat filariasis secara serentak bersama-sama Presiden Jokowi.

Evy Irma Junita, SKM, M.Kes

Evy Irma Junita, SKM, M.Kes

Untuk menyukseskan Program Belkaga dan memutus mata rantai penularan penyakit kaki gajah di Kabupaten Indragiri Hulu, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu sekaligus sebagai Ketua Panitia Pelaksana Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi Pencegahan Filariasis menghimbau agar seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif untuk minum obat pencegah penyakit kaki gajah pada saat pencanangan Belkaga Bulan Oktober nanti.

“Kami menghimbau seluruh masyarakat Indragiri Hulu agar mau makan obat pencegah filariasis untuk memutus rantai penularan filariasis sehingga Inhu bisa dinyatakan berhasil dalam Program Eliminasi Filariasis.”ujar Evy Irma.

Dengan upaya pencegahan filariasis yang serempak dan serentak (sesuai semboyan Kabupaten Indragiri Hulu “Dayung Serempak Untung Serentak”) diharapkan beberapa tahun kedepan penyakit kaki gajah dapat dimusnahkan dari Bumi Indragiri.

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>