Bantu Turunkan Angka Kematian Ibu dengan Donor Darah

hukum-donor-darahDinkes Inhu – Saat ini Angla Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih sangat tinggi, salah satu penyebabnya adalah terjadinya perdarahan ketika bersalin. Untuk menurunkan risiko kematian pada Ibu bersalin, diperlukan akses terhadap pelayanan dan ketersediaan darah yang aman dan berkualitas. Upaya ini dapat diwujudkan jika tersedia donor darah sukarela yang secara rutin mendonorkan darahnya sehingga ketersediaan darah di unit tranfusi darah (UTD) selalu mencukupi kebutuhan permintaan darah dari fasilitas pelayanan kesehatan. Pertolongan yang cepat ditunjang dengan ketersediaan darah yang mencukupi akan meminimalisir risiko kematian karena perdarahan pada ibu bersalin.

Menurut WHO yang dikutip dari situs Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan ketersediaan darah di suatu negara minimal 2% dari jumlah penduduk. Berdasarkan ketentuan tersebut, maka kebutuhan ketersediaan darah di Indonesia minimal 5,1 juta kantong per tahun. Menurut Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp. M (K), secara nasional kita masih membutuhkan tambahan produksi darah dan komponen darah sebanyak sekitar 1 juta kantong per tahun. Ini berarti bahwa ketersediaan darah di UTD belum mencapai jumlah ideal yang dapat mencukupi kebutuhan.

Di samping ketersediaan darah belum mencukupi, permasalahan lainnya menurut Kemenkes RI adalah suplai darah dari UTD ke Fasyankes yang membutuhkan belum merata diseluruh Kab/Kota di Indonesia. Tercatat baru terdapat 376 UTD baik milik PMI maupun Pemerintah yang tersebar di 367 Kab/Kota, sehingga masih banyak fasilitas pelayanan kesehatan di Kab/Kota tertentu kesulitan memperoleh darah.

Bagaimana kebutuhan darah di Kabupaten Indragiri Hulu?

Saat ini Kabupaten Indragiri Hulu telah memiliki 1 UTD yang terletak di RSUD Indrasari Rengat. Untuk mencukupi ketersediaan darah bagi masyarakat, Pemkab Inhu selalu bekerja sama dengan PMI Cabang Indragiri Hulu dan masyarakat. Jika mengacu pada formula WHO yang menetapkan bahwa jumlah ketersediaan darah minimal 2% dari jumlah penduduk, maka minimal kebutuhan darah di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak  ± 8.867 kantong darah per tahun. Jumlah tersebut bukanlah jumlah yang kecil, oleh karena itu donasi dari sukarelawan sangat dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan darah tersebut.

Program Desa Donor Darah

Baru-baru ini Menteri Kesehatan RI mencanangkan pula program Desa Donor Darah. Menkes mengharapkan dengan adanya program ini dapat memperkuat kembali peran dari desa siaga dimana setiap ibu hamil mempunyai donor pendamping yang siaga. Peran dari masyarakat, tim Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Puskesmas dan Unit Transfusi Darah sangat dibutuhkan untuk mensukseskan program ini.

Melalui program Desa Donor Darah tersebut Menkes berharap kekurangan kebutuhan darah dan komponen darah dapat terpenuhi. Sehingga program tersebut tidak hanya menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan darah bagi ibu melahirkan tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk penyakit-penyakit lain yang membutuhkan darah.

Sumber Bacaan:
Kemenkes RI (2015). Donor Darah Penuhi Kebutuhan Darah bagi Ibu Melahirkan.

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>