Hari Pneumonia Sedunia 2015: Wujudkan Kesetaraan Akses Pencegahan & Penatalaksanaan Pneumonia

World-Pneumonia-Day-to-be-observed-globally-on-the-12th-of-November

Setiap tahunnya, tanggal 12 November diperingati masyarakat dunia sebagai Hari Pneumonia Sedunia. Ditetapkannya Hari Pneumonia Sedunia ini merupakan wujud kepedulian dan kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya pencegahan dan pengendalian penyakit pneumonia yang telah menyebabkan kematian terbesar pada bayi dan balita. Bahkan jumlah kematian karena pneumonia masih lebih banyak dibanding dengan gabungan jumlah kematian akibat penyakit AIDS, Malaria dan Tuberkulosis.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Ditjen P2PL) Kemenkes RI, tahun 2015 ini di dunia diperkirakan 5,9 juta balita meninggal dan 16% (944.000) di antaranya karena Pneumonia. Sementara di Indonesia, hasil Sample Registration System (SRS) tahun 2014 dinyatakan bahwa Pneumonia merupakan penyebab kematian nomor 3 pada balita, yaitu sebesar 9,4 % dari jumlah kematian balita. Diperkirakan 2-3 orang balita setiap jam meninggal karena Pneumonia. Jumlah kasus Pneumonia balita yang dilaporkan pada tahun 2014 adalah 600.682 kasus dan 32.025 di antaranya adalah Pneumonia Berat (5,3%). Dari 100 balita Pneumonia diperkirakan 3 diantaranya meninggal, sementara jika menderita Pneumonia berat maka risiko kematian lebih besar bisa mencapai 60% terutama pada bayi.

Berdasarkan data diatas terlihat bahwa pneumonia masih merupakan masalah kesehatan penting di Indonesia dan dunia. Oleh karena itu, pada tahun ini tema global yang diangkat pada peringatan Hari Pneumonia Sedunia tahun 2015 adalah Universal Acces To Pneumonia Preventive and Care yang dijabarkan Kemenkes RI menjadi tema nasional yaitu Kesetaraan Akses terhadap Pencegahan dan Penatalaksanaan Pneumonia. Tema ini sangat relevan dengan situasi Penyakit Pneumonia di Indonesia dan upaya-upaya yang dilaksanakan dalam Pengendalian Pneumonia di Tanah Air.

Pneumonia pada balita merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diobati. Para orang tua harus lebih waspada dan mempelajari dengan baik sumber dan penyebab dari penyakit mematikan ini serta cara perlindungan dan pencegahannya. Upaya mengatasi penyakit ini mesti ditingkatkan demi menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia dan diharapkan upaya pencegahan dan penanggulangannya bisa dilakukan semaksimal mungkin, sehingga prevalensi Pneumonia di Indonesia akan terus menurun.

Apakah Pneumonia Itu?

pneumoniaPneumonia adalah infeksi atau peradangan pada salah satu atau kedua paru-paru, lebih tepatnya peradangan itu terjadi pada kantung udara (alveoli). Kantung udara yang semestinya berisi udara akan terisi cairan atau nanah, sehingga menyebabkan sesak nafas, batuk berdahak, demam, menggigil, dan kesulitan bernapas. Penyakit ini dapat disebabkan oleh berbagai organisme, termasuk bakteri, virus dan jamur. Namun sebagian besar pneumonia yang terjadi di masyarakat disebabkan oleh bakteri Haemophilus influenza.

Tanda dan Gejala Pneumonia

Tanda-tanda dan gejala pneumonia bervariasi mulai dari yang ringan hingga yang berat, tergantung pada faktor-faktor seperti jenis kuman penyebab, usia penderita dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Tanda-tanda dan gejala pneumonia yang ringan sering kali mirip dengan flu atau common cold (sakit demam, batuk-pilek), namun tak kunjung sembuh atau bertahan lama. Ciri-ciri dan gejala pneumonia antara lain:

  • Demam, berkeringat dan menggigil
  • Suhu tubuh lebih rendah dari normal pada orang di atas usia 65 tahun, dan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Batuk berdahak tebal dan kentel (lengket)
  • Nyeri dada saat bernapas dalam atau ketika batuk
  • Sesak napas (nafas cepat)
  • Kelelahan dan nyeri otot
  • Mual, muntah atau diare
  • Sakit kepala

Pencegahan Pneumonia

Menurut Dirjen P2PL Kemenkes RI dr. H. Mohamad Subuh, MPPM, upaya perlindungan dan pencegahan dapat dimulai dari saat ibu hamil dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, kemudian saat anak lahir dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan, berikan imunisasi dasar lengkap, gizi seimbang, hindarkan dari polusi udara termasuk asap rokok dan terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat  (PHBS).

Sumber Bacaan:

  1. Kapita Selekta Kedokteran, Pneumonia
  2. Ditjen P2PL Kemenkes RI (2015). Peringatan Hari Pneumonia Sedunia 2015 : Kesetaraan Akses terhadap Pencegahan dan Penatalaksanaan Pneumonia

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>