Prinsip dan Cara Memberikan Pertolongan Pertama Pada Korban Kecelakaan

Basic Wilderness First-Aid Course (Mar 2010) - 006

Ketika ada insiden kecelakaan lalu lintas, banyak diantara kita yang justru meminta bantuan orang lain untuk memberikan pertolongan karena kita tidak tahu bagaimana cara memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan. Oleh karena itu penting sekali bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara kita memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan agar jika suatu saat kita melihat insiden kecelakaan di jalan raya, kita dapat memberikan pertolongan pertama yang tepat.

Pengetahuan yang tepat tentang cara memberikan pertolongan pada korban kecelakaan penting dimiliki karena acapkali niat baik untuk memberikan pertolongan justru mengakibatkan korban mendapat cedera lebih parah dari sebelum mendapat pertolongan. Oleh karena itu pada waktu memberikan pertolongan, perlu diketahui apa yang harus dan yang tidak boleh dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya.

Prinsip Dalam Memberikan Pertolongan Pertama pada Korban Kecelakaan

Ada beberapa prinsip atau pokok dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan yaitu:

  1. Jangan panik
  2. Amati dan kumpulkan keterangan kejadian
  3. Perhatikan pernapasan korban dan berikan pertolongan bila perlu
  4. Hentikan pendarahan bila ada
  5. Tenangkan korban dan hindarkan shock
  6. Pertolongan dilakukan di tempat kejadian dan tidak tergesa-gesa memindahkan korban.

7 Langkah Pertolongan Pertama Pada Korban Kecelakaan

Dalam memberikan  pertolongan pertama pada korban kecelakaan, seyogyanya penolong mengikuti urutan sebagai berikut:

  1. Lakukan dengan cekatan/cepat dan tepat tetapi tetap tenang
    Karena  pertolongan pertama ini akan berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan korban. Jika kecelakaan berkaitan dengan pernafasan maka ancaman keselamatan berkisar detik sampai menit, jika perdarahan maka kisaran menit sampai jam, jika kesadaran maka jam sampai hari, jika infeksi maka ancamannya hari sampai minggu.
  2. Jauhkan atau hindarkan korban dari kecelakaan berikutnya
    Pentingnya menjauhkan dari sumber kecelakaannya adalah untuk mencegah terjadinya kecelakan ulang yang akan memperberat kondisi korban. Keuntungan lainnya adalah penolong dapat memberikan pertolongan dengan tenang dan dapat lebih berkonsentrasi pada kondisi korban yang ditolongnya. Kerugian bila dilakukan secara tergesa-gesa yaitu dapat membahayakan atau memperparah kondisi korban.
  3. Bila pernafasan penderita berhenti segera kerjakan pernafasan bantuan
    Jika korban nampak tidak bernapas atau kesulitan bernapas, Anda boleh segera melakukan CPR (Cardio Pulmonary Resuscitation). Anda tidak pernah atau tidak bisa melakukannya? Jangan lakukan! Tanya ke orang-orang di sekitar Anda, apakah ada yang bisa melakukan CPR.
  4. Segera amati bila terjadi pendarahan
    Jika darah yang keluar dari pembuluh  darah besar dapat membawa kematian dalam waktu 3-5 menit. Dengan menggunakan saputangan atau kain yang bersih tekan tempat pendarahan kuatkuat kemudian ikatlah saputangan tadi dengan dasi, baju, ikat pinggang, atau apapun juga agar saputangan tersebut menekan luka-luka itu. Kalau lokasi luka memungkinkan, letakkan bagian pendarahan lebih tinggi dari bagian tubuh.
  5. Korban ditelentangkan dengan bagian kepala lebih rendah dari letak anggota tubuh yang lain
    Apabila korban muntah-muntah dalam keadaan setengah sadar, baringankan telungkup dengan letak kepala lebih rendah dari bagian tubuh yang lainnya. Cara ini juga dilakukan untuk korban-korban yang dikhawatirkan akan tersedak muntahan, darah, atau air dalam paru-parunya. Apabila penderita mengalami cedera di dada dan penderita sesak nafas (tapi masih sadar) letakkan dalam posisi setengah duduk.
  6. Jangan memindahkan korban secara terburu-buru
    Korban tidak boleh dipindahkan dari tempatnya sebelum dapat dipastikan jenis dan keparahan cedera yang dialaminya kecuali bila tempat kecelakaan tidak memungkinkan bagi korban dibiarkan ditempat tersebut. Apabila korban hendak diusung terlebih dahulu pendarahan harus dihentikan serta tulang-tulang yang patah telah dibidai. Dalam mengusung korban usahakanlah supaya kepala korban tetap terlindung dan perhatikan jangan sampai saluran pernafasannya tersumbat oleh kotoran atau muntahan.
  7. Segera transportasikan korban ke sentral pengobatan
    Setelah dilakukan pertolongan pertama pada korban segera evakuasi korban ke sentral pengobatan, puskesmas atau rumah sakit. Perlu diingat bahwa pertolongan pertama hanyalah sebagai life saving dan mengurangi kecacatan, bukan terapi. Serahkan keputusan tindakan selanjutnya kepada dokter atau tenaga medis yang berkompeten.

Sumber Bacaan: dari berbagai sumber

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>