Penelitian Terbaru, ASI Dapat Menurunkan Risiko Kanker Pada Anak

Tips-Berpuasa-untuk-Ibu-Menyusui

Pemberian ASI eksklusif bagi bayi berusia 1-6 bulan sangat dianjurkan. Tak hanya untuk memenuhi nutrisinya di masa tumbuh kembangnya, manfaat ASI eksklusif ternyata dapat mengurangi risiko kanker pada anak khususnya kanker darah (leukemia). Penyakit leukemia pada anak-anak cukup jarang. Namun, penyakt tersebut merupakan pembunuh anak-anak kedua terbanyak setelah kecelakaan. Jumlahnya pun terus meningkat 0,9% setiap tahunnya.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Haifa’s School of Public Health di Israel dan dipublikasikan pada The Journal of American Medical Association (JAMA) Pediatrics, menganalisis 18 studi mengenai menyusui dan kaitannya dengan leukemia pada anak-anak. Mereka menemukan bahwa anak-anak yang diberikan ASI selama 6 bulan atau lebih memiliki 19% resiko lebih rendah terkena leukemia dibanding anak-anak yang jarang disusui.

Hasil tersebut sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Minnesota Cancer Center yang dimuat Journal of the National Cancer Institute. Mereka menyatakan bahwa risiko bayi yang mendapat ASI untuk terkena leukemia (kanker darah), turun sampai 30% bila dibandingkan dengan bayi yang tidak mendapat ASI. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa anak yang mendapat ASI selama paling sedikit 1 bulan, risikonya terkena leukemia akan turun sebesar 21%. Sedangkan bayi yang mendapat ASI selama 6 bulan atau lebih, risikonya akan turun sampai 30%. Jadi, mereka menyimpulkan bahwa bayi yang diberi ASI akan turun risikonya terkena leukemia, dan besar penurunan risiko itu akan semakin besar dengan semakin lamanya bayi mendapat ASI di tahun pertama kehidupannya. Sehubungan dengan hal itu, The American Academy of Pediatrics menyarankan para ibu untuk menyusui bayinya, sedikitnya selama satu tahun pertama.

ASI memiliki kandungan zat yang memberi kekebalan tubuh serta anti inflamasi, membantu membangun sistem kekebalan tubuh. Susu bayi tidak lebih baik dari ASI. Penelitian menemukan fakta bahwa bayi yang diberikan ASI memiliki sel-sel pembunuh alami – semacam sistem kekebalan tubuh yang bisa menghancurkan sel kanker – dibanding dengan anak-anak yang minum susu formula.

Sekilas Mengenai Leukemia

Leukemia limfositik/limfoblastik akut (LLA) merupakan kanker yang paling banyak dijumpai pada anak, yaitu 25-30% dari seluruh jenis kanker pada anak. Angka kejadian tertinggi dilaporkan antara usia 3-6 tahun, dan anak lelaki lebih banyak daripada anak perempuan.

Kanker adalah penyakit yang berkaitan dengan sel jaringan tubuh yang tumbuhnya berlebihan dan berubah menjadi tidak normal serta bersifat ganas. Pada LLA, sel-sel sangat muda yang seharusnya membentuk limfosit berubah menjadi ganas. Ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai dan sering ditemukan pada LLA. Antara lain, tubuh lemah dan sesak napas akibat anemia, infeksi dan demam akibat kekurangan sel darah putih yang normal, serta perdarahan akibat kurangnya trombosit. Perdarahan yang terjadi biasanya berupa perdarahan hidung, perdarahan gusi, serta mudah memar dan bercak-bercak kebiruan di kulit.

Sel-sel leukemia dalam otak bisa menyebabkan sakit kepala, muntah dan gelisah. Sedangkan sel-sel kanker dalam sumsum tulang menyebabkan nyeri tulang dan sendi. Walau leukemia mempunyai harapan sembuh dengan pengobatan yang tepat dan benar, tentu akan lebih baik kalau kita dapat mencegahnya.

Melihat fakta bahwa ASI menurunkan resiko kanker pada anak-anak, sebaiknya kita rutin memberikan ASI dan jangan diganti dengan susu formula.

Sumber Bacaan:
1. jama.jamanetwork.com
2. time.com

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>