Kenali dan Pahami Diet Bagi Pengidap Penyakit Tidak Menular

diet-sehat

Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia terus meningkat dan semakin mengkhawatirkan. Kondisi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya karena terjadinya perubahan gaya hidup masyarakat khususnya pola makan yang tidak sehat. Untuk menekan morbiditas dan mortalitas PTM tersebut, perlu dilakukan modifikasi faktor risiko, salah satunya pola makan yang sehat dan seimbang.

Modifikasi dengan mengatur pola makan yang sehat harus dilakukan sejak dini mulai dari bayi sampai dewasa. Melalui pengaturan pola makan yang sehat, maka salah satu faktor risiko PTM dapat dihindari. Bagi yang telah mengidap PTM, maka Anda perlu lebih berhati-hati dan mengikuti rambu pola makan yang sesuai dengan kondisi Anda. Berikut ini kami paparkan berbagai diet dan pola makan yang sesuai bagi pengidap PTM.

Diet Bagi Pengidap Kegemukan (Obesitas)

Pengidap obesitas sangat disarankan untuk menurunkan berat badan dengan mengurangi makanan yang tinggi kalori seperti lemak, gula, tepung-tepungan dan bahan sejenis lainnya. Disarankan untuk mengikuti diet sebagai berikut:

  • Makan teratur (2 atau 3 kali sehari) dengan gizi seimbang
  • Kurangi makanan sumber energi tinggi
  • Kurangi makanan yang berminyak, berlemak, atau bersantan
  • Kurangi konsumsi gula atau makanan yang manis
  • Makan banyak sayuran dan buah-buahan
  • Hindari minuman beralkohol, karena merupakan sumber kalori dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Diet Pada Hipertensi

Tujuan pengaturan makanan pada hipertensi adalah untuk menurunkan atau mempertahankan tekanan darah sehingga mencapai batas normal, mencegah/menghilangkan penimbunan garam.

Cara pengaturan makanan:

1. Batasi makanan sumber natrium (garam)

Garam natrium secara alami terdapat dalam bahan makanan hewani dan nabati. Selain itu juga merupakan bahan yang ditambahkan pada masakan seperti margarin, garam dapur, soda kue, pengawet daging (sendawa), pengawet buah, bumbu mie instan, petis, tauco, vetsin dan kecap.

2. Batasi makanan yang asin atau diawetkan dengan garam

Semua makanan yang telah diolah seperti biskuit, krekers, kue bolu, kue lain yang dimasak dengan garam dapur dan margarin, dendeng, abon, kornet, ikan asin, ikan pindang, sarden, udang kering, telur asin, keju, selai kacang tanah, sayuran dalam kaleng atau yang diawetkan.

3. Bahan makanan yang dibolehkan

Bahan makanan segar seperti beras, ubi, mie, maizena, hunkwee, terigu, gula pasir. Kacang-kacangan dan hasil olahannya misalnya kacang hijau, kacang merah, kacang kolo, tempe, tahu tawar, oncom, minyak goreng, margarin tanpa garam, sayuran dan buah-buahan segar.

4. Cukup makan sayuran dan buah-buahan

Cara memasak yang dianjurkan:

  1. Dalam menumis atau memasak sebaiknya menggunakan mentega atau margarin yang tidak mengandung natrium (garam). Untuk memperbaiki rasa masakan yang tawar dapat digunakan bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, gula, cuka, kunyit, daun salam, dan asam.
  2. Menggoreng, menumis, pepes, kukus atau memanggang dapat meninggikan/menambah rasa masakan sehingga tidak terasa tawar.

Tabel Bahan Makanan yang Disarankan dan Tidak Disarankan bagi Pengidap Hipertensi

Bahan Makanan Sumber Energi Disarankan Tidak Disarankan
Karbohidrat Beras, kentang, singkong, terigu, tapioka, kungkwe, gula, makanan yang diolah dari bahan makanan tersebut diatas tanpa garam dapur dan soda Roti, biskuit, dan kue-kue yang dimasak dengan garam dapur dan atau baking soda
Protein Hewani Daging dan ikan maksimal 100 gr sehari dan telur maksimal 1 butir sehari Otak, jeroan, sarden, daging asap, ham, bacon, dendeng, abon, keju, ikan asin, ikan kaleng, kornet, ebi, udang kering, telur asin, dan telur pindang
Protein Nabati Semua kacang-kacangan dan hasil olahannya yang diolah dan dimasak tanpa garam dapur Keju, kacang tanah dan semua kacang-kacangan yang dimasak dengan garam dapur dan ikatan natrium
Lemak Minyak goreng, margarin, mentega tanpa garam Margarin dan mentega biasa
Sayuran Semua sayuran segar, sayuran yang diawetkan tanpa garam dapur dan natrium benzoat Sayuran yang dimasak dan diawetkan dengan garam dapur seperti asinan, acar, sawi asin dan sayuran dalam kaleng
Buah Semua buah segar, buah yang diawetkan tanpa garam dapur dan natrium benzoat Buah yang diawetkan dengan garam dapur dan ikatan natrium lainnya
Bumbu Semua bumbu kering yang tidak mengandung garam dapur dan lain ikatan natrium Soda kue, baking powder, vetsin, bumbu-bumbu yang mengandung garam dapur seperti kecap, terasi, maggi, saus tomat, petis dan tauco
Minuman Teh, kopi Minuman ringan

Daftar Bahan Makanan Tinggi Natrium

Bahan Makanan Kadar Natrium (gram)
Kaldu blok 5.000
Kecap 4.000
Saos tomat 2.100
Kornet 1.250
Ham 1.250
Keju 1.250
Sosis 1.000
Margarin/mentega 987
Krekers 710
Selai kacang tanah 607
Roti putih 530
Biskuit 500
Bubuk coklat 500
Susu skim bubuk 470
Susu full-cream bubuk 380

Diet Pada Diabetes Melitus

Tujuan diet pada penyakit diabetes melitus adalah untuk mempertahankan kadar gula darah sampai batas normal. Pengaturan makanan adalah suatu komponen utama dalam pengobatan penyakit diabetes melitus, dengan penurunan berat badan sangat membantu kerja insulin

Cara pengaturan makanan:

  1. Jumlah kalori ditentukan menurut umur, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan dan aktifitas
  2. Batasi penggunaan karbohidrat kompleks seperti: nasi, lontong, roti, ketan, jagung, kentang dll. Dikurangi jumlahnya dari kebiasaan sehari-hari.
  3. Hindari penggunaan sumber karbohidrat sederhana/mudah diserap seperti gula pasir, gula jawa, sirup, selai, manisan, buah-buahan, susu kental manis, minuman ringan botol, dodol, es krim, kue-kue manis, bolu, tarcis, abon, dendeng dan sarden.
  4. Bahan makanan yang diperbolehkan:
  • Lauk hewani dan nabati dalam jumlah yang cukup sesuai yang dianjurkan
  • Aneka ragam sayuran untuk memberikan rasa kenyang dengan kandungan serat tinggi
  • Buah-buahan dalam jumlah cukup
  • Minyak dan garam dalam jumlah yang tidak berlebihan
  1. Jumlah makanan yang dimakan dalam satu hari dibagi dan diatur dengan baik terutama bagi penderita yang menggunakan obat dan suntikan insulin.

Diet Pada Penyakit Jantung Koroner

Tujuan pengaturan makanan pada pengidap penyakit jantung koroner adalah untuk:

  1. Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan pekerjaan jantung
  2. Menurunkan berat badan bila penderita terlalu gemuk
  3. Mencegah/menghilangkan penimbunan garam/air.

Cara pengaturan makanan:

  1. Batasi penggunaan garam bila ada hipertensi
  2. Bagi yang terlalu gemuk, jumlah makanan pokok sebagai sumber karbohidrat dikurangi contohnya: beras, roti, mie, kentang, bihun, biskuit, tepung-tepungan, gula, dsb.
  3. Bahan makanan yang berlemak sebaiknya dibatasi, pilihlah daging tanpa lemak atau ikan segar, ayam, dll.
  4. Hindari sayuran yang mengandung gas, seperti kol, lobak, nangka muda, dsb.
  5. Semua buah boleh dimakan kecuali nangka masak, durian, alpukat, diberikan dalam jumlah terbatas
  6. Makanan sebaiknya dipilih yang mudah dicerna dan tidak merangsang
  7. Dalam memasak sebaiknya tidak menggunakan cabe dan bumbu yang merangsang
  8. Usahakan untuk mengurangi makanan gorengan dan yang dimasak dengan santan kental
  9. Dianjurkan untuk tidak minum kopi atau alkohol.

Tips Hidup Sehat dan Memilih Makanan Sehat

  1. Makanlah makanan yang beraneka ragam dan terdiri dari berbagai bahan makanan seperti makanan pokok, lauk-pauk, sayuran dan buah dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan.
  2. Pilihlah bahan makanan pokok tinggi serat seperti beras, jagung, kentang, ubi, talas, singkong, roti, mie dan sebagainya.
  3. Makanlah lauk-pauk yang bernilai gizi tinggi seperti daging, telur, ikan, ayam, kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti tahu, tempe dan sebagainya.
  4. Makanlah sayuran berwarna seperti bayam, kangkung, wortel, labu kuning, sawi, daun singkong dan sebagainya.
  5. Makanlah buah-buahan berwarna kuning atau kemerahan yang banyak mengandung vitamin seperti pisang, pepaya, jeruk, nanas, pir, anggur, apel, semangka dan melon.
  6. Minum air putih minimal 8 gelas sehari.

Sumber Bacaan:
Kemenkes RI (2014). Buku Pintar Posbindu PTM Seri 4 Upaya Pengendalian Faktor Risiko PTM

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>