Peran Kader Kesehatan dalam Pembangunan Kesehatan

pendampingan-istimewa

Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa World Health Organization (WHO) telah menetapkan terminologi tersendiri terhadap pioneer dalam masyarakat yang bekerja untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. WHO mengistilahkannya sebagai Community Health Worker (CHW), bagi mereka yang bekerja dalam masyarakat dimana mereka berasal, yang secara sukarela, terpilih dan terlatih. Sebutan bagi mereka di masing-masing Negara berbeda-beda, misalnya di India disebut Aganwandi, di Pakistan sebagai Lady health Worker, sedangkan di Indonesia mereka lebih dikenal sebagai Kader.

Kader kesehatan adalah seseorang yang mau dan mampu melaksanakan upaya-upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di bawah pembinaan petugas kesehatan yang dilakukan atas kesadaran diri sendiri dan tanpa pamrih apapun. Melalui peran kader kesehatan diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayahnya secara optimal.

Dahulu masyarakat awam mungkin hanya mengenal kader Posyandu sebagai kader kesehatan. Namun seiring terjadinya perubahan paradigma kesehatan yang menitikberatkan pada paradigma sehat dan perubahan perilaku masyarakat ke arah hidup sehat, maka peran kader kesehatan semakin berkembang sesuai dengan kebijakan dan program kesehatan yang relevan dengan situasi kekinian, khususnya upaya-upaya kesehatan yang melibatkan partisipasi dan bersumberdaya masyarakat.

Saat ini selain kader Posyandu, juga dikenal berbagai kader kesehatan lain misalnya kader Posbindu, kader Posyandu Lansia, kader Gizi, kader Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Kader Keluarga Berencana (KB), kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik), kader Upaya Kesehatan Kerja (UKK), Kader Promosi Kesehatan dan PHBS, Kader Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) dan Upaya Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS). Peran yang kompleks tersebut tentu membutuhkan keterlibatan banyak individu di masyarakat untuk berperan sebagai kader sesuai dengan tanggung jawab program kesehatan yang melibatkan partisipasi masyarakat. Begitu kompleksnya peran kader kesehatan saat ini, maka secara umum kader kesehatan memiliki peranan sebagai berikut.

Mitra tenaga kesehatan

Petugas kesehatan wajib bermitra dengan kader, karena kader yang berasal dari masyarakat lebih dikenal oleh masyarakat setempat. Adanya kader sebagai mitra, dapat membantu pemerintah dalam mengatasi masalah kesehatan yang ada dimasyarakat karena pemerintah tidak mungkin mangatasi masalah ini tanpa bantuan dari masyarakat. Apapun peranan petugas kesehatan dalam meningkatkan kesehatan masyarakat secara mandiri tidak dapat berjalan lancar tanpa adanya partisipasi aktif dari kader dan masyarakat.

Dengan terbentuknya kader kesehatan, pelayanan kesehatan yang selama ini dikerjakan oleh petugas kesehatan saja dapat dibantu oleh masyarakat. Dengan demikian masyarakat bukan hanya merupakan objek pembangunan, tetapai juga merupakan mitra pembangunan itu sendiri.

Pemberi dan Penyebarluas informasi kesehatan kepada masyarakat

Selain sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menyukseskan program kesehatan di masyarakat, kader kesehatan juga memainkan peran penting sebagai perpanjang lidah pemerintah dalam menyebarluaskan informasi kesehatan bagi masyarakat. Kader Posyandu berperan sebagai komunikator yang akan melakukan komunikasi untuk mengembangkan komunikasi sosial dan pemberdayaan masyarakat dalam penyebarluasan dan diseminasi informasi kesehatan serta membantu memperbaki kualitas SDM baik dari segi fisik maupun non fisik dalam pencapaian derajat kesehatan yang optimal.

Penyebarluasan informasi dari sumber terpercaya (tenaga kesehatan) dapat dilakukan kader kesehatan melalui berbagai cara yaitu komunikasi tatap muka, antar personal, komunikasi antar kelompok, bahkan komunikasi dengan bantuan media. Penyebaran pesan dan informasi kesehatan oleh kader kesehatan merupakan upaya efektif mempersuasi masyarakat untuk mendukung dan berpartisifasi aktif dalam menyukseskan program-program kesehatan. Dengan adanya kader, maka pesan-pesan kesehatan yang disampaikan dapat diterima masyarakat dengan sempurna.

Penggerak masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai Program kesehatan

Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk mendorong kemandirian masyarakat agar hidup sehat, mengetahui dan cepat tanggap terhadap permasalahan kesehatan yang ada di masyarakat. Kader dalam melakukan kegiatan pemberdayaan berupa meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam rangka menumbuhkan rasa mawas diri masyarakat dalam mengidentifikasi masalah kesehatannya serta berupaya aktif untuk mengatasi permasalahan tersebut atas dasar inisiatif dan kesadaran untuk meningkatkan derajat kesehatannya.

Tauladan dan agen perubahan dalam ber-PHBS

Dengan berbekal pengetahuan kesehatan yang diperoleh langsung dari petugas kesehatan secara berkala, maka kader kesehatan akan mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupannya sehari-hari sehingga dapat menjadi panutan dan teladan bagi keluarga dan masyarakatnya dalam menjalankan perilaku yang lebih sehat.

Selain itu, kader kesehatan juga menjadi jembatan bagi pihak keluarga dan masyarakat untuk ikut serta mendukung program kesehatan dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatannya. Dengan berperan sebagai agen penghubung kepada pihak-pihak yang berkaitan seperti bidan, PKK dan pukesmas untuk menyukseskan program kesehatan maka akan terwujud relasi yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya perubahan perilaku masyarakat ke arah perilaku ber-PHBS.

Karena berbagai peran yang sangat krusial ini, para kader kesehatan dapat dikatakan sebagai pelopor/pelaku pembangunan kesehatan. Sebagai pelopor atau pelaku pembangunan kesehatan di desanya, berarti Kader telah ikut serta dalam pembangunan. Kader merupakan tenaga masyarakat yang dianggap paling dekat dengan masyarakat. Para kader kesehatan itu seyogyanya memiliki latar belakang pendidikan yang cukup sehingga memungkinkan mereka melaksanakan tanggung jawabnya dengan mudah. Secara disadari bahwa memilih kader yang merupakan pilihan masyarakat dan mendapat dukungan dari kepala desa setempat kadang-kadang tidak gampang. Namun bagaimanapun proses pemilihan kader ini hendaknya melalui musyawarah dengan masyarakat, sudah barang tentu para pamong desa harus juga mendukung.

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>