Kenali Pertusis: Batuk Rejan yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi

SS2520481

Pertusis merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menyerang semua orang dari semua kelompok umur, namun sangat berbahaya dan berisiko fatal jika diderita oleh bayi. Penyakit ini dapat dicegah dengan imunisasi pada usia dua, empat dan enam bulan. Injeksi booster diperlukan untuk anak yang berusia 4 tahun serta anak remaja dan orang dewasa yang sedang tinggal dan bekerja dengan anak-anak kecil.

Apa itu pertusis?

Pertusis (atau batuk rejan) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi tenggorok dengan bakteri Bordetella pertussis.

Apa gejalanya?

  • Pertusis biasanya mulai seperti pilek saja, dengan hidung beringus, rasa lelah dan adakalanya demam parah.
  • Kemudian batuk terjadi, biasanya sebagai serangan batuk, diikuti dengan tarikan napas besar (atau “whoop”). Adakalanya penderita muntah setelah batuk.
  • Pertusis mungkin serius sekali di kalangan anak kecil. Mereka mungkin menjadi biru atau berhenti bernapas ketika serangan batuk dan mungkin perlu ke rumah sakit.
  • Anak yang lebih besar dan orang dewasa mungkin menderita penyakit yang kurang serius, dengan serangan batuk yang berlanjut selama berminggu-minggu tanpa mmembutuhkan perawatan.

Bagaimana penyakit ini ditularkan?

Pertusis ditularkan kepada orang lain melalui percikan (droplet) dari batuk atau bersin. Tanpa perawatan, penderita pertusis dapat menularkannya kepada orang lain sampai tiga minggu setelah batuk mulai terjadi. Masa inkubasi panyakit ini mulai dari terpapar kuman sampai jatuh sakit biasanya tujuh sampai sepuluh hari, tetapi mungkin sampai tiga minggu.

Siapa saja yang berisiko tertular?

  • Setiap orang dapat terkena pertusis.
  • Orang yang tinggal di rumah yang sama dengan penderita pertusis berisiko lebih mudah terjangkit.
  • Imunisasi amat mengurangi risiko Anda terinfeksi, namun masih dapat terjangkit walaupun dengan keluhan yang lebih ringan.

Bagaimana mencegah penyakit ini?

Imunisasi anak Anda secara tepat waktu

  • Vaksin tidak memberikan perlindungan seumur hidup terhadap pertusis, dan perlindungan adakalanya tidak lengkap.
  • Anak-anak perlu diimunisasi pada dua, empat dan enam bulan.
  • Booster diperlukan pada usia empat tahun dan sekali lagi pada usia 15 tahun.
  • Imunisasi dapat diperoleh dari sarana perlayanan kesehatan terdekat seperti Puskesmas, dokter, bidan Posyandu dan sebagainya.
  • Imunisasi pertusis merupakan bagian dari imunisasi dasar wajib program pemerintah bersama difteri dan tetanus (imunisasi dpt)

Jauhkan bayi Anda dari orang yang batuk

Bayi memerlukan dua atau tiga vaksinasi sebelum terlindung. Oleh  karena ini, penting sekali bayi Anda menjauh dari orang yang menderita penyakit batuk supaya pertusis atau kuman lain tidak ditularkan. Dapatkan imunisasi jika Anda seorang dewasa yang berada dalam kontak dekat dengan anak kecil

Tersedia vaksin untuk orang dewasa. Vaksin ini dianjurkan:

  • Untuk kedua orang tua sewaktu merencanakan kehamilan, atau segera setelah bayi lahir
  • Untuk orang dewasa yang bekerja dengan anak kecil, terutama petugas kesehatan dan petugas penitipan anak.
  • Imunisasi pertusis pada dewasa saat ini belum merupakan imunisasi wajib program pemerintah

Jika Anda berada dalam kontak dekat dengan penderita pertusis:

  • Perhatikan gejala-gejala. Jika gejala timbul, berkonsultasilah dengan dokter Anda atau kunjungi sarana pelayanan kesehatan terdekat, jelaskan jika Anda bernah kontak dengan orang yang diduga menderita pertusis.
  • Beberapa kontak dekat yang menghadapi risiko tinggi (misalnya anak di bawah usia satu tahun, anak yang belum divaksinasi secara lengkap dan wanita di akhir kehamilannya) dan orang lain yang hidup atau bekerja dengan orang yang menghadapi risiko tinggi mungkin perlu menggunakan antibiotik untuk mencegah infeksi.

Jika Anda menderita pertusis:

Dapatkan perawatan sedini mungkin untuk memutus rantai penularan, jauhi dari orang lain dan jauhi dari anak kecil, misalnya di pusat penitipan anak, prasekolah dan sekolah.

Bagaimana penyakit ini didiagnosis?

Jika seorang dokter merasa bahwa seseorang menderita pertusis, uji swab (sekaan) dari belakang hidung atau tes darah mungkin dilakukan untuk membantu mengkonfirmasikan diagnosis.

Bagaimana perawatan penyakit ini?

Suatu antibiotik khusus – biasanya azithromycin, erythromycin atau clarithromycin digunakan untuk merawat pertusis. Antibiotik ini dapat mencegah menularnya kuman ini kepada orang lain. Walaupun mendapat perawatan, namun batuk dapat berlanjut selama berminggu-minggu.

Respon apa yang harus dilakukan petugas kesehatan?

Dokter dan laboratorium harus melaporkan kasus pertusis kepada Puskesmas atau Dinas Kesehatan. Petugas kesehatan Puskesmas akan memberikan penyuluhan dan informasi tentang cara pencegahan dan penanggulangan pertusis dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemberian imunisasi DPT dalam rangka memutus mata rantai penularan penyakit ini. Anak-anak yang dapat menularkan penyakit ini sedapat mungkin tidak melakukan kontak dengan anak lain misalnya diistirahatkan sementara dari sekolahnya sampai penyakitnya sembuh dan tidak menularkan ke orang lain.

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>