Apa Itu Infeksi Haemophilus Influenzae Tipe b (Hib)

k7xrnttukvkwpgvijjj6

Haemophyllus influenzae tipe b (Hib) bukan virus influenza, tetapi merupakan suatu bakteri Gram negatif. Haemophyllus influenzae terbagi atas jenis yang berkapsul dan tidak berkapsul. Tipe yang tidak berkapsul umumnya tidak ganas dan hanya menyebabkan infeksi ringan misalnya faringitis atau otitis media. Jenis yang berkapsul terbagi dalam 6 serotipe dari a sampai f. Di antara jenis yang berkapsul, tipe b merupakan tipe yang paling ganas dan merupakan salah satu penyebab tersering dari kesakitan dan kematian pada bayi dan anak berumur kurang dari 5 tahun.

Infeksi Hib menyebabkan meningitis (radang selaput otak)  dengan gejala demam, kaku kuduk, penurunan kesadaran, kejang dan kematian. Penyakit lain yang dapat terjadi adalah pneumonia, selulitis, artritis dan epiglotitis.

Apa itu Infeksi Haemophilus Influenzae Tipe b (Hib)?

02424d0fee8fbf57d5283efa9a24f25cInfeksi Hib disebabkan oleh bakteri Haemophilus influenzae tipe b. Infeksi dapat mengakibatkan Meningitis (infeksi selaput keliling otak dan saraf punggung), Epiglotitis (bengkak parah epiglotis di belakang tenggorok), Pneumonia (infeksi paru-paru), Osteomielitis (infeksi tulang dan sendi), Selulitis (infeksi jaringan di bawah kulit, biasanya pada muka).

Penyakit-penyakit tersebut dapat terjadi dengan cepat, dan meningitis serta epiglotitis adakalanya membawa maut (kuman lain juga dapat mengakibatkan penyakit-penyakit ini). Ada jenis bakteri H. influenzae yang lain (selain tipe b, tetapi tidak dikaitkan dengan wabah). Infeksi Hib kini agak jarang. Sebelum vaksinasi Hib mulai, penyakit Hib merupakan penyebab utama meningitis di kalangan anak-anak di bawah usia lima tahun.

Bagaimana Gejalanya?

Gejala bergantung pada bagian tubuh yang terinfeksi.

  • Meningitis – demam, sakit kepala, kekejangan leher, mual, muntah dan mengantuk
  • Pneumonia – sesak napas, demam, kurang berdaya, hilang nafsu makan, sakit kepala, sakit dada dan batuk.
  • Epiglotitis – sulit bernapas dan menelan, pucat dan demam
  • Ostemielitis – bengkak, radang dan sakit pada tulang yang terinfeksi.

Bagaimana penularan penyakit ini?

Haemophyllus influenza hanya ditemukan pada manusia. Penyebaran terjadi melalui droplet dari individu yang sakit kepada orang lain. Sebagian besar orang yang mengalami infeksi tidak menjadi sakit, tetapi menjadi pembawa kuman karena Hib menetap di tenggorokan. Prevalensi karier yang lebih dari 3% menunjukkan angka yang cukup tinggi. Penelitian pendahuluan di Lombok menunjukkan prevalensi carrier-rate sebesar 4,6%, suatu angka yang cukup tinggi. Bila prevalensi pembawa kuman cukup banyak, kemungkinan kejadian meningitis dan pneumonia akibat Hib juga tinggi. Walaupun demikian, dampak Hib secara keseluruhan baru dapat dipastikan dengan penelitian populasi di lapangan.

Siapa saja yang berisiko tertular penyakit ini?

Orang yang paling berisiko tinggi tertular penyakit ini adalah anak-anak di bawah usia lima tahun dan orang yang menderita penyakit medis lain seperti penyakit talasemia (kelainan sel sabit darah), HIV/AIDS, limpa yang tidak berfungsi, transplantat sumsum tulang atau sedang dirawat karena kanker.

Bagaimana upaya pencegahan penyakit ini?

vaksin-dpt-hb-hibUpaya paling efektif untuk pencegahan infeksi Hib saat ini adalah melalui imunisasi Hib. Jadwal dan dosis pemberian vaksin Hib

  • Vaksin Hib diberikan sejak umur 2 bulan.
  • Vaksin Hib PRP-T diberikan 3 kali dengan jarak waktu 2 bulan.
  • Ulangan umumnya diberikan 1 tahun setelah suntikan terakhir.
  • Apabila suntikan awal diberikan pada bayi berumur 6 bulan–1 tahun, 2 kali suntikan sudah menghasilkan titer protektif; sedangkan setelah 1 tahun cukup 1 kali suntikan tanpa memerlukan booster. Hal ini membuat dokter sering menunda pemberian vaksin Hib sehingga memerlukan dosis yang lebih sedikit. Pendapat ini salah, karena Hib lebih sering menyerang bayi kecil. Dua puluh enam persen terjadi pada bayi berumur 2-6 bulan dan 25% pada bayi berumur 7-11 bulan (CDC).
  • Vaksin tidak boleh diberikan sebelum bayi berumur 2 bulan karena bayi tersebut belum dapat membentuk antibodi.

Bagaimana penegakan diagnosis penyakit ini?

Dokter akan mendiagnosis penyakit Hib dari gejala, pemeriksaan dan melakukan beberapa tes, yang mungkin termasuk mengambil sampel darah untuk mendeteksi bakteri di bagian tubuh Anda yang terinfeksi (mis. darah atau cairan otak).

Bagaimana perawatan penyakit ini?

Perawatakan melibatkan antibiotik, obat untuk mengurangi demam dan rasa sakit (seperti parasetamol) dan cairan untuk mencegah dehidrasi.

Bagaimana respon petugas kesehatan jika menemukan penyakit ini?

Rumah sakit dan laboratorium harus melaporkan kasus penyakit Hib kepada Puskesmas atau Dinas Kesehatan. Staf Puskesmas akan bekerja sama dengan dokter, pasien atau keluarga pasien untuk menentukan kontak dekat yang menghadapi risiko infeksi dan mengatur agar orang yang menghadapi risiko menerima informasi tentang penyakit ini, dan antibiotik khusus seperlunya.

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>