Wujudkan Perilaku Masyarakat yang Higienis dan Saniter secara mandiri Melalui STBM

STBM

Tantangan yang dihadapi Indonesia terkait pembangunan kesehatan, khususnya bidang higiene dan sanitasi masih sangat besar. Untuk  itu perlu dilakukan intervensi terpadu melalui pendekatan sanitasi total. Pemerintah merubah pendekatan pembangunan sanitasi nasional dari pendekatan sektoral dengan  penyediaan subsidi perangkat keras yang selama ini tidak  memberi daya ungkit terjadinya perubahan perilaku higienis dan peningkatan akses sanitasi, menjadi pendekatan sanitasi total berbasis masyarakat yang menekankan pada 5 (lima) perubahan perilaku higienis.

Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan lima pilar akan mempermudah upaya meningkatkan akses sanitasi masyarakat yang lebih baik serta mengubah dan mempertahankan keberlanjutan budaya hidup bersih dan sehat. Pelaksanaan STBM dalam jangka panjang dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh sanitasi yang kurang baik, dan dapat mendorong tewujudnya masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.

Perubahan perilaku dalam STBM dilakukan melalui metode Pemicuan yang mendorong perubahan perilaku masyarakat sasaran secara kolektif dan mampu membangun sarana sanitasi  secara mandiri sesuai kemampuan.

Apa itu STBM?

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah suatu pendekatan untuk memobilisasi   masyarakat  guna membebaskan secara tuntas kebiasaan buang air besar sembarangan dengan pemberdayaan masyarakat melalui pemicuan.

Tujuan Penyelenggaraan STBM

Penyelenggaraan STBM bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Lima Pilar STBM

pendekatan STBM menekankan pada 5 (lima) perubahan perilaku higienis yang dikenal sebagai Lima Pilar STBM, terdiri dari:

  1. Stop Buang Air Besar Sembarangan
    Stop Buang Air Besar Sembarangan adalah kondisi ketika setiap individu dalam suatu komunitas tidak lagi melakukan perilaku buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan penyakit. Perilaku ini diwujudkan melalui kegiatan paling sedikit terdiri atas:
  • membudayakan perilaku buang air besar sehat yang dapat memutus alur kontaminasi kotoran manusia sebagai sumber penyakit secara berkelanjutan; dan
  • menyediakan dan memelihara sarana buang air besar yang memenuhi standar dan persyaratan kesehatan.
  1. Cuci Tangan Pakai Sabun
    Cuci Tangan Pakai Sabun adalah perilaku cuci tangan dengan menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun. Perilaku ini diwujudkan melalui kegiatan paling sedikit terdiri atas:
  • membudayakan perilaku cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun secara berkelanjutan; dan
  • menyediakan dan memelihara sarana cuci tangan yang dilengkapi dengan air mengalir, sabun, dan saluran pembuangan air limbah.
  1. Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga
    Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga adalah melakukan kegiatan mengelola air minum dan makanan di rumah tangga untuk  memperbaiki dan menjaga kualitas air dari sumber air yang akan digunakan untuk air minum, serta untuk menerapkan prinsip higiene sanitasi pangan dalam proses pengelolaan makanan di rumah tangga. Perilaku ini diwujudkan melalui kegiatan paling sedikit terdiri atas:
  • membudayakan perilaku pengolahan air layak minum dan makanan yang aman dan bersih secara berkelanjutan; dan
  • menyediakan dan memelihara tempat pengolahan air minum dan makanan rumah tangga yang sehat.
  1. Pengamanan Sampah Rumah Tangga
    Pengamanan Sampah Rumah Tangga adalah melakukan kegiatan pengolahan sampah di rumah tangga dengan mengedepankan prinsip mengurangi, memakai ulang, dan mendaur ulang. Perilaku ini diwujudkan melalui kegiatan paling sedikit terdiri atas:
  • membudayakan perilaku memilah sampah rumah tangga sesuai dengan jenisnya dan membuang sampah rumah tangga di luar rumah secara rutin;
  • melakukan pengurangan (reduce), penggunaan kembali (reuse), dan pengolahan kembali (recycle); dan
  • menyediakan dan memelihara sarana pembuangan sampah rumah tangga di luar rumah.
  1. Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga
    Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga adalah melakukan kegiatan pengolahan limbah cair di rumah tangga yang berasal dari sisa kegiatan mencuci, kamar mandi dan dapur yang memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan yang mampu memutus mata rantai penularan penyakit. Perilaku ini diwujudkan melalui kegiatan paling sedikit terdiri atas:
  • melakukan pemisahan saluran limbah cair rumah tangga melalui sumur resapan dan saluran pembuangan air limbah;
  • menyediakan dan menggunakan penampungan limbah cair rumah tangga; dan
  • memelihara saluran pembuangan dan penampungan limbah cair rumah tangga.

Pemicuan dan Pendampingan STBM

Dalam menyelenggarakan STBM dilakukan Pemicuan kepada masyarakat. Pemicuan adalah cara untuk mendorong perubahan perilaku higiene dan sanitasi individu atau masyarakat atas kesadaran sendiri dengan menyentuh perasaan, pola pikir, perilaku, dan kebiasaan individu atau masyarakat. Pemicuan dilaksanakan oleh tenaga kesehatan, kader, relawan, dan/atau masyarakat yang telah berhasil mengembangkan STBM. Pemicuan diarahkan untuk memberikan kemampuan dalam:

  • merencanakan perubahan perilaku;
  • memantau terjadinya perubahan perilaku; dan
  • mengevaluasi hasil perubahan perilaku.

Dalam rangka penyelenggaraan STBM masyarakat membentuk kelompok dan membuat rencana kerja pelaksanaan STBM sesuai kebutuhan. Setelah Pemicuan dilakukan pendampingan kepada masyarakat oleh tenaga kesehatan, kader, relawan, dan/atau masyarakat dalam pelaksanaan rencana kerja masyarakat yang telah disusun. Masyarakat yang telah berhasil mencapai kondisi sanitasi total atau salah satu pilar dalam penyelenggaraan STBM berdasarkan penilaian Tim Verifikasi, dapat melakukan deklarasi keberhasilan pelaksanaan STBM. Tim Verifikasi dibentuk oleh Pemerintah Daerah yang terdiri atas unsur Pemerintah Daerah dan masyarakat.

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>