Kondisi Kesehatan Tertentu yang Harus Diwaspadai Calon Pengantin Wanita

kesehatan sebelum hamil

Sampai saat ini, Indonesia masih menghadapi masalah kesehatan reproduksi yang ditandai dengan masih tingginya angka pernikahan dan kehamilan pada kelompok remaja. Riskesdas 2013 menunjukkan sebanyak 2,6% perempuan menikah pertama kali pada usia kurang dari 15 tahun, dan 23,9% perempuan menikah pada usia 15-19 tahun. Tingginya angka pernikahan dan kehamilan yang terlalu muda tersebut menunjukkan masih rendahnya status kesehatan reproduksi perempuan di negeri ini. Hal ini disertai pula dengan masalah kesehatan yang banyak terjadi pada perempuan antara lain anemia, kekurangan gizi dan Hipertensi dalam Kehamilan (HDK).

Anemia (kurang darah)

Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah kurang dari normal (< 11 mg/dL). Pemeriksaan kadar Hb ini dapat dilakukan di Puskesmas. Anemia sering dialami oleh wanita karena kurangnya asupan atau konsumsi makanan yang mengandung zat besi, pengaturan pola makan yang salah, gangguan haid/haid abnormal dan penyakit lainnya seperti kecacingan, malaria dan lainnya.

Tanda-tanda anemia antara lain:

  • Lesu, letih, lemah, lelah, lunglai (5L)
  • Sering mengeluh pusing dan mata berkunang-kunang
  • Bila mengalami tanda-tanda diatas segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Jika wanita hamil mengalami anemia, maka akan menimbulkan dampak yaitu:

  • Pertumbuhan janin terhambat
  • Bayi lahir sebelum waktunya
  • Bayi mengalami cacat bawaan
  • Anemia pada bayi yang dilahirkan
  • Risiko perdarahan saat melahirkan

Anemia dapat dicegah dan diatasi dengan:

  • Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Minum tablet tambah darah (TTD) terutama saat selama menstruasi dan pada saat hamil
  • Jika ada penyakit yang menyertai, segera ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Kekurangan Gizi

Penilaian status gizi seseorang dapat ditentukan dengan menghitung indeks masa tubuh (IMT). IMT adalah proporsi standar berat badan terhadap tinggi badan. Cara menghitung IMT

Rumus IMT

Contoh perhitungan IMT

Seorang wanita umur 20 tahun dengan berat 38 kg dan tinggi badan 145 cm (1,45 m) maka IMT-nya:

Contoh IMT

IMT 18,0 kg/m2 termasuk kategori kurus

Tabel Klasifikasi IMT

Klasifikasi IMT

Kondisi kurang gizi dalam keadaan terus menerus dapat mengakibatkan Kurang Energi Kronik (KEK). Untuk mengetahui status gizi pada wanita usia subur (WUS) termasuk calon pengantin dan ibu hamil dilakukan pengukuran lingkar lengan atas (LiLA). Dinyatakan risiko KEK apabila LiLA kurang dari 23,5 cm. Perempuan dengan kondisi kekurangan gizi sebaiknya menunda kehamilan sampai status gizinya normal. Jika mengalami masalah gizi, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan petugas kesehatan untuk mendapatkan infromasi lebih lengkap.

Beberapa dampak yang dapat ditimbulkan jika ibu hamil mengalami kekurangan gizi yaitu:

  • Anemia
  • Risiko perdarahan saat melahirkan
  • Melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
  • Peningkatan berat badan menjadi kurang optimal
  • Mudah terkena penyakit infeksi
  • Keguguran
  • Bayi lahir mati
  • Cacat bawaan pada janin
  • Anemia pada bayi

Hipertensi Dalam Kehamilan (HDK)

Semua perempuan dapat berisiko mengalami hipertensi dalam kehamilan, walaupun tidak mempunyai riwayat hipertensi sebelumnya. Hipertensi dalam kehamilan adalah hasil pengukuran tekanan darah > 140/90 mmHg setelah kehamilan 20 minggu pada perempuan yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal atau pada perempuan dengan riwayat hipertensi sebelumnya.

Berikut ini beberapa tanda dan gejala HDK:

  • Sakit kepala berat
  • Pembengkakan pada tungkai kaki
  • Ditemukan kelebihan protein dalam urin setelah diperiksa di laboratorium.

Bila terdapat salah satu atau beberapa tanda-tanda HDK diatas, segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan dan berkonsultasi ke dokter.

Risiko yang dapat ditimbulkan bagi ibu hamil yang mengalami HDK adalah:

  • Kejang
  • Perdarahan otak
  • Gagal ginjal
  • Pertumbuhan janin terhambat
  • Bayi lahir sebelum waktunya
  • Kematian pada ibu atau bayi.

Berbagai permasalahan kesehatan tersebut akan berdampak pada status kesehatan ibu hamil dan janinnya jika kondisi tersebut tidak ditangani terlebih dahulu. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kesehatan pada masa sebelum hamil khususnya pada calon pengantin wanita. Pelayanan kesehatan masa sebelum hamil merupakan serangkaian kegiatan yang ditujukan pada perempuan sejak masa remaja hingga saat sebelum hamil dalam rangka menyiapkan perempuan dalam menjalani kehamilan, persalinan, dan melahirkan bayi yang sehat.

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>