Posyandu Remaja: Wadah Untuk Meningkatkan Derajat Kesehatan dan keterampilan Hidup Sehat Remaja

Posyandu Remaja

Remaja sebagai penerus dan calon pemimpin bangsa di masa depan, wajib mendapatkan hak dan kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, terjamin kelangsungan hidupnya, bebas dari tindakan diskriminasi dan perlakuan yang salah, termasuk terlindungi dari berbagai masalah kesehatan. Masalah kesehatan pada kelompok ini terutama disebabkan karena kecenderungan untuk perilaku yang berisiko.

Kompleksnya permasalahan kesehatan pada remaja, tentunya memerlukan penanganan yang komprehensif dan terintegrasi yang melibatkan semua unsur dari lintas program dan sektor terkait. Melalui Posyandu remaja diharapkan menjadi sebuah wadah masyarakat yang memfasilitasi remaja dalam memahami permasalahan kesehatan mereka, memperluas jangkauan Puskesmas PKPR dalam memberikan pelayanan promotif dan preventif kepada sasaran remaja, terutama bagi remaja di daerah yang memiliki keterbatasan akses maupun hambatan geografis seperti daerah  terpencil, daerah kepulauan atau  terisolasi/terasing lainnya.

Apakah Posyandu Remaja Itu?

Posyandu remaja merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat termasuk remaja dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehatan bagi remaja untuk meningkatkan derajat kesehatan dan keterampilan hidup sehat remaja.

Tujuan Kegiatan Posyandu Remaja

  1. Tujuan Umum

Mendekatkan akses dan meningkatkan cakupan layanan kesehatan bagi remaja.

  1. Tujuan Khusus
  • Meningkatkan peran remaja dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi posyandu remaja.
  • Meningkatkan Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS)
  • Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan remaja tentang kesehatan reproduksi bagi remaja
  • Meningkatkan pengetahuan terkait kesehatan jiwa dan pencegahan penyalahgunaan Napza
  • Mempercepat upaya perbaikan gizi remaja
  • Mendorong remaja untuk melakukan aktifitas fisik
  • Melakukan deteksi dini dan pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM)
  • Meningkatkan kesadaran remaja dalam pencegahan kekerasan

Sasaran

Sasaran Kegiatan Posyandu Remaja adalah remaja usia 10-18 tahun, laki-laki dan perempuan dengan tidak memandang status pendidikan dan perkawinan termasuk remaja dengan disabilitas.

Fungsi Posyandu Remaja

  • Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan dan keterampilan hidup sehat remaja.
  • Sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan yang mencakup upaya promotif dan preventif, meliputi: Pendidikan Ketrampilan Hidup Sehat (PKHS), kesehatan reproduksi remaja, pencegahan penyalahgunaan Napza, gizi, aktifitas fisik, pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) dan pencegahan kekerasan pada remaja.
  • Sebagai surveilans dan pemantauan kesehatan remaja di wilayah sekitar.

Manfaat Kegiatan Posyandu Remaja

  1. Bagi Remaja
  • Memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang meliputi: kesehatan reproduksi remaja, masalah kesehatan jiwa dan pencegahan penyalahgunaan Napza, gizi, aktifitas fisik, pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM), pencegahan kekerasan pada remaja.
  • Mempersiapkan remaja untuk memiliki ketrampilan Hidup sehat melalui PKHS.
  • Aktualisasi diri dalam kegiatan peningkatan derajat kesehatan remaja.
  1. Petugas Kesehatan
  • Mendekatkan akses pelayanan kesehatan dasar pada masyarakat terutama remaja.
  • Membantu remaja dalam memecahkan masalah kesehatan spesifik sesuai dengan keluhan yang dialaminya.
  1. Pemerintah desa/kelurahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan lainnya
    Meningkatkan koordinasi dalam pemberian pelayanan secara terpadu sesuai dengan tugas, pokok, fungsi (tupoksi) masing-masing sektor.
  1. Keluarga dan Masyarakat
  • Membantu keluarga dan masyarakat dalam membentuk anak yang mampu berperilaku hidup bersih dan sehat.
  • Membantu keluarga dan masyarakat dalam membentuk anak yang memiliki keterampilan hidup sehat.
  • Membantu keluarga dan masyarakat dalam membentuk anak yang memiliki keterampilan sosial yang baik sehingga dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Lokasi

Posyandu remaja berada di setiap desa/kelurahan. Bila diperlukan dan memiliki kemampuan, dimungkinkan untuk didirikan di RW, dusun atau sebutan lainnya yang sesuai. Tempat pelaksanaan kegiatan Posyandu Remaja disesuaikan dengan kondisi di daerah. Setiap Posyandu Remaja beranggotakan maksimal 50 remaja. Jika dalam satu wilayah terdaftar lebih dari 50 remaja, maka wilayah tersebut dapat mendirikan Posyandu Remaja lainnya.

Pembentukan Posyandu Remaja

Posyandu Remaja dibentuk oleh masyarakat desa/kelurahan dengan tujuan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan untuk remaja, terutama Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS), pelayanan kesehatan reproduksi remaja, masalah kesehatan jiwa dan pencegahan penyalahgunaan Napza, gizi, aktifitas fisik, pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM), dan pencegahan kekerasan pada

remaja. Pendirian Posyandu Remaja ditetapkan dengan keputusan Kepala Desa/Lurah. Pembentukan Posyandu Remaja bersifat fleksibel, dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, permasalahan dan kemampuan sumber daya.

Kader Posyandu Remaja

Kader Posyandu Remaja merupakan bagian dari Kader Kesehatan Remaja. Adapun yang bisa dipilih menjadi Kader Posyandu Remaja adalah :

  1. Remaja usia 10-18 tahun
  2. Berjiwa kreatif, inovatif dan komitmen
  3. Mau secara sukarela menjadi kader
  4. Berdomisili di wilayah Posyandu Remaja berada

Kader Posyandu Remaja yang sudah tidak lagi berusia remaja juga dapat tetap bergabung dalam kegiatan Posyandu Remaja. Kader Posyandu Remaja juga dapat bergabung dengan organisasi remaja lainnya seperti Saka Bakti Husada/ saka lainnya dalam gerakan pramuka, Karang Taruna atau organisasi yang lain.

Waktu Penyelenggaraan

Posyandu Remaja dilaksanakan sekali setiap bulan. Hari dan waktu pelaksanaan kegiatan sesuai dengan hasil kesepakatan. Apabila memungkinkan, kegiatan Posyandu Remaja dapat diintegrasikan dengan penyelenggaraan posbindu, PPKS (Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera), pertemuan karang taruna, atau kegiatan remaja lainnya.

Tempat Penyelenggaraan

Tempat penyelenggaraaan Posyandu Remaja sebaiknya berada pada tempat yang mudah dijangkau oleh remaja. Tempat penyelenggaraan tersebut dapat di salah satu rumah warga, halaman rumah, balai desa/kelurahan, balai RW/RT/dusun, tempat Karang Taruna atau tempat khusus yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Selain itu, dapat juga dilakukan di tempat di mana remaja biasa berkumpul.

Sarana dan Prasarana

Sarana yang diperlukan untuk kegiatan Posyandu Remaja adalah gedung sebagai tempat pelaksanaan kegiatan, seperti gedung kelurahan, RW ataupun tempat lain yang layak. Prasarana yang diperlukan antara lain adalah :

  • Timbangan BB
  • Microtoise
  • Alat ukur LILA / pita LILA
  • Alat ukur lingkar perut / meteran
  • Alat ukur tekanan darah
  • Buku register Posyandu Remaja
  • Buku Rapor Kesehatanku / Buku Pemantauan Kesehatan Remaja
  • Media KIE (cetak dan elektronik)
  • Set PKPR

Jenis Kegiatan Posyandu Remaja

  1. Kegiatan Utama

Dalam pelaksanaan Posyandu Remaja, kegiatan utama yang harus ada adalah:

  • Pendidikan Ketrampilan Hidup Sehat (PKHS)
  • Kesehatan Reproduksi Remaja
  • Masalah Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA
  • Gizi
  • Aktivitas fisik pada remaja
  • Penyakit Tidak Menular (PTM)
  • Pencegahan Kekerasan pada Remaja
  • Penyuluhan lain terkait isu kesehatan lain,
  1. Kegiatan Pengembangan atau Tambahan

Kegiatan pengembangan dilakukan apabila masyarakat di wilayah tersebut merasa ada masalah kesehatan di luar 8 kegiatan utama yang juga perlu diselesaikan. Penetapan kegiatan harus mendapat dukungan dari seluruh masyarakat yang tercermin dari hasil Survey Mawas Diri (SMD) dan disepakati melalui forum Musyawarah Masyarakat Desa (MMD). Penambahan kegiatan pengembangan dilakukan apabila 8 kegiatan utama telah dilaksanakan dengan baik, dan tersedia sumber daya serta sumber dana yang mendukung.

Beberapa kegiatan yang dapat dijadikan sebagai kegiatan pengembangan antara lain adalah:

  • Bina Keluarga Remaja
  • Pemilihan duta kesehatan remaja
  • Kampanye kesehatan di luar kegiatan rutin Posyandu Remaja
  • Pelatihan kewirausahaan remaja
  • Perayaan hari besar nasional
  • Peningkatan kerjasama dengan dunia usaha

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>