Waspada Diabetes, Jadikan Momentum Hari Diabetes Sedunia Untuk Perangi Diabetes

3D Crossword Stop Diabetes on white background

Tanggal 14 Nopember diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia atau World Diabetes Day (WDD). Peringatan ini mulai diadakan pada 1991 yang diprakarsai oleh World Health Organization (WHO) sebagai bentuk kewaspadaan akan bahaya penyakit ini.

Penyakit Diabetes, saat ini telah menjadi ancaman serius kesehatan global. Indonesia juga menghadapi situasi ancaman diabetes serupa dengan dunia. International Diabetes Federation (IDF) Atlas 2017 melaporkan bahwa epidemi Diabetes di Indonesia masih menunjukkan kecenderungan meningkat. Indonesia adalah negara peringkat keenam di dunia setelah Tiongkok, India, Amerika Serikat, Brazil dan Meksiko dengan jumlah penyandang Diabetes usia 20-79 tahun sekitar 10,3 juta orang. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) memperlihatkan peningkatan angka prevalensi Diabetes yang cukup signifikan, yaitu dari 6,9% di tahun 2013 menjadi 8,5% di tahun 2018; sehingga estimasi jumlah penderita di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta orang.

Diabetes atau penyakit kencing manis disebabkan kandungan gula darah yang berlebihan di dalam tubuh. Sebagian besar diakibatkan faktor genetik, namun gaya hidup juga memiliki peran yang tidak sedikit. Diabetes juga merupakan faktor risiko penyakit lain seperti serangan jantung, stroke, kebutaan dan gagal ginjal bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian.

Upaya efektif untuk mencegah dan mengendalikan diabetes harus difokuskan pada pengendalian faktor risiko disertai dengan pemantauan yang teratur dan berkelanjutan.  Saat ini faktor risiko umum PTM di Indonesia relatif masih tinggi, yaitu 33,5% tidak melakukan aktivitas fisik, 95% tidak mengonsumsi buah dan sayuran, dan 33,8% populasi usia di atas 15 tahun merupakan perokok berat.

Pencegahan dan pengendalian diabetes membutuhkan perhatian semua orang dan juga kebijakan nasional dengan pendekatan revolusioner. Penyelesaian masalah diabetes terkait dengan perubahan perilaku melalui pemberdayaan masyarakat. Sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), Pemerintah Indonesia telah membentuk Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM, sebagai upaya terdepan pencegahan dan pengendalian PTM.

Selain melalui pemberdayaan masyarakat, upaya pencegahan dan pengendalian diabetes juga perlu didukung oleh sinergi positif oleh seluruh komponen sehingga menumbuhkan iklim yang kondusif pada aspek pencegahan dan perubahan perilaku pada tingkat individu, keluarga dan masyarakat serta institusi seperti tempat kerja. 3 (tiga) hal utama perlu dilakukan yakni:

  1. Perubahan perilaku yang terkait makanan sehat dan berimbang, aktivitas fisik, menghindarkan diri dari rokok dan alkohol;
  2. Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala; dan
  3. Perbaikan tatalaksana penanganan penderita dengan memperkuat pelayanan kesehatan primer, akan menjadi prioritas dalam beberapa tahun ke depan.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga telah menekankan pentingnya food labelling untuk peringatan kepada masyarakat mengenai makanan dan minuman yang tidak sehat (terlalu banyak mengandung gula, garam dan lemak). Saat ini, Indonesia telah mengeluarkan peraturan untuk industri makanan/minuman kemasan dan siap saji untuk mencantumkan kandungan gula, garam dan lemak dalam makanan olahan. Penting juga untuk memastikan ketersediaan lebih banyak pilihan dalam makanan sehat dan minuman di pasar untuk mendukung orang-orang mengalihkan konsumsi mereka dari pengolahan makanan dan minuman ringan ke makanan rumah tangga dan minuman sehat.

Keluarga Benteng Utama Perangi Diabetes

Keluarga memegang peranan kunci dalam mengatasi faktor risiko dari diabetes tipe 2 yang dapat dimodifikasi. Selain itu, keluarga juga harus selalu dibekali pengetahuan, sumber daya, dan lingkungan yang tepat untuk menerapkan pola hidup sehat. Perubahan gaya hidup ke arah yang lebih sehat sangat penting dilakukan oleh seluruh anggota keluarga agar terhindar dari penyakit ini. Oleh Karena itu, ajak seluruh keluarga menerapkan pola makan sehat dan berolahraga secara rutin bersama-sama agar makin semangat.

Dukungan keluarga pada penanganan penderita diabetes juga telah terbukti memiliki dampak yang siginifikan dalam meningkatkan hasil penanganan. Misalnya, anggota keluarga dapat membantu mengingatkan individu dengan diabetes untuk mengonsumsi obat sesuai jadwal. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memastikan bahwa edukasi dan dukungan terkait diabetes tersedia bagi setiap orang yang mengalami kondisi tersebut beserta anggota keluarganya, guna meningkatkan kualitas hidup dari keluarga.

Hari Diabetes Sedunia diselenggarakan setiap tahunnya merupakan momentum tepat untuk memerangi diabetes. Dengan mengangkat tema peran anggota keluarga, diharapkan setiap anggota keluarga dari penderita diabetes dapat secara aktif ikut terlibat dalam penanganan penyakit ini. Tak hanya itu, semoga semua anggota keluarga kompak menerapkan pola hidup  sehat agar tak ada lagi anggota keluarga lainnya yang terkena diabetes di kemudian hari.

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>