{"id":365,"date":"2019-09-02T23:46:13","date_gmt":"2019-09-02T23:46:13","guid":{"rendered":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/kilan\/?p=365"},"modified":"2019-09-02T23:46:13","modified_gmt":"2019-09-02T23:46:13","slug":"pelaksanaan-pemberian-obat-pencegahan-masal-popmkecacingan-di-sekolah-tk-paud-dan-posyandu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/kilan\/2019\/09\/02\/pelaksanaan-pemberian-obat-pencegahan-masal-popmkecacingan-di-sekolah-tk-paud-dan-posyandu\/","title":{"rendered":"PELAKSANAAN PEMBERIAN OBAT PENCEGAHAN MASAL (POPM)KECACINGAN DI SEKOLAH TK PAUD DAN POSYANDU"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"\" src=\"https:\/\/scontent.fpku3-1.fna.fbcdn.net\/v\/t1.0-9\/68526128_1293707927462301_533281895593541632_n.jpg?_nc_cat=103&amp;_nc_eui2=AeFiHwt3zm-3U-VUmqMHMtnq3fmXptasT-Tr5RkTx7jXVVDuVZvcQeWfwsp7YK7HK5Tfk8uuftDGfVDzXyATbMmc-iJMfYNKljy9f32fo-4CeQ&amp;_nc_oc=AQmIW1VXEJaMaYiofKCSb7oi-1P2b73x3VlfQYgybyH4DT3BR9SMgxwY7Ss4S6WKd1U&amp;_nc_ht=scontent.fpku3-1.fna&amp;oh=02e268229d78a8905a1e98aaa2dbbbfe&amp;oe=5E0505D6\" alt=\"Gambar mungkin berisi: 12 orang, termasuk Ibunya Kirana, orang tersenyum\" width=\"496\" height=\"372\" \/><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/penyakit\/cacingan-ascariasis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Cacingan<\/a>\u00a0adalah salah satu masalah besar yang dihadapi anak-anak. Namun terkadang orang tua masih menganggap remeh permasalahan tersebut. Padahal, jika dibiarkan berlarut-larut adanya cacing dalam tubuh bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal ini dikarenakan\u00a0cacing akan menyerap sari-sari makanan yang ada dalam sel-sel darah dan usus<\/p>\n<p>Berikut ini beberapa ciri cacingan pada anak berdasarkan jenis cacing yang menginfeksinya di dalam tubuh.<\/p>\n<h3>1. Cacing kremi\u00a0(<em>Enterobius vermicularis<\/em>)<\/h3>\n<p>Jenis cacing ini yang lebih sering menyerang anak-anak. Hal ini terjadi lantaran anak-anak senang main kotor-kotoran misalnya main tanah.<\/p>\n<p>Setelah puas bermain, biasanya tanpa cuci tangan anak-anak langsung mengambil makanan. Sehingga telur cacing yang menempel pada jari tangan mereka akan ikut masuk ke dalam mulut. Lalu telur tesebut menetas di \u00a0usus kecil dan masuk ke usus besar. Di dalam usus besar tersebut cacing kremi menempel dan akan mengambil makanan. Kemudian jika sudah dewasa cacing kremi betina akan menuju ke anus untuk mengeluarkan telur. Maka, inilah penyebab kenapa banyak anak-anak yang terkena cacing kremi akan merasakan gatal-gatal di sekitar\u00a0anus.<\/p>\n<h4>Ciri-ciri anak yang terkena cacing kremi:<\/h4>\n<ul>\n<li>Gatal yang terus menerus di sekitar\u00a0anus<\/li>\n<li>Susah tidur karena merasakan gatal di sekitar\u00a0anus<\/li>\n<li>Sekitar anus terasa nyeri dan terjadi iritasi<\/li>\n<li>Terdapat cacing kremi pada tinja<\/li>\n<\/ul>\n<h3>2. Cacing gelang\u00a0(<em>Ascariasis lumbricoides)<\/em><\/h3>\n<p>Cacing gelang biasa menyebar melalui makanan dan minuman yang sebelumnya sudah terkontaminasi cacing gelang. Tapi tidak ada gejala khusus yang ditimbulkan cacing ini. Kita baru tahu setelah melihat cacing yang keluar bersamaan dengan tinja. Cara hidup cacing gelang di dalam usus halus ialah dengan cara parasit. Cacing gelang juga bisa masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan anak batuk-batuk.<\/p>\n<h4>Ciri-ciri anak yang terkena cacing gelang:<\/h4>\n<ul>\n<li>Batuk<\/li>\n<li>Nyeri perut<\/li>\n<li>Mual bahkan kadang sampai muntah<\/li>\n<li>Berat badan turun<\/li>\n<li>Tampak cacing pada tinja<\/li>\n<li>Lesu<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Cacing tambang\u00a0(<em>Necator americanus\u00a0<\/em>dan\u00a0<em>Acylostoma duodenale<\/em>)<\/h3>\n<p>Cacing tambang biasanya melekat pada usus dengan mulut mereka dan akan menghisap darah. Kemudian, cacing ini\u00a0masuk lewat kulit kaki dan akan menginfeksi bagian dalam tubuh, seperti paru-paru dan jantung melewati aliran darah.<\/p>\n<p>Tidak jarang, cacing ini menyebabkan anemia pada anak-anak, sehingga berakibat menurunnya daya tahan tubuh dan mempengaruhi kecerdasan anak.\u00a0Kontaminasi cacing ini juga mengakibatkan anak menjadi susah makan sehingga menjadi gizi buruk karena semua nutrisi akan diserap oleh si cacing.<\/p>\n<p><strong>Ciri-ciri anak terkena cacing tambang:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Nyeri perut\u00a0hilang timbul yang dapat membuat bayi menjadi sangat rewel<\/li>\n<li>Diare<\/li>\n<li>Mual<\/li>\n<li>Demam<\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/pusat-kesehatan\/anemia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Anemia<\/a>\u00a0(anak terlihat pucat)<\/li>\n<li>Tidak nafsu makan<\/li>\n<li>Gatal pada area di mana larva masuk ke dalam kulit<\/li>\n<li>Ditemukannya darah dalam feses jika ususnya mengalami infeksi akibat cacing<\/li>\n<\/ul>\n<h3>4. Infeksi cacing pita\u00a0(<em>Taenia sp.<\/em>)<\/h3>\n<p>Umumnya, anak yang\u00a0<a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/penyakit\/infeksi-cacing-pita-cacingan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">terinfeksi cacing pita<\/a>\u00a0tidak merasakan gejala apapun karena memang gejala yang ditimbulkan sulit untuk dideteksi. Namun, bagi anak yang menderita infeksi usus akibat cacing pita, bagian kepala cacing pita akan menempel pada dinding usus. Sementara bagian tubuhnya akan terus bertambah panjang dan memproduksi telur di dalam usus.<\/p>\n<h4>Ciri-ciri anak terkena cacing pita:<\/h4>\n<ul>\n<li>Mual<\/li>\n<li>Sakit perut<\/li>\n<li>Nampak lemah dan lemas<\/li>\n<li>Hilang nafsu makan<\/li>\n<li>Penurunan berat badan<\/li>\n<li>Jika gejala infeksi cacing pita telah menyebar di bagian tubuh, maka kemungkinan akan menyebabkan kerusakan organ dan jaringan.<\/li>\n<\/ul>\n<p class=\"end-of-article\">Setelah mengetahui ciri cacingan pada anak, berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah si kecil mengalami cacingan:<\/p>\n<ul>\n<li>Menanamkan kebiasaan\u00a0<a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/cuci-tangan-penting-kesehatan\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">mencuci tangan<\/a>\u00a0dengan cara yang benar sebelum makan ataupun setelah melakukan aktitas<\/li>\n<li>Pastikan anak-anak Anda mengganti pakaian dalam mereka setiap hari<\/li>\n<li>Cuci seprai, selimut, dan boneka si kecil secara teratur minimal seminggu sekali<\/li>\n<li>Dorong anak Anda untuk bermain di daerah kering dan tidak bermain di genangan air berlumpur<\/li>\n<li>Pastikan sayuran dan daging Anda dimasak dengan matang sebelum Anda menyajikannya kepada si kecil<\/li>\n<li>Ajarkan anak untuk memilihara kebersihan kuku dan\u00a0<a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/menjaga-kebersihan-kelamin-pria-wanita\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">kebersihan area genital<\/a><\/li>\n<li>Selalu menjaga kebersihan rumah, lingkungan, bahkan mainan si kecil<\/li>\n<li>Jika si kecil memunculkan salah satu gejala yang sudah disebutkan di atas, ada baiknya Anda berkonsultasi ke dokter agar anak segera mendapatkan tindakan yang tepat.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cacingan\u00a0adalah salah satu masalah besar yang dihadapi anak-anak. Namun terkadang orang tua masih menganggap remeh permasalahan tersebut. Padahal, jika dibiarkan berlarut-larut adanya cacing dalam tubuh bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Hal ini dikarenakan\u00a0cacing akan menyerap sari-sari makanan yang ada dalam sel-sel darah dan usus Berikut ini beberapa ciri cacingan pada anak berdasarkan jenis cacing [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":20,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,3],"tags":[],"class_list":["post-365","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kegiatan","category-ragam-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/kilan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/365"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/kilan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/kilan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/kilan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/kilan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=365"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/kilan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/365\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":366,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/kilan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/365\/revisions\/366"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/kilan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=365"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/kilan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=365"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/kilan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=365"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}