{"id":315,"date":"2019-08-28T03:58:16","date_gmt":"2019-08-28T03:58:16","guid":{"rendered":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/?p=315"},"modified":"2019-09-21T03:42:10","modified_gmt":"2019-09-21T03:42:10","slug":"manfaat-inisiasi-menyusui-dini-imd-untuk-ibu-dan-bayi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/2019\/08\/28\/manfaat-inisiasi-menyusui-dini-imd-untuk-ibu-dan-bayi\/","title":{"rendered":"Manfaat Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Untuk Ibu Dan Bayi"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Peranap-<\/strong> Tidak dapat dipungkiri, bahwa menyusui memiliki banyak manfaat kesehatan baik bagi ibu maupun bayinya. <strong>Inisiasi Menyusui Dini (IMD)<\/strong>\u00a0merupakan awal mula seorang ibu memberikan ASI kepada bayinya seketika ia dilahirkan ke dunia yakni dalam jam-jam pertama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal ini salah satunya untuk memastikan bahwa bayi menerima kolostrum (&#8220;susu pertama&#8221;), yang kaya akan\u00a0faktor\u00a0protektif (zat kekebalan tubuh).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Manfaat yang dapat diperoleh dari Inisiasi Menyusui Dini (IMD)<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Bayi tetap\u00a0hangat\u00a0karena langsung bersentuhan dengan kulit ibu (<em>skin to skin contact<\/em>).\u00a0 Hal ini dapat\u00a0menurunkan\u00a0risiko\u00a0kematian bayi akibat hipotermia (kedinginan).<\/li>\n<li>Ibu dan bayi merasa lebih tenang, sehingga membantu pernafasan dan detak\u00a0jantung\u00a0bayi lebih stabil. Dengan demikian, bayi tidak rewel, sehingga dapat menghemat energi.<\/li>\n<li>Memberikan stimulasi dini naluriah dan memberikan kehangatan dan cinta. Inisiasi Menyusui Dini akan menjalin ikatan psikis antara ibu dan bayi.<\/li>\n<li>Sentuhan dan hisapan bayi terhadap\u00a0puting\u00a0susu ibu dapat merangsang pelepasan oksitosin yang berperan\u00a0penting\u00a0untuk kontraksi\u00a0rahim\u00a0ibu sehingga mempermudah pengeluaran\u00a0plasenta\u00a0(ari-ari) dan mengurangi\u00a0perdarahan. Disamping itu dapat juga merangsang\u00a0hormon\u00a0lain yang membuat ibu menjadi tenang, rileks, dan mencintai bayi, serta lebih mampu menahan rasa sakit (karena <a href=\"https:\/\/www.honestdocs.id\/agitasi\">hormon<\/a> meningkatkan ambang nyeri), dan timbul rasa sukacita \/ kebahagiaan. Lebih lanjut akan merangsang drainase ASI, sehingga ASI matang (putih) lebih cepat\u00a0keluar\u00a0dan produksinya meningkat.<\/li>\n<li>Risiko bayi dari infeksi berkurang karena kuman (<a href=\"https:\/\/www.honestdocs.id\/halitosis\">bakteri<\/a>) baik dari ibu mulai menjajah kulit dan usus bayi, dan\u00a0mencegah\u00a0kuman berbahaya.<\/li>\n<li>Bayi mendapatkan kolostrum susu pertama, yakni cairan berharga tidak ada tandingannya yang kaya akan antibodi dan zat <a href=\"https:\/\/www.honestdocs.id\/drug-potato\">penting<\/a> lainnya yang penting untuk daya tahan tubuh dan\u00a0pertumbuhan\u00a0usus bayi.<\/li>\n<li>Bayi yang menjalani Inisiasi Menyusui Dini akan lebih berhasil menjalani program ASI eksklusif dan mempertahankan <a href=\"https:\/\/www.honestdocs.id\/infeksi-payudara\">menyusui<\/a> setelah 6 bulan.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Lalu bagaimana cara melakukan Inisasi Menyusui Dini (IMD) ini?<\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Inisiasi Menyusui dini dilakukan satu jam pertama setelah bayi lahir<\/li>\n<li>Setelah\u00a0lahir, bayi dikeringkan seperlunya tanpa <a href=\"https:\/\/www.honestdocs.id\/eschar\">menghilangkan<\/a> vernix (kulit putih) yang berfungsi menyamankan kulit bayi, hindari juga mengeringkan bagian tangan bayi karena akan berperan penting untuk IMD.<\/li>\n<li>Setelah itu kemudian bayi ditengkurapkan pada perut bagian atas atau dada ibu, kulit bayi harus menempel pada kulit ibu tanpa ada yang membatasi (<em>skin-to-skin contact<\/em>). Kemudian, jika perlu selimuti ibu dan bayi.<\/li>\n<li>30\u00a0 menit pertama biasanya bayi akan diam dalam keadaan siaga, karena masa ini merupakan masa penyesuaian atau peralihan bayi dari dalam\u00a0kandungan\u00a0ke dunia luar.<\/li>\n<li>30 \u2013 60 menit selanjutnya bayi mulai menggerakkan mulutnya seperti mau nenen dan yang pertama kali dijilati adalah tangannya yang masih terdapat sisa-sisa cairan ketuban. Rasa dan bau cairan ketuban yang ada ditangannya ini sama dengan bau cairan yang dikeluarkan\u00a0payudara\u00a0ibu sehingga inilah yang akan membimbing bayi menemukan <a href=\"https:\/\/www.honestdocs.id\/puting-gatal\">puting<\/a> susu ibu.<\/li>\n<li>Biarkan bayi mencari sendiri puting susu ibunya (jangan dipaksakan atau diarahkan). Karena pada dasarnya, bayi memiliki naluri yang kuat untuk dapat menemukan puting susu ibunya.<\/li>\n<li>Ketika sudah menemukan puting susu ibunya biarkan kulit bayi tetap bersentuhan dengan kulit ibu sampai proses menyusu pertama selesai.<\/li>\n<li>Setelah proses menyusu awal selesai yang ditandai dengan lepasnya hisapan bayi, baru kemudian bayi dipisahkan dari ibunya untuk ditimbang, diukur, dicap, diberi vitamin K dan tetes\u00a0mata.<\/li>\n<li>Namun jangan berpisah ruangan, Ibu dan bayi sebaiknya tetap bersama dan dirawat-gabung. Sehingga ibu dapat menyusui bayinya kapan saja. Hal ini juga akan meningkatkan ikatan batin antara ibu dan bayinya, sehingga bayipun jadi jarang menangis karena selalu merasa dekat dengan ibu, dengan demikian ibu dapat dengan mudah menyusui dan beristirahat dengan optimal.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Mengingat banyaknya manfaat\u00a0<strong>Inisisasi Menyusui Dini (IMD)<\/strong>\u00a0ini, maka akan sangat disayangkan jika buah hati kita tidak diberi kesempatan untuk melakukannya, yang hanya sekali seumur hidupnya. Kegiatan inilah yang dilaksanakan bidan-bidan digedung Poned UPTD puskesmas Peranap yang dibimbing langsung oleh ibu Bikor Irza Diana Fitri, Str. Keb.<\/p>\n<div id='gallery-1' class='gallery galleryid-315 gallery-columns-3 gallery-size-thumbnail'><figure class='gallery-item'>\n\t\t\t<div class='gallery-icon landscape'>\n\t\t\t\t<a href='https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/2019\/08\/28\/manfaat-inisiasi-menyusui-dini-imd-untuk-ibu-dan-bayi\/whatsapp-image-2019-08-28-at-09-55-231\/'><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-28-at-09.55.231-150x150.jpeg\" class=\"attachment-thumbnail size-thumbnail\" alt=\"\" \/><\/a>\n\t\t\t<\/div><\/figure><figure class='gallery-item'>\n\t\t\t<div class='gallery-icon portrait'>\n\t\t\t\t<a href='https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/2019\/08\/28\/manfaat-inisiasi-menyusui-dini-imd-untuk-ibu-dan-bayi\/whatsapp-image-2019-08-28-at-09-55-232\/'><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"150\" height=\"150\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-28-at-09.55.232-150x150.jpeg\" class=\"attachment-thumbnail size-thumbnail\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-28-at-09.55.232-150x150.jpeg 150w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/wp-content\/uploads\/sites\/5\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-28-at-09.55.232-500x500.jpeg 500w\" sizes=\"(max-width: 150px) 100vw, 150px\" \/><\/a>\n\t\t\t<\/div><\/figure>\n\t\t<\/div>\n\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peranap- Tidak dapat dipungkiri, bahwa menyusui memiliki banyak manfaat kesehatan baik bagi ibu maupun bayinya. Inisiasi Menyusui Dini (IMD)\u00a0merupakan awal mula seorang ibu memberikan ASI kepada bayinya seketika ia dilahirkan ke dunia yakni dalam jam-jam pertama. Hal ini salah satunya untuk memastikan bahwa bayi menerima kolostrum (&#8220;susu pertama&#8221;), yang kaya akan\u00a0faktor\u00a0protektif (zat kekebalan tubuh). Manfaat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":318,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,4],"tags":[],"class_list":["post-315","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan","category-terkini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/315"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=315"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/315\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":369,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/315\/revisions\/369"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/wp-json\/wp\/v2\/media\/318"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=315"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=315"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/peranap\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=315"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}