{"id":301,"date":"2019-07-23T11:26:10","date_gmt":"2019-07-23T04:26:10","guid":{"rendered":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/?p=301"},"modified":"2019-07-23T11:26:10","modified_gmt":"2019-07-23T04:26:10","slug":"kegiatan-penyuluhan-napza-di-wilayah-uptd-puskesmas-sipayung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/2019\/07\/23\/kegiatan-penyuluhan-napza-di-wilayah-uptd-puskesmas-sipayung\/","title":{"rendered":"KEGIATAN PENYULUHAN NAPZA DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS SIPAYUNG"},"content":{"rendered":"<p>RENGAT, JUMAT 26 APRIL 2019<\/p>\n<p>TEMPAT : SMAN 2 RENGAT<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignright size-large wp-image-311\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0001-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"480\" srcset=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0001-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0001-300x225.jpg 300w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0001-768x576.jpg 768w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0001.jpg 1040w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/>NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. &#8230; Penyalahgunaan pemakaian. Napza yang bukan untuk tujuan pengobatan dan tidak dalam pengawasan dokter akan menyebabkan kecanduan dan ketergantungan secara fisik maupun mental.<\/p>\n<p>NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lain) adalah bahan\/zat\/obat yang<br \/>\nbila masuk kedalam tubuh manusia akan mempengaruhi tubuh terutama otak\/susunan saraf pusat, sehingga menyebabkan gangguan kesehatan fisik, psikis, dan fungsi sosialnya karena terjadi kebiasaan, ketagihan (adiksi) serta ketergantungan (dependensi) terhadap NAPZA. Istilah NAPZA umumnya digunakan oleh sektor pelayanan kesehatan, yang menitik beratkan pada upaya penanggulangan dari sudut kesehatan fisik, psikis, dan sosial. NAPZA sering disebut juga sebagai zat psikoaktif, yaitu zat yang bekerja pada otak,<br \/>\nsehingga menimbulkan perubahan perilaku, perasaan, dan pikiran.<\/p>\n<h2><span id=\"macam-macam_napza\" class=\"ez-toc-section\">Macam-Macam NAPZA<\/span><\/h2>\n<h3><span id=\"1_narkotika\" class=\"ez-toc-section\">1. Narkotika<\/span><\/h3>\n<p>Narkotika dapat dibedakan menjadi beberapa golongan, diantaranya:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Narkotika golongan I<\/strong>; biasanya digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan, tidak digunakan pada terapi. Golongan berpotensi tinggi mengakibatkan kecanduan.<\/li>\n<li><strong>Narkotika golongan II<\/strong>; penggunaannya untuk pengobatan, terapi, dan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan. Berpotensi tinggi mengakibatkan kecanduan pada pengguna.<\/li>\n<li><strong>Narkotika golongan III<\/strong>; penggunaanya untuk pengobatan, terapi, dan untuk tujuan ilmu pengetahuan. Berpotensi ringan menyebabkan kecanduan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3><span id=\"2_psikotropika\" class=\"ez-toc-section\">2. Psikotropika<\/span><\/h3>\n<p>Psikotropika sendiri dibedakan lagi berdasarkan tingkatannya menjadi Psikotropika golongan 1 hingga golongan 4.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Psikotropika golongan I<\/strong>; penggunaannya hanya untuk tujuan ilmu pengetahuan, tidak dipakai dalam terapi, dan sangat berpotensi mengakibatkan kecanduan.<\/li>\n<li><strong>Psikotropika golongan II<\/strong>; penggunaannya untuk tujuan pengobatan atau obat alternatif, dan juga untuk ilmu pengetahuan. Golongan ini juga berpotensi menyebabkan kecanduan.<\/li>\n<li><strong>Psikotropika golongan III<\/strong>; penggunaannya untuk pengobatan dan terapi, serta untuk tujuan ilmu pengetahuan. Golongan ini juga mempunyai potensi sedang menyebabkan ketergantungan.<\/li>\n<li><strong>Psikotropika golongan IV<\/strong>; penggunaannya untuk pengobatan dan terapi, serta untuk tujuan ilmu pengetahuan. Berpotensi mengakibatkan ketergantungan ringan.<\/li>\n<\/ul>\n<h3>3. Zat Adiktif<\/h3>\n<p>Semua yang termasuk dalam zat adiktif, pada kadar tertentu dapat memberikan efek kencanduan pada penggunanya. Misalnya pada minuman beralkhol.\u00a0Minuman yang mengandung alkohol dapat dibagi menjadi 3 golongan, diantaranya:<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Golongan A<\/strong>; minuman mengandung alkohol dengan kadar etanol 1% \u2013 5%. Conto; Green Sand, Bir.<\/li>\n<li><strong>Golongan B<\/strong>; minuman mengandung alkohol dengan kadar etanol 5% \u2013 20%. Contoh; Anggur Kolesom.<\/li>\n<li><strong>Golongan C<\/strong>; minuman mengandung alkohol dengan kadar etanol 20% \u2013 55%. Contoh; Arak, Vodka, Wiski. Dapat menyebabkan kecanduan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Terdapat 3 kelas obat yang paling sering disalahgunakan, yakni:<\/p>\n<ul>\n<li>Halusinogen,\u00a0seperti\u00a0<em>lysergic acid diethylamide<\/em>\u00a0(LSD),\u00a0<em>phencyclidine\u00a0<\/em>dan<em>\u00a0ecstasy<\/em>. Efek yang dapat timbul dari penyalahgunaan obat halusinogen beragam, di antaranya adalah halusinasi, tremor, dan mudah berganti emosi.<\/li>\n<li>Depresan,\u00a0seperti\u00a0<em>diazepam, alprazolam,<\/em>\u00a0<em>clonazepam,\u00a0<\/em>dan<em>\u00a0ganja<\/em>. Efek yang ditimbulkan dari penyalahgunaan obat depresan adalah sensasi rileks dan mengalihkan stres akibat suatu pikiran.<\/li>\n<li>Stimulan,\u00a0seperti\u00a0<em>dextroamphetamin,<\/em>\u00a0kokain,\u00a0<em>methamphetamine\u00a0<\/em>(sabu), dan\u00a0<em>amphetamin<\/em>. Efek yang dicari atas penyalahgunaan obat stimulan adalah bertambahnya energi, membuat penggunanya menjadi fokus.<\/li>\n<li>Opioid, seperti morfin dan heroin yang sebenarnya adalah obat penahan rasa sakit, namun digunakan untuk menciptakan rasa kesenangan.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Jika tidak dihentikan, penyalahgunaan NAPZA dapat menyebabkan kecanduan. Ketika kecanduan yang dialami juga tidak mendapat penanganan, hal itu berpotensi menyebabkan kematian akibat overdosis.<\/p>\n<p>Selain rasa ingin tahu yang tinggi dan menderita gangguan mental, terdapat pula beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang melakukan penyalahgunaan NAPZA, antara lain:<\/p>\n<ul>\n<li>Memiliki teman yang seorang pecandu NAPZA.<\/li>\n<li>Mengalami masalah ekonomi.<\/li>\n<li>Pernah mengalami kekerasan fisik, emosi, atau seksual.<\/li>\n<li>Memiliki masalah hubungan dengan pasangan, kerabat, atau keluarga.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-312\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0002-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0002-300x225.jpg 300w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0002-768x576.jpg 768w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0002-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0002.jpg 1040w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><em><strong>Narkoba adalah jalan pintas penghancur masa depan!\u00a0<\/strong><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-310\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0000-225x300.jpg\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0000-225x300.jpg 225w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0000-768x1024.jpg 768w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0000.jpg 780w\" sizes=\"(max-width: 225px) 100vw, 225px\" \/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-309\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0003-225x300.jpg\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0003-225x300.jpg 225w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0003-768x1024.jpg 768w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190510-WA0003.jpg 780w\" sizes=\"(max-width: 225px) 100vw, 225px\" \/><\/p>\n<p><em><strong>JAUHI NARKOBA DEKATI AGAMA !!!!!!<\/strong><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RENGAT, JUMAT 26 APRIL 2019 TEMPAT : SMAN 2 RENGAT NAPZA adalah singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. &#8230; Penyalahgunaan pemakaian. Napza yang bukan untuk tujuan pengobatan dan tidak dalam pengawasan dokter akan menyebabkan kecanduan dan ketergantungan secara fisik maupun mental. NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lain) adalah bahan\/zat\/obat yang bila masuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":311,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,3,2],"tags":[],"class_list":["post-301","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan","category-ragam-berita","category-terkini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=301"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":313,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/301\/revisions\/313"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/311"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=301"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=301"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=301"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}