{"id":340,"date":"2019-07-24T10:40:34","date_gmt":"2019-07-24T03:40:34","guid":{"rendered":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/?p=340"},"modified":"2019-07-24T10:40:34","modified_gmt":"2019-07-24T03:40:34","slug":"sweeping-imunisasi-dasar-lengkap-dan-booster-di-wilayah-kerja-uptd-puskesmas-sipayung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/2019\/07\/24\/sweeping-imunisasi-dasar-lengkap-dan-booster-di-wilayah-kerja-uptd-puskesmas-sipayung\/","title":{"rendered":"SWEEPING IMUNISASI DASAR LENGKAP DAN BOOSTER DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SIPAYUNG"},"content":{"rendered":"<p>Rengat, Kamis, 11 april 2019<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-341\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190702-WA0009-225x300.jpg\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190702-WA0009-225x300.jpg 225w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190702-WA0009-768x1024.jpg 768w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190702-WA0009.jpg 960w\" sizes=\"(max-width: 225px) 100vw, 225px\" \/>Sebagaimana kita ketahui, fungsi utama dari imunisasi adalah membuat anak kebal dari berbagai masalah penyakit ganas yang bisa menimpanya sewaktu-waktu. Imunisasi ini sendiri adalah cara agar memaksa tubuh membangun benteng pada sebuah gejala penyakit dengan cara membuat infeksi pada tubuh. Disinilah pentingnya imunisasi harus dilakukan dengan jadwal yang tepat dan tidak boleh terlambat sama sekali.<\/p>\n<p>Jadwal imunisasi telah diperhitungkan dengan tepat agar sesuai dengan kebutuhan tubuh sang anak saat membangun sistem kekebalan tubuh tersebut. Adanya vaksinasi yang teratur tentu saja disesuaikan dengan tingkat kekebalan tubuh yang diharapkan pada penyakit dengan tingkat infeksi yang berbeda-beda pula. Memang, banyak sistem kekebalan dari ibu yang menurun ke bayi, namun, kekebalan ini juga harus diperkuat lagi agar sang anak mendapatkan perlindungan yang lebih baik.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-342\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190702-WA0011.jpg\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"1280\" srcset=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190702-WA0011.jpg 960w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190702-WA0011-225x300.jpg 225w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190702-WA0011-768x1024.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 960px) 100vw, 960px\" \/><\/p>\n<p>Imunisasi dasar lengkap\u00a0yang meliputi\u00a0imunisasi\u00a0hepatitis B, basilus calmette Guerin atau BCG (cegah TBC), polio, campak, dan DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) dari bayi berusia nol sampai 11 bulan tidaklah cukup.<\/p>\n<p>Pemberian imunisasi disesuaikan dengan usia anak. Untuk imunisasi dasar lengkap seperti berikut ini:<\/p>\n<ul>\n<li>Bayi berusia kurang dari 24 jam diberikan imunisasi Hepatitis B (HB-0)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Hepatitis B adalah infeksi menular yang menyerang hati (liver) dan bisa berujung pada kanker hati atau sirosis.<\/p>\n<ul>\n<li>Bayi usia 1 bulan diberikan (BCG dan Polio 1)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Vaksin BCG adalah imunisasi untuk mencegah penyakit tuberkulosis (<a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/pusat-kesehatan\/tuberculosis-tbc\/penyebab-tbc-tuberkulosis\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">TBC<\/a>). TBC adalah penyakit menular berbahaya yang menyerang saluran pernapasan, dan mungkin menyebar ke bagian tubuh lainnya jika tidak segera diobati.<\/p>\n<p>Polio adalah infeksi virus menular yang menyerang sistem saraf pusat di otak. Polio menyebabkan badan pengidapnya lumpuh sehingga juga umum dikenal sebagai penyakit lumpuh layu. Pada kasus yang lebih parah, polio sampai mengganggu pernapasan dan proses menelan sehingga dapat berakibat fatal bila tidak diobati.<\/p>\n<ul>\n<li>Bayi usia 2 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2)<\/li>\n<li>Bayi usia 3 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3)<\/li>\n<li>Bayi usia 4 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 3, Polio 4 dan IPV atau Polio suntik),dan usia 9 bulan diberikan (Campak atau MR).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Vaksin pentavalen merupakan\u00a0<a title=\"Apa Itu Vaksin Kombinasi? Apakah Lebih Manjur?\" href=\"https:\/\/hellosehat.com\/parenting\/kesehatan-anak\/vaksin-kombinasi-lebih-efektif\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">vaksin kombinasi<\/a>\u00a0dari\u00a0<a title=\"Ini Bedanya Imunisasi DPT yang Murah dan yang Mahal\" href=\"https:\/\/hellosehat.com\/parenting\/tips-parenting\/perbedaan-vaksin-dpt-murah-mahal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">vaksin DPT<\/a>, vaksin HB, dan vaksin HiB (haemophilus influenza tipe B). Vaksin ini diberikan untuk mencegah 6 penyakit sekaligus, yaitu\u00a0<a title=\"Difteri\" href=\"https:\/\/hellosehat.com\/benh\/difteri\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">difteri<\/a>, pertusis (batuk rejan),\u00a0<a title=\"Tetanus\" href=\"https:\/\/hellosehat.com\/benh\/tetanus\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">tetanus<\/a>, hepatitis B,\u00a0<a title=\"Pneumonia Viral\" href=\"https:\/\/hellosehat.com\/benh\/pneumonia-viral\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">pneumonia<\/a>, dan\u00a0<a title=\"Meningitis (Radang Selaput Otak)\" href=\"https:\/\/hellosehat.com\/benh\/meningitis-radang-selaput-otak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">meningitis<\/a>\u00a0(radang otak).<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/hellosehat.com\/penyakit\/penyakit-campak\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">Campak<\/a> (rubella) adalah infeksi menular yang cukup umum terjadi pada usia anak-anak. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dan kemudian menginfeksi seluruh tubuh.<\/p>\n<ul>\n<li>Untuk imunisasi lanjutan, bayi di bawah dua tahun (Baduta) usia 18 bulan diberikan imunisasi (DPT-HB-Hib dan Campak\/MR),<\/li>\n<\/ul>\n<p>Imunisasi MR diberikan untuk mencegah penyakit campak sekaligus rubella<\/p>\n<ul>\n<li>Anak kelas 1 SD\/madrasah\/sederajat diberikan (DT dan Campak\/MR)<\/li>\n<\/ul>\n<p>Imunisasi Dt\u00a0adalah\u00a0imunisasi\u00a0yang diberikan untuk mencegah beberapa penyakit infeksi seperti difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis)<\/p>\n<ul>\n<li>Anak kelas 2 dan 5 SD\/madrasah\/sederajat diberikan (Td).<\/li>\n<\/ul>\n<p>Selain itu, dosis obat\u00a0imunisasi Td\u00a0lebih sedikit ketimbang\u00a0imunisasi Dt.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sedangkan imunisasi booster adalah :<\/p>\n<div class=\"ff3\"><span class=\"a\">Booster adalah suatu tindakan aktif yang dilakukan berupa memasukkan antigen ke<\/span><span class=\"a\">dalam tubuh yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan sistem imun untuk membunuh<\/span><span class=\"a\">antigen tersebut atau mengingatkan kembali memori sistem imun tentang antigen tersebut.<\/span><span class=\"a\">Jadi seseorang yang dibooster adalah orang yang telah mendapatkan imunisasi dasar. Contoh<\/span><span class=\"a\">seseorang yang telah diimunisasi DPT secara lengkap maka 5 tahun berikutnya setelah<\/span><span class=\"a\">imunisasi DPT terakhir harus dibooster untuk meningkatkan kemampuan sistem imunnya<\/span><span class=\"a\">terhadap toksin tetanus<\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rengat, Kamis, 11 april 2019 Sebagaimana kita ketahui, fungsi utama dari imunisasi adalah membuat anak kebal dari berbagai masalah penyakit ganas yang bisa menimpanya sewaktu-waktu. Imunisasi ini sendiri adalah cara agar memaksa tubuh membangun benteng pada sebuah gejala penyakit dengan cara membuat infeksi pada tubuh. Disinilah pentingnya imunisasi harus dilakukan dengan jadwal yang tepat dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":341,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,3,2],"tags":[],"class_list":["post-340","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan","category-ragam-berita","category-terkini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/340"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=340"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/340\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":343,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/340\/revisions\/343"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/341"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=340"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=340"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=340"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}