{"id":359,"date":"2019-07-27T10:21:12","date_gmt":"2019-07-27T03:21:12","guid":{"rendered":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/?p=359"},"modified":"2019-07-27T10:22:03","modified_gmt":"2019-07-27T03:22:03","slug":"pemeriksaan-jentik-nyamuk-di-wilayah-uptd-puskesmas-sipayung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/2019\/07\/27\/pemeriksaan-jentik-nyamuk-di-wilayah-uptd-puskesmas-sipayung\/","title":{"rendered":"PEMERIKSAAN JENTIK NYAMUK DI WILAYAH UPTD PUSKESMAS SIPAYUNG"},"content":{"rendered":"<p>RENGAT, RABU 19 JUNI 2019<\/p>\n<p>TEMPAT : DESA SUNGAI RAYA<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-355\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190701-WA0040-271x300.jpg\" alt=\"\" width=\"271\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190701-WA0040-271x300.jpg 271w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190701-WA0040-768x851.jpg 768w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190701-WA0040-924x1024.jpg 924w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190701-WA0040.jpg 1155w\" sizes=\"auto, (max-width: 271px) 100vw, 271px\" \/><\/p>\n<p>Jentik (atau jentik-jentik) adalah tahap larva darinyamuk. Jentik hidup di air dan memiliki perilaku mendekat atau &#8220;menggantung&#8221; pada permukaan air untuk bernapas. Nama &#8220;jentik&#8221; berasal dari gerakannya ketika bergerak di air.<\/p>\n<p>Keberadaan jentik nyamuk erat kaitannya dengan angka kejadian deman<br \/>\nberdarah dengue (DBD). Penyakit DBD disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang mengandung virus Dengue.<\/p>\n<p>Pengetahuan tentang penyakit DBD serta pencegahannya menjadi hal yang<br \/>\npenting diketahui oleh masyarakat terutama dalam lingkup keluarga.<\/p>\n<p>Demam Berdarah Dengue adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">10 Gejala-Gejala Yang Ditimbulkan Oleh Demam Berdarah Dengue :<\/p>\n<ol>\n<li>Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari ( 38-40 derajat celsius ).<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">Perasaan menggigil, nyeri kepala, nyeri saat menggerakan bola mata dan nyeri punggung pada awal gejala.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">Tampak bintik- bintik merah ketika diperiksa dengan metoda uji torniquet.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">Terjadi pembesaran hati ( hepatomegali ).<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">Terjadi penurunan trombosit di bawah 100.000\/mm3 dan terjadi peningkatan hematokrit diatas 20 %.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">Pada tingkat lanjut terjadi mimisan dari hidung dan gusi.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">Terjadinya melena ( buang air dengan kotoran berupa lendir yang bercampur darah ).<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">Tampak bintik-bintik merah sebagai bentuk dari pecahnya pembuluh darah.<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">Demam yang dirasakan menyebabkan pegal dan sakit pada sendi<\/li>\n<\/ol>\n<p>inilah 7 Tempat yang Kerap Jadi Sarang Jentik Nyamuk<\/p>\n<p>1. Dispenser<\/p>\n<p>2. Vas Bunga<\/p>\n<p>3. Akuariu<\/p>\n<p>4. Tempat Minum Hewan Peliharaan<\/p>\n<p>5. Saluran Pembuangan Air AC<\/p>\n<p>6. Ember Penampungan<\/p>\n<p>7. Bak Kamar Mandi<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Pemberantasan nyamuk DBD diutamakan memakai cara yang efektif, efisien dan ramah lingkungan. Hal ini berfungsi menghilangkan tempat berkembangbiaknya nyamuk. Cara yang dimaksud adalah dengan 3M, yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur barang-barang yang bisa menampung air seminggu sekali.<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\">MENGURAS<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400\">Tandon air yang bisa dikuras antara lain bak mandi, bak WC, Vas Bunga, Perangkap Semut, Tempat minum burung dsb. Cara menguras yang baik adalah dengan menyikat\u00a0 atau menggosok rata dinding bagian dalam tandon air, menadatar maupun naik turun. Maksudnya agar telur nyamuk yang menempel dapat lepas dan tidak menetas jentik.<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\">MENUTUP<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400\">Ada 2 jenis menutup tandon air agar tidak dipakai nyamuk berkembang biak :<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\">Menutup tandon dengan rapat agar air yang disimpan tidak ada jentiknya. Jenis tandon ini antara lain : gentong, padasan, drum, reservoar, emberisasi dsb<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">Menutup tandon agar tidak terisi air . Misalnya tonggak bambu dapat ditutup dengan pasir atau tanah sampai penuh. Sedangkan untuk ban, aki dsb dapat ditutupi dengan plastik agar tidak kemasukan air atau dimasukkan karung agar tidak tersentuh nyamuk.<\/li>\n<\/ol>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\">MENGUBUR<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400\">Barang-barang bekas yang dapat menampung air dan tidak akan dimanfaatkan lagi sebaiknya disingkirkan yang mudah adalah dengan mengubur ke dalam tanah. Contoh barang bekas yang perlu dikubur : gelas, ember, piring pecah, kaleng dsb.<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\">IKANISASI<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400\">Selain dengan cara 3M, pada bak-bak air juga bisa dipelihara ikan pemakan jentik. Contoh : Betta sp<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\">FOGGING<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"font-weight: 400\">Bukan cara terbaik untuk memberantas nyamuk penular DBD, hanya membunuh nyamuk dewasa. Pada hari-hari berikutnya akan menetas nyamuk-nyamuk baru lagi, karena telur dan jentik-jentik tidak mati.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Fogging berdampak buruk terhadap kesehatan karena menggunakan pestisida dan solar.<\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\">Pestisida merupakan racun yang dapat merusak syaraf dan beresiko penyebab kanker, kelahiran anak cacat , kerusakan genetik\/ keturunan, keguguran dan kemandulan<\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\">solar mengeluarkan emisi COx, NOx, SOx yang dapat mencemari udara dan berdampak buruk terhadap kesehatan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-thumbnail wp-image-356\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190701-WA0036-150x150.jpg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-thumbnail wp-image-357\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190701-WA0037-150x150.jpg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-358\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190701-WA0038-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"315\" height=\"236\" srcset=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190701-WA0038-300x225.jpg 300w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190701-WA0038-768x576.jpg 768w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190701-WA0038-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190701-WA0038.jpg 1152w\" sizes=\"auto, (max-width: 315px) 100vw, 315px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RENGAT, RABU 19 JUNI 2019 TEMPAT : DESA SUNGAI RAYA Jentik (atau jentik-jentik) adalah tahap larva darinyamuk. Jentik hidup di air dan memiliki perilaku mendekat atau &#8220;menggantung&#8221; pada permukaan air untuk bernapas. Nama &#8220;jentik&#8221; berasal dari gerakannya ketika bergerak di air. Keberadaan jentik nyamuk erat kaitannya dengan angka kejadian deman berdarah dengue (DBD). Penyakit DBD [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":354,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,3,2],"tags":[],"class_list":["post-359","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan","category-ragam-berita","category-terkini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/359","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=359"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/359\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":370,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/359\/revisions\/370"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/354"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=359"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=359"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=359"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}