{"id":371,"date":"2019-07-27T11:04:07","date_gmt":"2019-07-27T04:04:07","guid":{"rendered":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/?p=371"},"modified":"2019-07-27T11:04:07","modified_gmt":"2019-07-27T04:04:07","slug":"penyegaran-kader-tentang-bahaya-penyakit-pneumonia-di-posyandu-wilayah-kerja-uptd-puskesmas-sipayung-juli-2019","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/2019\/07\/27\/penyegaran-kader-tentang-bahaya-penyakit-pneumonia-di-posyandu-wilayah-kerja-uptd-puskesmas-sipayung-juli-2019\/","title":{"rendered":"PENYEGARAN KADER TENTANG BAHAYA PENYAKIT PNEUMONIA DI POSYANDU WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SIPAYUNG JULI 2019"},"content":{"rendered":"<p>RENGAT, SELASA 02 Juli 2019<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-372\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190708-WA0029.jpg\" alt=\"\" width=\"1040\" height=\"780\" srcset=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190708-WA0029.jpg 1040w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190708-WA0029-300x225.jpg 300w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190708-WA0029-768x576.jpg 768w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190708-WA0029-1024x768.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1040px) 100vw, 1040px\" \/><\/p>\n<p>Pneumonia adalah peradangan akut pada parenkim paru, bronkiolus<br \/>\nrespiratorius dan alveoli, menimbulkan konsolidasi jaringan paru sehingga dapat<br \/>\nmengganggu pertukaran oksigen dan karbon dioksida di paru-paru.<\/p>\n<p>Gejala khas yang berhubungan dengan pneumonia meliputi batuk,nyeri dada demam,dan sesak nafas. Alat diagnosa meliputi sinar-x dan pemeriksaan sputum.Pengobatan tergantung penyebab dari pneumonia; pneumonia kerena bakteri diobati dengan antibiotika.<\/p>\n<p>Orang dengan pneumonia sering kali disertai batuk berdahak, sputum kehijauan atau kuning, demam tinggi yang disertai dengan menggigil disertai nafas yang pendek,nyeri dada seperti pada pleuritis ,nyeri tajam atau seperti ditusuk salah satu nyeri atau kesulitan selama bernafas dalam atau batuk.Orang dengan pneumonia, batuk dapat disertai dengan adanya darah,sakit kepala,atau mengeluarkan banyak keringat dan kulit lembab.Gejala lain berupa hilang nafsu makan,kelelahan,kulit menjadi pucat,mual,muntah,nyeri sendi atau otot, Tidak jarang bentuk penyebab pneumonia mempunyai variasi gejala yang lain misalnya pneumonia yang disebabkan oleh Legionella dapat menyebabkan nyeri perut<br \/>\ndan diare. Pneumonia karena tuberkulosis atau Pneumocystis hanya menyebabkan penurunan berat badan dan berkeringat pada malam hari. Pada orang tua manifestasi dari pneumonia mungkin tidak khas.Bayi dengan pneumonia lebih banyak gejala,tetapi pada banyak kasus, mereka hanya tidur atau kehilangan nafsu makan.<\/p>\n<p>Pneumonia paling sering disebabkan oleh :<br \/>\nStreptococcus Pneumoniae \u2013 penyebab\u00b7<br \/>\npaling sering pada anak<br \/>\nHemophillus influenza type B (Hib)\u00b7<br \/>\nRespiratory syncytial virus\u00b7<\/p>\n<p>Faktor Risiko seseorang dapat terkena<br \/>\nPneumonia adalah :<br \/>\nMerokok\u00b7<br \/>\nKekebalan tubuh yang menurun\u00b7<br \/>\nMenderita penyakit kronis seperti\u00b7<br \/>\nDiabetes Melitus, penyakit<br \/>\nAutoimmune, penyakit paru kronis, dll.<br \/>\nMengkonsumsi obat-obatan golongan\u00b7<br \/>\nkortikosteroid<br \/>\nKepadatan hunian rumah\u00b7<br \/>\nVentilasi hunian rumah\u00b7<\/p>\n<p>Faktor Risiko Pneumonia pada Anak :<br \/>\nKurangnya pemberian ASI eksklusif\u00b7<br \/>\nGizi buruk\u00b7<br \/>\nPolusi udara dalam ruangan (indoor air pollution)\u00b7<br \/>\nBBLR (Berat Bayi Lahir Rendah)\u00b7<br \/>\nKurangnya imunisasi campak\u00b7<\/p>\n<p>Tips Pencegahan Pneumonia :<br \/>\nIstirahat yang cukup untuk meningkatkan\u00b7<br \/>\nimunitas tubuh<br \/>\nMinum banyak cairan\u00b7<br \/>\nMengkonsumsi makanan yang banyak\u00b7<br \/>\nmengandung vitamin C dan vitamin A.<br \/>\nMencuci tangan sebelum dan sesudah makan.\u00b7<br \/>\nHindari merokok dan menghirup asap rokok.\u00b7<br \/>\nPemberian vaksinasi Hib, Pneumococcal\u00b7<br \/>\nImunisasi campak pada anak, dikarenakan\u00b7<br \/>\nkomplikasi dari penyakit campak dapat<br \/>\nmenyebabkan pneumonia.<\/p>\n<p>Pengobatan Pneumonia<br \/>\nPemberian Antibiotik<\/p>\n<p>Pemberian obat-obatan simptomatis,<br \/>\nseperti obat demam dan obat batuk.<\/p>\n<p>Gejala pneumonia sudah dikenali sejak jaman Hippocrates (460 SM \u2013 320 SM). Sebelum antibiotik ditemukan, pneumonia merupakan pembunuh no. 1 di dunia. Dengan perkembangan ilmu kedokteran yang pesat, Pneumonia bukan lagi penyakit yang tidak dapat diobati, bahkan sudah ditemukan vaksin pencegahan penyakit ini. Namun, pencegahan pneumonia juga harus disertai dengan menjalani hidup sehat dan menghindari faktor risiko.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-375\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190708-WA0032.jpg\" alt=\"\" width=\"1040\" height=\"780\" srcset=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190708-WA0032.jpg 1040w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190708-WA0032-300x225.jpg 300w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190708-WA0032-768x576.jpg 768w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/07\/IMG-20190708-WA0032-1024x768.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1040px) 100vw, 1040px\" \/><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RENGAT, SELASA 02 Juli 2019 Pneumonia adalah peradangan akut pada parenkim paru, bronkiolus respiratorius dan alveoli, menimbulkan konsolidasi jaringan paru sehingga dapat mengganggu pertukaran oksigen dan karbon dioksida di paru-paru. Gejala khas yang berhubungan dengan pneumonia meliputi batuk,nyeri dada demam,dan sesak nafas. Alat diagnosa meliputi sinar-x dan pemeriksaan sputum.Pengobatan tergantung penyebab dari pneumonia; pneumonia kerena [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":376,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,3,2],"tags":[],"class_list":["post-371","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan","category-ragam-berita","category-terkini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=371"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":378,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/371\/revisions\/378"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/376"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=371"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=371"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=371"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}