{"id":439,"date":"2019-08-28T09:07:51","date_gmt":"2019-08-28T02:07:51","guid":{"rendered":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/?p=439"},"modified":"2019-08-28T09:21:22","modified_gmt":"2019-08-28T02:21:22","slug":"pelaksanaan-pemberian-obat-pencegahan-masal-popm-kecacingan-di-sekolah-tk-paud-dan-posyandu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/2019\/08\/28\/pelaksanaan-pemberian-obat-pencegahan-masal-popm-kecacingan-di-sekolah-tk-paud-dan-posyandu\/","title":{"rendered":"PELAKSANAAN PEMBERIAN OBAT PENCEGAHAN MASAL (POPM) KECACINGAN DI SEKOLAH, TK, PAUD DAN POSYANDU"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-444\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-09-at-12.24.07-1.jpeg\" alt=\"\" width=\"1152\" height=\"864\" srcset=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-09-at-12.24.07-1.jpeg 1152w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-09-at-12.24.07-1-300x225.jpeg 300w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-09-at-12.24.07-1-768x576.jpeg 768w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-09-at-12.24.07-1-1024x768.jpeg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1152px) 100vw, 1152px\" \/>Cacingan\u00a0adalah penyakit infeksi cacing atau parasit yang tinggal dalam usus manusia. Cacing yang menetap di usus ini akan bertahan hidup dengan mengambil sari-sari makanan yang masuk ke usus.<\/p>\n<p><strong>Bahaya cacingan pada anak<\/strong>:<\/p>\n<p>1. Pertumbuhan anak terganggu. Infeksi cacing pada masa awal pertumbuhan dapat membuat berat dan tinggi badan di bawah rata-rata.<\/p>\n<p>2. Perkembangan motorik dan kinerja kognitif menjadi terganggu, sehingga kemampuan konsentrasi dan belajarya menjadi menurun, sehingga membuat anak sulit berpretasi.<\/p>\n<p>3. Potensi kecerdasaan anak menjadi berkurang dan tidak maksimal. Hal tersebut dikarenakan nutrisi yang harusnya diserap oleh otak diserap oleh cacing yang ada di dalam tubuh.<\/p>\n<p>4. Anak menjadi kurang gizi, mudah sakit, lelah dan rewel, karena nutrisi makanannya diserap oleh cacing yang membuat nafsu makannya menjadi menurun.<\/p>\n<p>5. Anak mengalami anemia karena cacing menghisap darah dalam tubuh.<\/p>\n<p>6. Jika cacing sudah berkembang biak terlalu banyak di dalam tubuh, maka harus dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan cacing tersebut.<\/p>\n<p>7. Keluarnya selaput lendir pada anus (pada infeksi cacing cambuk).<\/p>\n<p>Berikut ini beberapa ciri cacingan pada anak berdasarkan jenis cacing yang menginfeksinya di dalam tubuh.<\/p>\n<h4>Ciri-ciri anak yang terkena cacing kremi:<\/h4>\n<ol>\n<li>Gatal yang terus menerus di sekitar anus<\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Susah tidur karena merasakan gatal di sekitar anus<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Sekitar anus terasa nyeri dan terjadi iritasi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Terdapat cacing kremi pada tinja.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;font-weight: 800\">Ciri-ciri anak yang terkena cacing gelang:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>Batuk<\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Nyeri perut<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Mual bahkan kadang sampai muntah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Berat badan turun<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Tampak cacing pada tinja<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Lesu<\/span><strong style=\"font-size: 1rem\">\u00a0 \u00a0<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong style=\"font-size: 1rem\">\u00a0Ciri-ciri anak terkena cacing tambang:<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Nyeri perut hilang timbul yang dapat membuat bayi menjadi sangat rewel<\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Diare<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Mual<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Demam<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Anemia (anak terlihat pucat)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Tidak nafsu makan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Gatal pada area di mana larva masuk ke dalam kulit<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Ditemukannya darah dalam feses jika ususnya mengalami infeksi akibat cacing\u00a0 <\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;font-weight: 800\">Ciri-ciri anak terkena cacing pita:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>Mual<\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Sakit perut<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Nampak lemah dan lemas<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Hilang nafsu makan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Penurunan berat badan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1rem\">Jika gejala infeksi cacing pita telah menyebar di bagian tubuh, maka kemungkinan akan menyebabkan kerusakan organ dan jaringan.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-size: 1rem;font-weight: 800\">\u00a0Penyebab cacingan pada anak<\/span><\/p>\n<ol>\n<li>Makanan yang terkontaminasi<\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1.125rem\">Jari yang kotor<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1.125rem\">Proses memasak yang kurang baik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 1.125rem\">Tidak menjaga kebersihan anus\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong style=\"font-size: 1.125rem\">Tips Mencegah Infeksi Cacing<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu cara efektif mencegah penyakit cacingan yaitu dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Selain itu, ada beberapa langkah lain yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit cacingan, yaitu:<\/p>\n<ol>\n<li>Menyimpan daging mentah dan ikan dengan baik, kemudian masak hingga matang.<\/li>\n<li>Mencuci buah dan sayur dengan benar sebelum dikonsumsi.<\/li>\n<li>Jika terkena infeksi cacing, basuh bagian anus Anda pada pagi hari untuk mengurangi jumlah telur cacing, karena cacing biasa bertelur pada malam hari.<\/li>\n<li>Ganti pakaian dalam dan seprei setiap hari selama terinfeksi.<\/li>\n<li>Cuci pakaian tidur, seprei, pakaian dalam, dan handuk dengan air panas untuk membasmi telur cacing.<\/li>\n<li>Hindari menggaruk daerah di sekitar anus yang gatal. Gunting kuku agar tidak ada tempat untuk telur cacing. Jangan menggigit kuku.<\/li>\n<li>Cuci tangan secara teratur, terutama setelah buang air, mengganti popok bayi, sebelum memasak dan sebelum makan.<\/li>\n<li>Hindari berjalan tanpa alas kaki dan menyentuh tanah atau pasir tanpa sarung tangan.<\/li>\n<\/ol>\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none\">\n<ul>\n<li style=\"list-style-type: none\"><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-thumbnail wp-image-443\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-09-at-12.24.09-150x150.jpeg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-thumbnail wp-image-441\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-09-at-12.24.08-2-150x150.jpeg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-thumbnail wp-image-440\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-09-at-12.24.07-150x150.jpeg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Cacingan\u00a0adalah penyakit infeksi cacing atau parasit yang tinggal dalam usus manusia. Cacing yang menetap di usus ini akan bertahan hidup dengan mengambil sari-sari makanan yang masuk ke usus. Bahaya cacingan pada anak: 1. Pertumbuhan anak terganggu. Infeksi cacing pada masa awal pertumbuhan dapat membuat berat dan tinggi badan di bawah rata-rata. 2. Perkembangan motorik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":442,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,3,2],"tags":[],"class_list":["post-439","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan","category-ragam-berita","category-terkini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/439"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=439"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/439\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":446,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/439\/revisions\/446"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/442"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=439"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=439"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=439"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}