{"id":448,"date":"2019-08-29T11:29:28","date_gmt":"2019-08-29T04:29:28","guid":{"rendered":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/?p=448"},"modified":"2019-08-29T11:35:12","modified_gmt":"2019-08-29T04:35:12","slug":"kegiatan-cuci-tangan-pakai-sabun-di-wilayah-kerja-uptd-puskesmas-sipayung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/2019\/08\/29\/kegiatan-cuci-tangan-pakai-sabun-di-wilayah-kerja-uptd-puskesmas-sipayung\/","title":{"rendered":"KEGIATAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SIPAYUNG"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-451\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-24-at-10.48.19.jpeg\" alt=\"\" width=\"1040\" height=\"585\" srcset=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-24-at-10.48.19.jpeg 1040w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-24-at-10.48.19-300x169.jpeg 300w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-24-at-10.48.19-768x432.jpeg 768w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-24-at-10.48.19-1024x576.jpeg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1040px) 100vw, 1040px\" \/><\/p>\n<p>Setiap tahun, lebih dari 100.000 anak usia di bawah 5 tahun\u00a0 di Indonesia meninggal karena diare. Sekitar 80% kasus tersebut terjadi di darah yang memiliki sanitasi yang buruk dan perilaku sehari-hari yang tidak sehat. Di tahun 2007 saja sekitar 14% balita Indonesia menderita diare. Kejadian diare pada usia 2 tahun pertama pada anak akan mempengaruhi perkembangan fisik dan mentalnya. Beberapa pengaruh yang dapat diidentifikasi antara lain hilangnya selera makan dan menurunnya daya serap tubuh terhadap gizi. Akibatnya, anak tumbuh lamban, stunting, dan rentan terhadap serangan berbagai penyakit. Salah satu cara sederhana yang dapat mencegah penyakit dan penularan penyakit adalah dengan cuci tangan pakai sabun (CTPS).<\/p>\n<p>Cuci tangan adalah kegiatan membersihkan bagian tangan secara keseluruhan agar bersih dari kotoran dan membunuh kuman yang dapat menyebabkan penyakit.<\/p>\n<p><strong>Kenapa kita harus cuci tangan ?<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li>Supaya tangan bersih<\/li>\n<li>Membebaskan tangan dari kuman dan mikroorganisme<\/li>\n<li>Menghindari masuknya kuman kedalam tubuh<\/li>\n<\/ol>\n<h4><strong>Waktu Mencuci Tangan Pakai Sabun<\/strong><\/h4>\n<ol>\n<li>sesudah ke WC atau Buang Air Besar<\/li>\n<li>sebelum dan sesudah makan<\/li>\n<li>sebelum menyusui bayi atau menyuapi bayi\/anak<\/li>\n<li>sesudah menceboki bayi\/anak<\/li>\n<li>sesudah memegang binatang\/ternak<\/li>\n<\/ol>\n<p>Tetapi, selain waktu terpenting diatas, CTPS dapat dianjurkan pada waktu lainnya, misalnya pada lingkungan sekolah:<\/p>\n<ul>\n<li>Sebelum makan\/ jajan di kantin<\/li>\n<li>Setelah bermain di tanah\/lumpur<\/li>\n<li>Setelah bersin\/batuk<\/li>\n<li>Setelah mengeluarkan ingus<\/li>\n<li>Setelah menggambar<\/li>\n<li>Setelah menggunakan cat\/crayon<\/li>\n<li>Dan waktu lainnya saat tangan kita kotor dan bau.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-449\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-24-at-10.47.32.jpeg\" alt=\"\" width=\"1040\" height=\"585\" srcset=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-24-at-10.47.32.jpeg 1040w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-24-at-10.47.32-300x169.jpeg 300w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-24-at-10.47.32-768x432.jpeg 768w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-24-at-10.47.32-1024x576.jpeg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1040px) 100vw, 1040px\" \/><\/p>\n<p><strong>Manfaat cuci tangan<\/strong><br \/>\nManfaat yang diperoleh setelah seseorang melakukan cuci tangan pakai sabun, yaitu antara lain: membunuh kuman penyakit yang ada ditangan, mencegah penularan penyakit, seperti diare, ISPA, , flu burung, flu babi, disentri, typhus, dll tangan menjadi bersih dan indah.<\/p>\n<p>Berikut adalah beberapa masalah kesehatan atau penyakit yang akan menderamu ketika kamu malas untuk cuci tangan.<\/p>\n<p><strong>Mudah kena pilek<\/strong><\/p>\n<ol>\n<li><strong>Diare<\/strong><\/li>\n<li><strong style=\"font-size: 1rem\">Terinfeksi bakteri E.coli\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/strong><span style=\"font-size: 1rem\">E.coli atau Escherichia Coli adalah bakteri yang menyebar dari kotoran satu orang ke orang lain. Tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet umum akan membuatmu mudah terinfeksi bakteri ini.<\/span><\/li>\n<li><strong style=\"font-size: 1rem\">Keracunan makanan<\/strong><\/li>\n<li><strong style=\"font-size: 1rem\">Hepatitis A\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/strong>H<span style=\"font-size: 1rem\">epatitis adalah penyakit yang disebabkan karena infeksi virus yang sangat menular di hati. Gejalanya meliputi tubuh mudah lelah, urin berwarna gelap, mual, demam, kehilangan nafsu makan, dan mata atau\u00a0<\/span><b style=\"font-size: 1rem\"><a href=\"https:\/\/www.merdeka.com\/gaya\/20-cara-memutihkan-kulit-secara-alami-tanpa-efek-samping-terbukti-ampuh-kln.html\">kulit<\/a><\/b><span style=\"font-size: 1rem\"> berwarna kuning. Jarang mencuci tangan akan membuatmu berisiko tinggi untuk terkena hepatitis.<\/span><\/li>\n<li><strong style=\"font-size: 1rem\">Penyakit cairan tubuh\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/strong><span style=\"font-size: 1rem\">Penyakit yang berkaitan dengan cairan tubuh seperti tipus atau penyakit virus Epstein-barr.<\/span><\/li>\n<li><strong style=\"font-size: 1rem\">Impetigo\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/strong><span style=\"font-size: 1rem\">Impetigo adalah infeksi menular yang biasa terjadi pada anak-anak yang jarang cuci tangan. Penyakit ini ditandai dengan kulit kemerahan yang kemudian berkembang menjadi lecet kecil.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>7 CARA EFEKTIF MENCUCI TANGAN<\/strong><\/p>\n<p>Pastikan kita sudah membasahi tangan dengan air yang bersih dan mengalir, jangan lupa untuk menyabuni tangan kita hingga berbusa sebelumnya.<\/p>\n<ol>\n<li>Usap kedua telapak tangan kita merata<\/li>\n<li>usap kedua punggung tangan merata<\/li>\n<li>bersihkan sela-sela jari<\/li>\n<li>gosok kedua punggung jari bergantian<\/li>\n<li>bersihkan kedua ujung-ujung jari bergantian<\/li>\n<li>bersihkan kedua ibu jari bergantianbersihkan<\/li>\n<li>pergelangan tangan bergantian\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Bilas dengan air bersih yang mengalir hingga busa sabun tidak ada yang tersisa lalu lap tangan kita dengan lap atau tisu yang bersih dan kering.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap tahun, lebih dari 100.000 anak usia di bawah 5 tahun\u00a0 di Indonesia meninggal karena diare. Sekitar 80% kasus tersebut terjadi di darah yang memiliki sanitasi yang buruk dan perilaku sehari-hari yang tidak sehat. Di tahun 2007 saja sekitar 14% balita Indonesia menderita diare. Kejadian diare pada usia 2 tahun pertama pada anak akan mempengaruhi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":450,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,3,2],"tags":[],"class_list":["post-448","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan","category-ragam-berita","category-terkini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/448"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=448"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/448\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":462,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/448\/revisions\/462"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/450"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=448"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=448"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=448"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}