{"id":556,"date":"2019-11-14T11:46:16","date_gmt":"2019-11-14T04:46:16","guid":{"rendered":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/?p=556"},"modified":"2019-11-14T11:46:41","modified_gmt":"2019-11-14T04:46:41","slug":"penyuluhan-reproduksi-remaja-di-wilayah-kerja-puskesmas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/2019\/11\/14\/penyuluhan-reproduksi-remaja-di-wilayah-kerja-puskesmas\/","title":{"rendered":"PENYULUHAN REPRODUKSI REMAJA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SIPAYUNG"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-557\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/11\/WhatsApp-Image-2019-10-22-at-11.36.33-300x142.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"142\" srcset=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/11\/WhatsApp-Image-2019-10-22-at-11.36.33-300x142.jpeg 300w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/11\/WhatsApp-Image-2019-10-22-at-11.36.33-768x364.jpeg 768w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/11\/WhatsApp-Image-2019-10-22-at-11.36.33-1024x485.jpeg 1024w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/11\/WhatsApp-Image-2019-10-22-at-11.36.33.jpeg 1040w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun.<\/p>\n<p>Masa remaja merupakan bagian dari proses tumbuh kembang, yaitu masa<br \/>\nperalihan dari anak menuju dewasa. Pada tahap ini, anak mengalami percepatan<br \/>\npertumbuhan, perubahan-perubahan baik fisik maupun psikologis. Oleh karenanya, Remaja sangat rentan sekali mengalami masalah psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial.<\/p>\n<p>Masa remaja sebagai titik awal proses reproduksi menunjukkan<br \/>\npersiapan strategi interfrensi perlu dimulai jauh sebelum masa usia subur. Nilai<br \/>\nanak perempuan dan laki-laki dalam keluarga dan masyarakat, dan bagaimana<br \/>\nperlakuan yang mereka terima merupakan faktor penting yang turut<br \/>\nmenentukan keshatan reproduksi mereka dimasa datang.<\/p>\n<p>Kesehatan Reproduksi adalah Keadaan sehat baik secara fisik, mental maupun sosial yang berkaitan dengan Sistem Reproduksi.<\/p>\n<p>Sistem Reproduksi terdiri dari Alat Reproduksi dan Berfungsi untuk Proses Reproduksi atau Berkembang Biak.<\/p>\n<p><strong>Organ Reproduksi Pria<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Organ eksternal<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Organ reproduksi pria bagian luar terdiri dari tiga organ yakni penis, skrotum (kantong zakar), dan testis. Selain sebagai organ seksual pada pria, penis juga berfungsi sebagai jalan keluarnya urine dari tubuh melalui saluran yang disebut uretra. Sedangkan skrotum, bertindak sebagai sistem kontrol suhu pada testis.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Organ internal<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>Organ reproduksi pria bagian dalam terdiri dari beberapa organ meliputi epididimis, kelenjar prostat, kelenjar bulbouretral, vesikula seminalis, uretra, dan\u00a0<em>vas deferens<\/em>. Epididimis berfungsi untuk menyimpan sel sperma yang diproduksi di testis dan mengangkut sperma yang belum matang menuju tabung <em>vas deferens<\/em> agar menjadi sperma matang.<\/p>\n<p><em>Vas deferens<\/em>\u00a0sendiri adalah tabung yang berfungsi untuk mengangkut sperma matang menuju uretra, yakni saluran yang membawa urine atau\u00a0<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/kriteria-sperma-sehat-yang-penting-diketahui\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">sperma<\/a> ke luar tubuh, dalam persiapan untuk ejakulasi. Sedangkan vesikula seminalis berfungsi sebagai penghasil cairan fruktosa yang digunakan sperma sebagai sumber energi ketika beraktivitas. Kelenjar prostat berkontribusi dalam memberikan cairan tambahan untuk proses ejakulasi.<\/p>\n<p><strong>Organ Reproduksi Wanita<\/strong><\/p>\n<ol class=\"X5LH0c\">\n<li class=\"TrT0Xe\">Ovarium. Ovarium, atau indung telur, berada di sisi kanan dan kiri rongga panggul yang bersebelahan dengan bagian rahim atas<\/li>\n<li class=\"TrT0Xe\">Tuba falopi<\/li>\n<li class=\"TrT0Xe\">Rahim (uterus)<\/li>\n<li class=\"TrT0Xe\">Vagina<\/li>\n<li class=\"TrT0Xe\">Vulva<\/li>\n<li class=\"TrT0Xe\">Payudara dan kelenjar susu.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Ciri-ciri sekunder dapat disebutkan antara lain :<\/p>\n<p>Ciri-ciri sekunder Pria :<br \/>\na) Tumbuh suburnya rambut, janggut, kumis, dan lain-lain.<br \/>\nb) Selaput suara semakin membesar dan berat.<br \/>\nc) Badan mulai membentuk segi tiga, urat-urat pun jadi kuat, dan muka<br \/>\nbertambah persegi.<\/p>\n<p>Ciri-ciri sekunder wanita :<br \/>\na) Pinggul semakin besar dan melebar.<br \/>\nb) Kelenjar-kelenjar pada dada menjadi berisi (lemak).<br \/>\nc) Suara menjadi bulat, merdu, dan tinggi.<br \/>\nd) Muka menjadi bulat dan berisi<\/p>\n<p><b>TANDA KEMATANGAN<\/b><\/p>\n<p>\u0097Pria &#8212; Keluarnya air mani \/ ejakulasi (mimpi basah)<\/p>\n<p>\u0097Wanita &#8211;\u00e0 Haid pertama (Menarche)<\/p>\n<p><b>Usia<\/b> <b>reproduksi<\/b> <b>wanita<\/b> <b>dibedakan<\/b> <b>atas<\/b><b> :<\/b><\/p>\n<p>\u0097Usia Reproduksi Muda 15-20 tahun<\/p>\n<p>Bila hamil atau melahirkan mempunyai resiko lebih besar terjadinya perdarahan, kesulitan persalinan dsb.<\/p>\n<p>\u0097Usia Reproduksi Sehat 20-30 tahun<\/p>\n<p>Wanita sudah cukup matang dan aman untuk hamil dan melahirkan.<\/p>\n<p>Masalah terkait seksualitas dan kesehatan reproduksi masih banyak<br \/>\ndihadapi oleh remaja. Masalah-masalah tersebut antara lain :<\/p>\n<p>1. Perkosaan.<\/p>\n<p>2. Free sex<\/p>\n<p>3. Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD).<\/p>\n<p>4. Aborsi.<\/p>\n<p>5. Perkawinan dan kehamilan dini.<\/p>\n<p>6. IMS (Infeksi Menular Seksual) atau PMS (Penyakit Menular Seksual), dan HIV\/AIDS.<\/p>\n<p><strong>PENANGANAN MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA<\/strong><\/p>\n<p>Ruang lingkup masalah kesehatan reproduksi perempuan dan laki-laki menggunakan pendekatan siklus kehidupan. Berdasarkan masalah yang terjadi pada setiap fase kehidupan, maka upaya-upaya penanganan masalah kesehatan reproduksi remaja sebagai berikut :<br \/>\n1. Gizi seimbang.<br \/>\n2. Informasi tentang kesehatan reproduksi.<br \/>\n3. Pencegahan kekerasan, termasuk seksual.<br \/>\n4. Pencegahan terhadap ketergantungan NAPZA.<br \/>\n5. Pernikahan pada usia wajar.<br \/>\n6. Pendidikan dan peningkatan ketrampilan.<br \/>\n7. Peningkatan penghargaan diri.<br \/>\n8. Peningkatan pertahanan terhadap godaan dan ancaman.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-558\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/11\/WhatsApp-Image-2019-10-22-at-11.36.34.jpeg\" alt=\"\" width=\"1040\" height=\"493\" srcset=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/11\/WhatsApp-Image-2019-10-22-at-11.36.34.jpeg 1040w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/11\/WhatsApp-Image-2019-10-22-at-11.36.34-300x142.jpeg 300w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/11\/WhatsApp-Image-2019-10-22-at-11.36.34-768x364.jpeg 768w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2019\/11\/WhatsApp-Image-2019-10-22-at-11.36.34-1024x485.jpeg 1024w\" sizes=\"auto, (max-width: 1040px) 100vw, 1040px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja merupakan bagian dari proses tumbuh kembang, yaitu masa peralihan dari anak menuju dewasa. Pada tahap ini, anak mengalami percepatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":559,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,3,2],"tags":[],"class_list":["post-556","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan","category-ragam-berita","category-terkini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/556","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=556"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/556\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":562,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/556\/revisions\/562"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/559"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=556"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=556"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=556"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}