{"id":791,"date":"2020-03-16T10:13:15","date_gmt":"2020-03-16T03:13:15","guid":{"rendered":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/?p=791"},"modified":"2020-03-16T10:13:15","modified_gmt":"2020-03-16T03:13:15","slug":"pemantauan-jentik-nyamuk-di-wilayah-kerja-uptd-puskesmas-sipayung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/2020\/03\/16\/pemantauan-jentik-nyamuk-di-wilayah-kerja-uptd-puskesmas-sipayung\/","title":{"rendered":"PEMANTAUAN JENTIK NYAMUK DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SIPAYUNG"},"content":{"rendered":"<p><span lang=\"IN\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-784\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2020\/03\/WhatsApp-Image-2020-03-11-at-09.25.23-2-300x150.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"150\" srcset=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2020\/03\/WhatsApp-Image-2020-03-11-at-09.25.23-2-300x150.jpeg 300w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2020\/03\/WhatsApp-Image-2020-03-11-at-09.25.23-2-768x384.jpeg 768w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2020\/03\/WhatsApp-Image-2020-03-11-at-09.25.23-2-1024x512.jpeg 1024w, https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2020\/03\/WhatsApp-Image-2020-03-11-at-09.25.23-2.jpeg 1152w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Jentik<\/span><span lang=\"IN\">\u00a0 adalah tahap\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">larva<\/span>\u00a0<span lang=\"IN\">dari\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">nyamuk<\/span><span lang=\"IN\">. Jentik hidup di air dan memiliki perilaku mendekat atau \u201cmenggantung\u201d pada permukaan air untuk bernafas. Jentik menjadi sasaran dalam pengendalian populasi nyamuk yang berperan sebagai vektor penyakit menular melalui nyamuk, seperti\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">malaria<\/span><span lang=\"IN\">\u00a0dan\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">demam berdarah dengue<\/span><span lang=\"IN\">.<\/span><\/p>\n<p>Pemeriksaan jentik merupakan pemeriksaan yang pada setiap tempat-tempat penampungan air yang ada yang lebih dominan dihinggapi nyamuk sebagi sarangnya.<\/p>\n<p>Pemeriksaan jentik dilakukan dengan mengutamakan pemberantasan pada nyamuk demam berdarah yaitu nyamuk Aedes Aeggepty<\/p>\n<p>Semakin banyak Jentik nyamuk di sekitar tempat tinggal Anda, maka risiko terjangkit penyakit demam berdarah pun akan meningkat. Kriteria tempat yang cocok bagi jentik nyamuk berkembang biak adalah tempat yang gelap, terdapat sampah atau tumpukan barang-barang yang tidak terpakai, banyak genangan air kotor, dan lembab.<\/p>\n<p><strong>BAHAYA JENTIK NYAMUK<\/strong><\/p>\n<p><span lang=\"IN\">\u00d8\u00a0<\/span>Penyakit Demam Berdarah<\/p>\n<p><span lang=\"IN\">\u00d8\u00a0<\/span><span lang=\"IN\">Penyakit Malaria<\/span><\/p>\n<h2><strong>Cara Membasmi Jentik Nyamuk<\/strong><\/h2>\n<p>Berikut adalah bahan-bahan yang bisa Anda pakai untuk membasmi jentik nyamuk di dalam maupun di luar rumah:<\/p>\n<h3>1. Ikan Cupang<\/h3>\n<div class=\"elementor-element elementor-element-cc8699a elementor-column elementor-col-66 elementor-top-column\" data-id=\"cc8699a\">\n<div class=\"elementor-column-wrap elementor-element-populated\">\n<div class=\"elementor-widget-wrap\">\n<div class=\"elementor-element elementor-element-387088de elementor-widget elementor-widget-theme-post-content\" data-id=\"387088de\">\n<div class=\"elementor-widget-container\">\n<p>ikan cupang sangat menyukai jentik nyamuk. Anda bisa meletakkan ikan cupang di sumur, kolam ikan, atau bahkan bak mandi Anda. Ikan cupang akan membasmi jentik-jentik nyamuk yang menggenang di air.<\/p>\n<p>Selain ikan cupang, ikan cetol yang biasa hidup di sungai juga dapat dipelihara untuk membasmi jentik nyamuk secara alami.<\/p>\n<h3>2. Daun Sirih<\/h3>\n<p>Segenggam daun sirih muda direbus dengan 1 liter air. Rebus daun sirih sampai layu dan dinginkan air rebusannya selama beberapa saat. Setelah air rebusan sirih ini dingin, tuangkan air rebusan sirih ke dalam bak mandi. Daun sirih dapat menjadi antiseptik alami untuk membasmi pertumbuhan jentik nyamuk di bak mandi Anda.<\/p>\n<h3>3. Biji Pepaya dan Tawas<\/h3>\n<p>Biji pepaya yang digunakan harus dijemur sampai kering terlebih dahulu. Setelah itu, tumbuk biji pepaya sampai halus dan campur dengan tawas yang sudah dihancurkan. Perbandingannya adalah 1 takaran biji pepaya dicampur dengan 1 takaran tawas. Masukkan campuran biji pepaya dan tas ke kain kasa, lalu celupkan bungkusan kain kasa itu ke dalam bak mandi.<\/p>\n<h3>4. Garam Kasar<\/h3>\n<p>Taburkan bubuk garam ini ke bak mandi atau kolam ikan. Dijamin, jentik-jentik nyamuk yang berada di dalam air akan langsung mati seketika karena garam kasar memiliki tingkat keasinan yang sangat tinggi. Sementara itu, jentik nyamuk memang hanya bisa berkembang biak di air tawar.<\/p>\n<h3>5. Abate<\/h3>\n<p>Bubuk abate adalah salah satu bahan ampuh untuk mendukung cara membasmi jentik nyamuk di berbagai tempat. Anda bisa memperoleh bubuk abate ini di apotek. Setelah ditaburkan, bubuk abate ini akan langsung menempel pada dinding tempat penampungan air.<\/p>\n<h3>6. Fogging<\/h3>\n<p><em>Fogging<\/em> adalah teknik membasmi nyamuk dan juga jentiknya dengan metode pengasapan. Asap yang digunakan untuk\u00a0<em>fogging<\/em>\u00a0ini juga tidak sembarangan karena mengandung bahan kimia sejenis insektisida. Pembasmian jentik nyamuk dengan teknik ini cukup ampuh dan membuat lingkungan tempat tinggal benar-benar bersih dari gangguan jentik nyamuk.<\/p>\n<p>Selain petugas jumantik (juru pemantau jentik), orang yang tinggal di sekitar suatu wilayah wajib juga melakukan pengawasan\/pemantauan jentik di wilayahnya (<em>self jumantik<\/em>) dengan tehnik dasar minimal 3M Plus, yaitu :<\/p>\n<p><strong>1. Menutup<\/strong><\/p>\n<p>Menutup adalah memberi tutup yang rapat pada tempat air ditampung seperti bak mandi, kendi, toren air, botol air minum dan lain sebagainya.<\/p>\n<p><strong>2. Menguras<\/strong><\/p>\n<p>Menguras adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti kolam renang, bak mandi, ember air, tempat air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.<\/p>\n<p><strong>3. Mengubur<\/strong><\/p>\n<p>Mengubur adalah memendam di dalam tanah untuk sampah atau benda yang tidak berguna yang memiliki potensi untuk jadi tempat\u00a0nyamuk demam berdarah\u00a0bertelur di dalam tanah.<\/p>\n<p><strong>Kegiatan Pencegahan :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Menggunakan obat nyamuk \/ anti nyamuk.<\/li>\n<li>Menggunakan kelambu saat tidur<\/li>\n<li>Menanam pohon &amp; binatang yang dapat mengusir\/memakan nyamuk dan jentik nyamuk.<\/li>\n<li>Menghindari daerah gelap di dalam rumah agar tidak ditempati nyamuk dengan mengatur ventilasi dan pencahayaan.<\/li>\n<li>Memberi bubuk larvasida pada tempat air yang sulit dibersihkan.<\/li>\n<li>Tidak menggantuk pakaian di dalam rumah serta tidak menggunakan hordeng dan perabot gelap yang bisa jadi sarang nongkrong nyamuk, dll.<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"code-block code-block-1\">\n<div id=\"div-gpt-ad-1573697249246-0\" data-google-query-id=\"COfA_bv8negCFZceaAodSN4JgQ\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jentik\u00a0 adalah tahap\u00a0larva\u00a0dari\u00a0nyamuk. Jentik hidup di air dan memiliki perilaku mendekat atau \u201cmenggantung\u201d pada permukaan air untuk bernafas. Jentik menjadi sasaran dalam pengendalian populasi nyamuk yang berperan sebagai vektor penyakit menular melalui nyamuk, seperti\u00a0malaria\u00a0dan\u00a0demam berdarah dengue. Pemeriksaan jentik merupakan pemeriksaan yang pada setiap tempat-tempat penampungan air yang ada yang lebih dominan dihinggapi nyamuk sebagi sarangnya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":786,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,3,2],"tags":[],"class_list":["post-791","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan","category-ragam-berita","category-terkini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/791"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=791"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/791\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":792,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/791\/revisions\/792"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/786"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=791"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=791"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=791"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}