{"id":793,"date":"2020-03-16T11:01:58","date_gmt":"2020-03-16T04:01:58","guid":{"rendered":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/?p=793"},"modified":"2020-03-16T11:01:58","modified_gmt":"2020-03-16T04:01:58","slug":"penyuluhan-bahaya-asap-rokok-obat-nyamuk-dan-bahaya-asap-kebakaran-hutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/2020\/03\/16\/penyuluhan-bahaya-asap-rokok-obat-nyamuk-dan-bahaya-asap-kebakaran-hutan\/","title":{"rendered":"PENYULUHAN BAHAYA ASAP ROKOK, OBAT NYAMUK DAN BAHAYA ASAP KEBAKARAN HUTAN"},"content":{"rendered":"<p><strong>ASAP ROKOK<\/strong><\/p>\n<p>Rokok adalah bahan yang terbuat dari tembakau sempurna \u00a0yang dipotong-potong kemudian digulung menggunakan kertas (<em>Paper Wrapped<\/em>). Biasanya rokok dinyalakan pada bagian awal dan dibiarkan membara lalu dihisap hingga keluar asapnya.\u00a0Awal rokok digunakan yaitu sejak 1000\u00a0 tahun lalu sebelum masehi di Amerika Serikat oleh Bangsa Maya, Aztec dan Indian yang menghisap tembakau dalam pipa atau dengan mengunyah tembakau.<\/p>\n<p><strong>Berikut adalah beberapa penyakit berbahaya yang diakibatkan dari kecanduan rokok :<\/strong><\/p>\n<p>Penyakit Paru, Penyakit Jantung Koroner, Impotensi, Kanker Mulut, Kerongkongan dan Usus, Merusak Otak, Peyakit Katarak, Gigi, Penyakit Asma, Kanker Perut dan Lambung, Gangguan Kehamilan, Ginjal, Kanker Leher Rahim, Kanker Darah<\/p>\n<p><b>Zat Berbahaya dalam Rokok:<\/b><\/p>\n<p><b>1. Nikotin<\/b><br \/>\nZat ini mengandung candu bisa menyebabkan seseorang ketagihan untuk trus menghisap rokok<\/p>\n<p>Pengaruh bagi tubuh manusia :<\/p>\n<ul>\n<li>menyebabkan kecanduan \/ ketergantungan<\/li>\n<li>merusak jaringan otak<\/li>\n<li>menyebabkan darah cepat membeku<\/li>\n<li>mengeraskan dinding arteri<\/li>\n<\/ul>\n<p><b>2. Tar<\/b><br \/>\nBahan dasar pembuatan aspal yang dapat menempel pada paru-paru dan bisa menimbulkan iritasi bahkan kanker<\/p>\n<p>Pengaruh bagi tubuh manusia :<\/p>\n<ul>\n<li>membunuh sel dalam saluran darah<\/li>\n<li>Meningkatkan produksi lendir diparu-paru<\/li>\n<li>Menyebabkan kanker paru-paru<\/li>\n<\/ul>\n<p><b>3. Karbon Monoksida<\/b><br \/>\nGas yang bisa menimbulkan penyakit jantung karena gas ini bisa mengikat oksigen dalam tubuh.<\/p>\n<p>Pengaruh bagi tubuh manusia :<\/p>\n<ul>\n<li>mengikat hemoglobin, sehingga tubuh kekurangan oksigen<\/li>\n<li>menghalangi transportasi dalam darah<\/li>\n<\/ul>\n<p><b>4. Zat Karsinogen<\/b><br \/>\nPengaruh bagi tubuh manusia :<\/p>\n<ul>\n<li>Memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh<\/li>\n<\/ul>\n<p><b>5. Zat Iritan<\/b><\/p>\n<ul>\n<li>Mengotori saluran udara dan kantung udara dalam paru-paru<\/li>\n<li>Menyebabkan batuk<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>ASAP OBAT NYAMUK<\/strong><\/p>\n<p>Nyamuk, salah satu binatang yang menyebalkan dan bisa membuat orang jatuh sakit. Untungnya,\u00a0serangga kecil ini bisa dibasmi dengan banyak cara, salah satunya dengan obat nyamuk bakar.<\/p>\n<p>Membakar satu buah obat nyamuk bakar bisa menghasilkan\u00a0<em>particulate matter<\/em>\u00a0(PM) 2,5 yang sama banyaknya jika kita menyalakan 75 batang rokok. PM 2,5 adalah partikel\u00a0<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/polusi-udara-waspadai-risiko-dan-dampak-buruknya-bagi-kesehatan\">polusi<\/a>\u00a0yang terdiri dari potongan kecil (lebih kecil dari diameter sehelai rambut) zat padat atau cair yang ada di udara. Partikel ini bisa meliputi debu, kotoran, arang, asap, atau cairan. Partikel ini berbahaya karena bisa masuk ke bagian dalam paru-paru dan bahkan ke dalam darah, sehingga dapat menimbulkan masalah pada paru-paru dan jantung, termasuk mencetuskan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/asma\">asma<\/a>\u00a0dan kanker paru-paru. Hal ini terjadi terutama pada bayi, anak, dan lansia.<\/p>\n<p>Satu obat nyamuk bakar juga bisa menghasilkan zat formaldehida (formalin) yang sama banyaknya dengan 51 batang rokok. Jika terlalu banyak menghirup formaldehida, kita bisa merasa mual, sakit tenggorokan, batuk, mata berair, dan iritasi kulit. Formaldehida akan mengiritasi saluran pernapasan, orang dengan gangguan pernapasan seperti asma dan bronkitis\u00a0akan lebih sensitif terhadap formaldehida. Jumlah formaldehida di udara yang melebihi 0,1 ppm saja sudah bisa menimbulkan berbagai gejala di atas. Padahal obat nyamuk bakar disebut sanggup menghasilkan tingkat formaldehida 0,5 sampai dengan 7,5 mg per jam. \u00a0Sebagai perbandingan, 1 mg\/m<sup>3<\/sup> = 0,801 ppm. Tingkat paparan formaldehida jangka panjang bahkan dicurigai dapat menyebabkan beberapa jenis kanker.<\/p>\n<p><strong>Berikut adalah beberapa tips cara untuk menghindari\u00a0pengaruh negatif penggunaan obat nyamuk bakar.<\/strong><\/p>\n<p>1. Hindarkan dari Anak-anak dan Ibu Hamil<\/p>\n<p>2. Ruangan Harus Berventilasi Cukup<\/p>\n<p>3. Letakkan Pada Tempat yang Tepat<\/p>\n<p>4. Jarak Tidak Terlalu Dekat<\/p>\n<p><strong>ASAP KEBAKARAN HUTAN<\/strong><\/p>\n<p>Asap kebakaran hutan mungkin tidak tampak berbahaya secara kasat mata. Padahal, berbagai bahan yang terkandung di dalamnya dapat menjadi penyebab dari beragam gangguan kesehatan.<\/p>\n<p>Semua jenis asap bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, terutama bila terhirup. Namun, asap kebakaran hutan memiliki bahaya yang jauh lebih besar karena kandungan berbagai zat kimia berbahaya di dalamnya.<\/p>\n<p>ada beberapa dampak yang sangat berbahaya bagi kesehatan akibat kabut asap yang terjadi, di antaranya :<\/p>\n<ol>\n<li>Bencana kabut asap dapat menyebabakan\u00a0 iritasi pada mata yang terkontaminasi oleh kabus asap, hidung yang menghirup kabut asap, dan tenggorokan serta menyebabkan reaksi alergi yang terjadi bagi tubuh seseorang, peradangan dan mungkin juga terjadinya infeksi.<\/li>\n<li>Dengan adanya kabut asap yang terjadi, akan dapat memperburuk penyakit asma yang di alami oleh seseorang dan penyakit kronis lainnya, seperti bronkitis kronik, PPOK dan lain sebagainya.<\/li>\n<li>Bagi seseorang yang sudah berusia lanjut (lansia) dan anak-anak maupun seseorang yang mempunyai penyakit kronik, dengan kondisi daya tahan tubuh mereka yang rendah akan lebih rentan untuk mendapatkan gangguan kesehatan badan mereka akibat adanya bencana kabut asap tersebut.<\/li>\n<li>Akibat terjadinya bencana kabut asap yang di sebabkan oleh kebakaran hutan yang terjadi, kemampuan dalam mengatasi infeksi paru-paru dan saluran pernapasan akan menjadi berkurang.<\/li>\n<li>berbagai penyakit kronik yang dimiliki seseorang akan lebih memburuk.<\/li>\n<li>dengan adanya kabut asap yang terjadi, bahan polutan pada asap akibat kebakaran hutan akan dapat menjadi sumber polutan bagi air bersih di daerah yang terkena kabut asap.<\/li>\n<li>Infeksi saluran pernapasan akut atau yang biasa disebut dengan ISPA akan jadi lebih mudah terjadi, terutama karena adanya ketidakseimbangan daya tahan tubuh seseorang, pola bakteri atau virus penyebab terjadinya banyak penyakit serta buruknya lingkungan yang di tempati.<\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-thumbnail wp-image-798\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2020\/03\/WhatsApp-Image-2020-03-12-at-12.03.49-150x150.jpeg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-thumbnail wp-image-797\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2020\/03\/WhatsApp-Image-2020-03-12-at-12.03.50-150x150.jpeg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" \/> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-thumbnail wp-image-794\" src=\"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2020\/03\/WhatsApp-Image-2020-03-12-at-12.03.46-150x150.jpeg\" alt=\"\" width=\"150\" height=\"150\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ASAP ROKOK Rokok adalah bahan yang terbuat dari tembakau sempurna \u00a0yang dipotong-potong kemudian digulung menggunakan kertas (Paper Wrapped). Biasanya rokok dinyalakan pada bagian awal dan dibiarkan membara lalu dihisap hingga keluar asapnya.\u00a0Awal rokok digunakan yaitu sejak 1000\u00a0 tahun lalu sebelum masehi di Amerika Serikat oleh Bangsa Maya, Aztec dan Indian yang menghisap tembakau dalam pipa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":795,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4,3,2],"tags":[],"class_list":["post-793","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan","category-ragam-berita","category-terkini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/793","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=793"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/793\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":799,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/793\/revisions\/799"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media\/795"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=793"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=793"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sipayung\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=793"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}