{"id":822,"date":"2023-09-06T01:25:14","date_gmt":"2023-09-06T01:25:14","guid":{"rendered":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sungaiparit\/?p=822"},"modified":"2023-09-06T01:25:14","modified_gmt":"2023-09-06T01:25:14","slug":"cek-gula-darah-secara-rutin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sungaiparit\/2023\/09\/06\/cek-gula-darah-secara-rutin\/","title":{"rendered":"CEK GULA DARAH SECARA RUTIN"},"content":{"rendered":"<p>Diabetes adalah penyakit metabolik kronik yang menjadi masalah kesehatan di berbagai belahan dunia, khususnya diabetes mellitus (DM) type 2. Hingga saat ini, diperkirakan ada sekitar 6,6 persen dari total penduduk dunia yang menderita diabetes.<br \/>\nWalaupun termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan, tetapi pasien diabetes tetap dapat beraktivitas normal selama menjalani pola hidup sehat. Selain agar menjaga kualitas hidup, menjaga pola hidup sehat juga dapat mengurangi apabila terjadi peningkatan risiko berbagai komplikasi. Hal ini karena gula darah yang terus-menerus tinggi dapat menyebabkan penyakit serius pada jantung dan pembuluh darah, mata, ginjal, dan saraf.Pasien diabetes juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya infeksi. Artinya, penderita diabetes membutuhkan monitoring yang berkelanjutan.Untuk itulah, menerapkan pola hidup sehat penting agar terhindar dari risiko terjadinya komplikasi diabetes.<br \/>\nFaktor risiko ini terbagi menjadi faktor risiko yang tidak bisa diubah, seperti riwayat keluarga, riwayat gestational diabetes, riwayat melahirkan bayi dengan berat 4 kg, ataupun riwayat berat lahir rendah.<br \/>\nSedangkan faktor yang dapat diubah antara lain adalah kelebihan berat badan, hipertensi, dislipidemia, diet yang tidak sehat, dan aktivitas fisik yang terbatas.<br \/>\nSementara jika Anda telah didiagnosis dengan pradiabetes &#8211; gula darah tinggi yang tidak mencapai ambang batas diagnosis diabetes, perubahan gaya hidup dapat mencegah atau menunda timbulnya penyakit.<br \/>\nPola hidup sehat bagi penderita diabetes<br \/>\nKetika terdiagnosa menderita penyakit diabetes mellitus (DM), mungkin muncul perasaan cemas dan takut. Namun, dibandingkan bergelut dalam perasaan kalut, lebih baik mulai lakukan perubahan gaya hidup untuk menghindari komplikasi yang serius dari diabetes di masa depan.<br \/>\nLalu, bagaimana pola hidup yang harus dijalani penderita diabetes?<br \/>\n1. Diet sehat pasien diabetes<br \/>\nPerubahaan yang pertama yang harus Sahabat MIKA lakukan saat terdiagnosis diabetes adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup. Pasien diabetes harus tertib mengikuti diet artificial (diet buatan).<br \/>\nMakanan yang sehari-hari dikonsumsi langsung dibatasi. Porsinya pun menjadi lebih sediki, dengan resep khusus dengan rasa yang lebih hambar. Misalnya, konsumsi havermout atau roti gandum untuk sarapan, lalu sedikit nasi dan lauk rendah kalori untuk makan siang. Adapun makan malamnya memakan buah-buahan.<br \/>\nBerikut ini panduan diet untuk pasien diabetes:<br \/>\n1.\tKonsumsi biji-bijian berserat dengan teratur<br \/>\n2.\tPerbanyak buah dan sayur<br \/>\n3.\tMengurangi daging dan lemak jenuh<br \/>\n4.\tKurangi konsumsi gula<br \/>\n5.\tKurangi garam\/rendah garam<br \/>\n6.\tPilih makanan berserat tinggi<br \/>\n7.\tKonsumsi gandum, beras merah, atau cereal sebagai pengganti nasi putih<br \/>\n8.\tMengurangi produk hewan dan lemak jenuh<br \/>\n9.\tKonsumsi susu rendah lemak<br \/>\n10.\tGunakan minyak dengan lemak tak jenuh, seperti minyak olive, minyak bunga matahari<br \/>\n11.\tPilih ikan sebagai pengganti daging<br \/>\n12.\tPengolahan makanan dengan bakar, panggang, microwave, kukus\/rebus<br \/>\n13.\tKurangi makanan mengandung gula dengan menghindari makanan dan minuman manis gula murni<br \/>\n14.\tJangan konsumsi alkohol. Sebab, jika Anda menggunakan insulin atau obat diabetes oral seperti sulfonilurea atau meglitinida, minum alkohol dapat menurunkan gula darah ke tingkat yang berbahaya. Saat Anda minum, hati Anda harus bekerja untuk menghilangkan alkohol dari darah Anda alih-alih mengatur gula darah Anda.<br \/>\nMari simak tips diet yang disampaikan dr. Tri Sutowo, Sp.PD dalam video berikut, untuk mengontrol kadar gula darah yang berlebihan. Karena kadar gula dalam darah bisa ditekan dengan mengatur makanan yang Anda konsumsi.<br \/>\nKetika Sahabat MIKA menderita diabetes, sebaiknya memiliki glukometer atau pengukur gula darah. Seberapa sering memeriksa gula darah, tergantung pada jenis diabetes  yang Anda miliki dan apakah Anda mengonsumsi obat diabetes.<br \/>\nWaktu yang umum untuk memeriksa gula darah adalah meliputi:<br \/>\n1.\tKetika pertama kali bangun, sebelum makan atau minum apa pun.<br \/>\n2.\tSebelum makan.<br \/>\n3.\tDua jam setelah makan.<br \/>\n4.\tDi waktu tidur.<br \/>\nJika Anda memiliki diabetes tipe 1, memiliki diabetes tipe 2  dan menggunakan insulin, atau sering memiliki gula darah rendah, dokter Anda mungkin ingin memeriksa gula darah lebih sering, seperti sebelum dan sesudah aktif secara fisik.<br \/>\nSelebihnya hanya melakukan rawat jalan dan monitoring secara berkala. Yang pasti, penderita diabetes perlu memperhatikan gaya hidupnya. Hal ini bertujuan agar penyakit tersebut bisa segera diatasi dan dikontrol.<br \/>\n5. Pengobatan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Diabetes adalah penyakit metabolik kronik yang menjadi masalah kesehatan di berbagai belahan dunia, khususnya diabetes mellitus (DM) type 2. Hingga saat ini, diperkirakan ada sekitar 6,6 persen dari total penduduk dunia yang menderita diabetes. Walaupun termasuk penyakit yang tidak bisa disembuhkan, tetapi pasien diabetes tetap dapat beraktivitas normal selama menjalani pola hidup sehat. Selain agar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":18,"featured_media":819,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":true,"template":"","format":"image","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,4],"tags":[],"class_list":["post-822","post","type-post","status-publish","format-image","has-post-thumbnail","hentry","category-ragam-berita","category-terkini","post_format-post-format-image"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sungaiparit\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/822"}],"collection":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sungaiparit\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sungaiparit\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sungaiparit\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sungaiparit\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=822"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sungaiparit\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/822\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":823,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sungaiparit\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/822\/revisions\/823"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sungaiparit\/wp-json\/wp\/v2\/media\/819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sungaiparit\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=822"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sungaiparit\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=822"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dinkes.inhukab.go.id\/sungaiparit\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=822"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}