7 Penyakit Infeksi yang Paling Mematikan

imagePenyakit-penyakit ini menyebabkan kejadian luar biasa (KLB), epidemi, bahkan pandemi yang menyebar antar benua. Pengobatan modern dan peningkatan hygiene telah mampu mengendalikan penyakit-penyakit ini, bahkan salah satunya yaitu penyakit cacar (small fox) telah berhasil dieradikasi. Namun demikian masih ada beberapa dari penyakit ini yang tetap menjadi bagian hidup kita hingga saat ini dan sewaktu-waktu berpotensi menjadi ancaman kesehatan bagi umat manusia khususnya bagi mereka yang rentan dan terkait dengan kemiskinan. Berikut ini 7 penyakit infeksi mematikan yang dikutip dari laman website livescience.com

1. Kolera

Kolera menyebabkan diare akut dan apabila tidak segera mendapatkan pengobatan, penderitanya dapat meninggal dalam hitungan jam. Penyebabnya adalah bakteri Vibrio Cholera yang seringkali ditemukan dalam makanan atau air minum yang terkontaminasi oleh feses yang terinfeksi. Dalam 100 tahun terakhir, kolera sudah jarang terjadi khususnya di negara-negara industri, ini dikarenakan hygiene dan sanitasi di negara tersebut semakin membaik. Kondisi ini berbanding terbalik dengan seabad sebelumnya. Menurut Badan Kesehatan Dunia – WHO, sepanjang Abad Ke-19, kolera menyebar dari India, menyebabkan 6 pandemi dan membunuh jutaan orang di semua benua.

2. HIV/AIDS

Menurut WHO, pada tahun 2009, sekitar 33 juta orang hidup dengan terinfeksi HIV dan sekitar 1,8 juta meninggal karenanya. Sementara manusia dihadapkan dengan beberapa penyakit infeksi yang belum tuntas penanggulangannya, tiba-tiba HIV muncul menjadi masalah baru. Dampak yang ditimbulkan HIV terhadap sistem kekebalan tubuh manusia pertama kali didokumentasikan pada tahun 1981. HIV menyebabkan kerusakan total pada sistem imun dan menyebabkan penderitanya sangat rentan terhadap berbagai penyakit infeksi oportunistik. Telah dipercaya bahwa HIV berawal dari Simian Immunodeficiency Virus (SIV) yang menginfeksi kera dan monyet.

3. Tuberkulosis

Penyakit fatal lainnya adalah Tuberkuosis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini biasanya menyerang paru-paru yang ditandai dengan batuk berdarah. Melalui pemeriksaan dahak dan rontgen penyakit ini akan mudah didiagnosis. Penyakit ini tidak membuat semua orang yang terinfeksi menjadi sakit namun menjadikannya sebagai carier (pembawa), sepertiga populasi di dunia saat ini adalah carier penyakit ini. Diantara orang yang terinfeksi (kecuali penderita HIV), 5-10% yang menjadi sakit atau terinfeksi suatu waktu ketika daya tahan tubuhnya melemah. Menurut WHO, penyakit ini menjadi sangat mematikan ketika dialami oleh penderita HIV karena bakteri TB membentuk kombinasi mematikan dengan virus HIV yang menghancurkan sistem kekebalan tubuh.

4. Influenza

Influenza merupakan suatu penyakit infeksi sistem pernafasan musiman yang bertanggung jawab atas 3-5 juta kesakitan dan sekitar 250.000-500.000 kematian saat ini, menurut Badan Kesehatan Dunia – WHO. Infeksi mematikan karena penyakit ini cenderung terjadi secara berkala. Sebuah pandemi yang terjadi pada tahun 1918 menyebabkan kematian hampir 50 juta orang di seluruh dunia. Demikian halnya dengan epidemi flu burung dan pandemi flu babi yang terjadi dalam dalam beberapa tahun terakhir juga sangat mematikan walaupun dapat segera dikendalikan. Cepatnya penyebaran influenza ini, disamping karena ditularkan melalui udara, juga dikarenakan virus ini dapat ditularkan antar spesies.

5. Malaria

Walaupun penyakit ini telah dapat dicegah dan diobati, namun malaria masih merupakan penyakit mematikan di Afrika, hampir 20% dari total kematian anak-anak di Afrika disebabkan karena terinfeksi malaria. Kondisi ini juga terjadi di benua lain seperti di Asia dan Amerika Latin. Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk Anopheles sp dengan gejala utamanya demam, menggigil, dan keluhan seperti flu sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius. Pada tahun 1951, penyakit ini berhasil dieliminasi dari Amerika Serikat dengan menggunakan pestisida DDT. Sebagai kelanjutannya, WHO mengkampanyekan eradikasi malaria namun hanya sukses di beberapa tempat. Selanjutnya tujuan dari program eradikasi malaria diubah menjadi menurunkan penularan penyakit ini.

6. Pes

Pembunuh umat manusia di masa lalu ini masih bersama kita hingga saat ini walaupun terornya sudah sangat jauh berkurang. Penyakit pes disebabkan oleh suatu bakteri yang dibawa oleh pinjal pada tikus. Penyakit ini bertanggung jawab atas terjadinya wabah black death di Eropa pada abad Ke-14 yang menyebabkan kematian hampir sepertiga populasi Eropa. Ada 3 bentuk penyakit pes, namun yang umumnya diketahui adalah penyakit pes bubonic yang ditandai dengan terjadinya pembengkakan dan nyeri hebat pada kelenjar getah bening. Penyakit pes saat ini ditemukan pada hewan di seluruh dunia terutama di barat Amerika Serikat dan Afrika. Pada tahun 2009, WHO melaporkan 958 kasus di seluruh dunia.

7. Cacar

Penyakit ini telah menyebabkan 46% dari total kematian di sebuah rumah sakit di Dacca Bangladesh pada tahun 1975 dan merusak negara itu hampir seabad. Penyakit ini disebabkan oleh virus variola dengan gejala berupa lesi pada kulit yang membesar dan berair. Cacar dipercaya berawal sekitar 3.000 tahun yang lalu di India atau mesir sebelum menyapu seluruh benua. Penyakit ini menyebabkan kematian sedikitnya sepertiga dari orang yang terinfeksi serta meninggalkan cacat dan kebutaan pada orang yang sembuh. Pada tahun 1980 WHO mendeklarasikan bahwa penyakit ini telah berhasil dieradikasi, setelah dilakukan kampanye vaksinasi cacar selama satu dekade. Sampel terakhir virus variola saat ini disimpan dalam fasilitas di Amerika Serikat dan Rusia.

Sumber Bacaan:
Livescience.com (2015). 7 Devastating Infectious Diseases

Tambahkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>