Pematang Reba, 3 september 2026- Dalam rangka akselerasi capaian indikator kinerja program imunisasi Triwulan III di Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2026, Dinas Kesehatan Kab. Indragiri Hulu melaksanakan Pertemuan Pertemuan Teknis Program Imunisasi Terintegrasi dengan Pencatatan dan Pelaporan SMILE Tahun 2026. Pertemuan diinisiasi oleh Seksi Surveilans dan Imunisasi dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris mewakili Plt Kepala Dinas Kesehatan Kab. Indragiri Hulu.
Pada sambutannya beliau memberikan motivasi kepada pengelola program dan pengelola farmasi imunisasi untuk bersinergi dalam meningkatkan capaian program imunisasi yang masih sangat rendah, per 31 Agustus 2026 data tarikan ASIK Kab. Indragiri Hulu hanya mencapai imunisasi bayi lengkap 40.23%, imunisasi baduta lengkap 33.79%, dan T2+ ibu hamil 41.50% sedangkan imunisasi anak sekolah MR pada kelas 1 SD hanya 10.85% dan HPV pada kelas 5 SD hanya 15%. Hal ini menjadi tantangan yang sulit jika antar petugas tidak berkoordinasi dengan baik melakukan tugas dan perannya dalam mendukung berlangsungnya kegiatan program imunisasi.
“Kami selaku pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas dedikasi Bapak/Ibu yang berperan dalam meningkatkan capaian imunisasi di Kabupaten Indragiri Hulu pada tahun lalu, dimana Kab. Indragiri Hulu menjadi Terbaik III pada cakupan indikator kinerja program imunisasi se-Provinsi Riau. Besar harapan Tahun 2026 bisa lebih baik jika pun sulit minimal dapat mencapai 80% agar herd immunity dapat terbentuk untuk melindungi masyarakat dari PD3I (Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi) termasuk kelompok rentan seperti lansia dan ibu hamil, ujar Sekretaris Sandra, SKM, M.K.M.
Berbagai penyakit yang dapat dicegah tersebut seperti TBC, Campak,Rubela, Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, Diare, Pneumoni, Polio, dan kanker leher Rahim. Seluruh penyakit ini sejatinya dapat dicegah dan mengurangi beban pembiayaan kesehatan atas penyakit ditengah tekanan efisiensi anggaran daerah.
Pertemuan ini dihadiri Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Perwakilan IFLK Dinas Kesehatan Provinsi Riau sebagai narasumber dengan tujuan menjadi forum brainstorming sinergi lintas program antar petugas pengelola program dan pengelola farmasi imunisasi tingkat puskesmas, kabupaten sekaligus provinsi. Salah satu yang diharapkan adalah diterapkannya One Gate Policy pada tata kelola kefarmasian di puskesmas.

