Kegiatan Ragam Berita Terkini

KEGIATAN DETEKSI DINI CA. CERVIKS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SIPAYUNG

RENGAT, SABTU 27 APRIL 2019

TEMPAT : PULAU GAJAH

Kanker yang berdasarkan data WHO merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia, juga mengintai di Indonesia. Meskipun ilmu kedokteran telah berkembang pesat, hingga kini kanker merupakan penyakit yang tidak diketahui penyebabnya secara pasti.

Kanker serviks merupakan keganasan yang berasal dari serviks.
Serviks merupakan sepertiga bagian bawah uterus, berbentuk
silindris, menonjol dan berhubungan dengan vagina melalui ostium
uteri eksternum.

Kanker serviks adalah jenis kanker yang kerap kali menyerang wanita. Meski termasuk ganas, kanker yang berkembang di leher rahim ini sebenarnya dapat dicegah dan dideteksi sejak dini.

Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh infeksi virus Human papillomavirus (HPV), yang dapat ditularkan baik melalui hubungan seksual maupun lewat kontak kulit ke kulit. Sama seperti jenis kanker lainnya, jika kanker serviks dapat ditemukan dalam keadaan awal, tentu akan meningkatkan peluang kesembuhan.

Biasanya, deteksi dini kanker serviks dilakukan dengan melakukan:

Pap smear

Pap smear dapat mendeteksi kanker yang dialami wanita ini sejak dini. Bahkan melalui tes ini, tahapan pre-kanker atau kondisi sebelum kanker terjadi dapat dideteksi. Melalui pengambilan jaringan tersebut, akan terdeteksi apakah kondisinya normal atau tidak. Proses pengecekan ini hanya memakan waktu 10 hingga 20 menit. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan saat hendak melakukan pap smear, di antaranya:

  • Tidak menggunakan obat-obatan tertentu untuk area Miss V.
  • Jangan berhubungan intim selama dua hari sebelum tes.
  • Jangan membersihkan Miss V dengan douche selama dua hari sebelum tes. Kamu hanya perlu membilas Miss V dengan air hangat.
  • Jangan menggunakan kontrasepsi Miss V, seperti busa, krim, atau jeli.
  • Biasanya diminta untuk mengosongkan kandung kemih sesaat sebelum melakukan tes.

Selain itu, sebaiknya memberitahu dokter jika kamu sedang mengonsumsi pil KB atau sedang hamil.

Tes IVA

Berbeda dengan pap smear, tes IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) adalah pemeriksaan leher rahim yang dijadikan untuk mendeteksi kanker serviks pertama serta cenderung lebih murah. Sebab dalam tes ini, pemeriksaan dan hasil diolah langsung tanpa menunggu hasil laboratorium. Dalam tes IVA dibutuhkan asam asetat atau asam cuka dengan kadar 3-5 persen, yang kemudian diusapkan pada leher rahim. Setelah itu, hasilnya langsung ketahuan, apakah Miss V terserang kanker serviks atau tidak.

Apabila jaringan leher rahim memiliki sel kanker, maka biasanya jaringan terlihat luka, berubah menjadi putih, atau mengeluarkan darah ketika diberikan asam asetat. Sementara, jaringan leher rahim yang normal tidak akan menunjukkan perubahan.

Cara mencegah kanker serviks
  1. Rutin melakukan pemeriksaan pap smear. Pap Smear merupakan salah satu cara terbaik sebagai lini pertahanan pertama untuk mencegah kanker serviks.
  2. Mendapatkan vaksinasi HPV.
  3. Hindari merokok.
  4. Lakukan seks yang aman.
  5. Menjaga kebersihan vagina.
MENCEGAH LEBIH BAIK DARI PADA MENGOBATI
MARI KENALI GEJALANYA
HINDARI PEMICUNYA
TANGGAP PENGOBATANNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.