Indragiri Hulu, 2025 — Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu bekerja sama dengan UPT Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Riau menyelenggarakan Pelatihan Pelayanan Antenatal Care (ANC), Persalinan, Nifas, dan Skrining Hipotiroid Konginetal (SHK) bagi bidan yang bertugas di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode Blended Learning, memadukan pembelajaran daring dan tatap muka, guna meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di era digital.
Pelatihan resmi dibuka secara daring oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu, Ibu Desria Ianty Tiopi, S.SiT,M.Biomed, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas bidan dalam memberikan layanan yang berkualitas, aman, dan sesuai standar. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode blended learning, yaitu daring pada tanggal 30 Juli s.d. 01 Agustus 2025 dan dilanjutkan dengan kegiatan On the Job Training (OJT) pada tanggal 04 s.d. 06 Agustus 2025 di 3 lokus Puskesmas terpilih yaitu UPT Puskesmas Sipayung, UPT Puskesmas Air Molek, dan UPT Puskesmas Pangkalan Kasai.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi bidan dalam memberikan pelayanan komprehensif pada ibu hamil, ibu nifas, serta deteksi dini dan penatalaksanaan kasus SHK di FKTP. Peserta dibekali dengan teori, diskusi interaktif, serta praktik langsung di lapangan melalui pendampingan di puskesmas.
“Bidan adalah garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Melalui pelatihan ini, kami berharap para bidan semakin profesional, tanggap, dan inovatif dalam memberikan pelayanan ANC, persalinan, nifas, serta edukasi SHK kepada masyarakat,” ungkap Ibu Kepala Bidang SDK.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan bidan mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, berkualitas, dan sesuai standar, sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu serta meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Indragiri Hulu. Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu menekankan bahwa peningkatan kapasitas tenaga kesehatan akan terus dilakukan secara berkesinambungan. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, bidan dapat mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan baru dalam pelayanan sehari-hari, sehingga mutu layanan kesehatan di FKTP semakin meningkat dan masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung.

