RENGAT, INDRAGIRI HULU- Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu mengadakan “PELATIHAN GIZI BENCANA TAHUN 2025” sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam penanganan gizi pada situasi darurat. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Riau dan dibuka secara resmi oleh Ibu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu, Ibu Sandra SKM,MKM

Pembukaan pelatihan yang berlangsung di Aula UPT Balai Pelatihan Kesehatan Propinsi Riau,Pekanbaru pada 09 September 2025 ini dihadiri oleh Kepala UPT Bapelkes Provinsi Riau dan jajaran Dinas Kesehatan Indragiri Hulu. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan tenaga kesehatan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam merespons kebutuhan gizi korban bencana, terutama pada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, dan lansia.

Dalam sambutannya, Ibu Sandra menekankan pentingnya peran gizi dalam Manajemen Bencana.“Penanganan gizi yang tepat saat bencana dapat mencegah risiko penurunan status gizi dan mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Pelatihan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan bahwa penanggulangan bencana di Kabupaten Indragiri Hulu dilakukan secara komprehensif dan efektif,” ujarnya.

Pelatihan ini diikuti oleh 29 orang peserta yang terdiri dari petugas gizi, petugas Puskesmas, dan tenaga kesehatan terkait di seluruh Kabupaten Indragiri Hulu. Para peserta akan dibekali materi yang meliputi:

Manajemen respons gizi pada masa tanggap darurat bencana.

1.  Koordinasi penanganan gizi.

2.  Kajian dampak bencana terhadap status gizi.

3.  Penyusunan rencana respons gizi.

4.  Kesiapsiagaan gizi saat bencana.

Kerja sama dengan UPT Bapelkes Provinsi Riau memastikan bahwa pelatihan ini menggunakan standar dan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Dengan demikian,peserta akan menerima materi yang relevan dan terstruktur.