Rengat, Dinkes Inhu. (Senin, 21/10/2019) Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Bagian Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) mengadakan “Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program Demam Berdarah Dengue (DBD) Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu Tahun 2019”. Kegiatan dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kab. Inhu dengan jumlah peserta sebanyak 20 Orang Penanggung Jawab Program yang berasal dari setiap UPTD. Puskesmas yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu.

Yuni Kustoro, SKM selaku Penanggung Jawab Kegiatan menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini adalah memonitoring, mengevaluasi dan mengidentifikasi serta mengkoordinir  pencatatan dan pelaporan Program Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Adapun tujuan diadakan kegiatan ini adalah memonitoring, mengevaluasi dan mengidentifikasi indikator Program Demam Berdarah Dengue (DBD). Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengkoordinir serta berkomitmen dalam pencatatan dan pelaporan Program Demam Berdarah Dengue (DBD) di UPTD Puskesmas Se-Kabupaten Indragiri Hulu tahun 2019” Ujarnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu yang diwakili oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Ardenella Hariko, SST., M.Kes mengungkapkan bahwa Penyakit DBD merupakan salah satu penyakit endemis dengan angka kesakitan yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

“Penyakit DBD merupakan salah satu penyakit endemis dengan angka kesakitan yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun dan daerah terjangkitpun semakin meluas bahkan sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Faktor yang berperan dalam timbulnya penyakit ini berdasarkan segitiga epidemiologi dipengaruhi oleh faktor manusia sebagai host dan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penular DBD. Lingkungan secara signifikan mempengaruhi kesakitan bagi setiap individu termasuk sosial, ekonomi dan lebih utamanya perilaku masyarakat, meningkatnya mobilitas penduduk, kepadatan hunian, semakin baiknya sarana transportasi dan masih terdapat tempat perindukan nyamuk penular DBD” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *